Wednesday, April 17, 2024

IPB University Luncurkan Alat Fertigasi dan Irigasi Otomatis Nutriferads

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Budidaya tanaman presisi dimulai dari kegiatan pengelolaan kesehatan dan kesuburan tanah secara tepat. Pusat Kajian Hortikultura Tropika  (PKHT) IPB University melalui program Riset Inovatif Produktif  (Rispro) Invitasi Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan  (LPDP) meluncurkan alat Nutriferads di Kebun Pecobaan PKHT IPB pada 20 Maret 2024.

Mesin itu berfungsi sebagai fertigasi dan irigasi otomatis yang terintegrasi pada budidaya tanaman sayur.  Kepala PKHT, Prof Awang Maharijaya menuturkan bahwa inovasi itu hasil dari pendekatan ilmu multidisplin mulai dari agronomi dan hortikultura, proteksi tanaman, ilmu komputer dan agribisnis. Nutriferads adalah sistem untuk meningkatkan efisiensi dan modernisasi pertanian hortikultura.

“Isu utama pertanian sekarang kita adalah nilai upah hari orang kerja (HOK) semakin naik, kelangkaan air bersih, serta ketersediaan pupuk yang harganya naik. Dari ketiga isu ini, diciptakanlah suatu inovasi sistem irigasi dan fertigasi sehingga penggunaan air dan hara menjadi lebih efisien,” ujar Prof Awang dilansir dari laman IPB.

Peneliti Nutriferads, Prof. Anas D. Susila menuturkan bahwa alat itu dapat merekomendasikan pupuk untuk 30 jenis tanaman sayuran komersial. “Hasil rekomendasi pupuk dapat diaplikasikan pada budi daya tanaman secara otomatik menggunakan mesin Nutriferads sehingga kebutuhan air dan pupuk dapat diberikan secara presisi,” ucap dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura itu.

Direktur Fasilitas Riset LPDP, Wisnu Sardjono Soenarso, M.Eng., menuturkan pihaknya telah memberikan pendanaan sebesar 280 miliar melalui dana abadi LPDP—dana yang imbal hasil investasi dipakai untuk pembiayaan beasiswa dan riset.

“Harapannya riset ini bisa diterapkan bukan untuk petani berdasi saja tapi untuk petani yang mempunyai tanah di bawah satu hektare. Kita sarankan IPB University juga berkolaborasi dengan universitas lain tentang riset hilirisasi pertanian,” ujar Wisnu.

Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi menuturkan PKHT berkontribusi sangat signifikan dalam pengembangan smart agriculture. Salah satu keberhasilan PKHT IPB University yakni pepaya Calina yang sekarang diminati hingga 7 ton per minggu.

“Inovasi seperti alat Nutriferads di bidang hortikultura merupakan bagian penting dari roadmap milestone IPB Agromaritim yang telah berjalan selama tiga tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya teknologi 4.0 untuk memfasilitasi masa depan yang semakin mendesak,” tutur Ernan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peternak di Kabupaten Magelang Sukses Silangkan Ayam Poland

Trubus.id—Penggemar ayam poland di Indonesia berasal dari berbagai daerah. Alasannya karena sosok ayam poland sangat unik. Muhammad Doni Saputra...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img