Wednesday, August 10, 2022

Itoh Lokal Tantang Thailand

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Itoh dipetik setiap bulan? Ya, tengok saja 2 lembar kertas yang disodorkan Pien Sanjaya SP, asisten Budi Dharmawan, kepada Trubus di awal Januari 2009. Di sana tercetak data panen 1.466 pohon itoh selama 30 bulan sejak Juli 2006. Dua belas bulan pertama merupakan hasil panen dari percobaan Budi merangsang itoh berumur 1,5 tahun agar berbunga. ‘Setiap bulan saya merangsang 14 itoh muda untuk berbunga. Saat itulah saya disebut ‘pemerkosa’ pohon,’ ujar Budi. Dari pengamatan selama setahun itulah disimpulkan itoh berumur 1,5 – 2 tahun rata-rata menghasilkan 18,3 kg per pohon.

Pada awal 2007 pengujian dilakukan pada itoh berumur 3 tahun. Dari empat kali perangsangan secara bertahap – selang sebulan – pada 56 pohon, setiap bulan dipanen 486,5 kg dari 14 pohon atau 34,75 kg per pohon. ‘Semua pohon yang dirangsang berbunga 100%. Produksi pun meningkat seiring bertambahnya umur,’ ujar Budi. Sejak itulah mantan perwira TNI Angkatan Laut itu menggenjot kebun untuk produksi komersial. Setiap bulan dari Mei – Oktober 2007 dipicu masing-masing 130 itoh. Dari perangsangan itu itoh dipetik pada November 2007 – April 2008.

Berani perang

Periode itulah produksi tertinggi kebun Budi sepanjang 2007 – 2008. Dari kebun yang kini berbendera Plantera Fruit Paradise itu setiap bulan dipanen 5,4 ton. Buah lalu dipasarkan ke pasar swalayan dan toko buah modern di Semarang dengan label Ibana. ‘Kami lepas ke pasar seharga Rp17.500 per kg,’ kata Pien. Artinya, dari kebun yang kini populasinya mencapai 9.450 itoh itu diraup omzet Rp94,5-juta per bulan.

Sayang, pada Mei – Desember 2008 panen hanya 1 – 2 ton per bulan. Musababnya, yang dirangsang hanya 33 – 66 pohon. Itu semula untuk menghindari panen raya lengkeng dari Th ailand pada Juli – Agustus. Kini strategi itu diubah. ‘Kita berani ‘perang’ dengan Thailand. Lengkeng produksi lokal jauh lebih segar,’ kata Pien. Perangsangan pun digandakan menjadi 530 – 1.061 pohon setiap bulan. Perang dengan lengkeng impor asal Thailand itu bakal dibuktikan pada 2009.

Yang juga memanen itoh setiap bulan Lie Ay Yen, sahabat Budi Dharmawan di sekolah dasar. Sejak September 2008 ayah politikus Alvin Lie itu rutin memanen 200 – 400 kg itoh per minggu. Itu berasal dari 10 – 20 pohon berumur 2 – 3 tahun. Setiap Minggu sore buah dipetik dan dikemas dalam bok plastik berkapasitas 10 kg. Buah lalu dikirim dengan travel ke putranya di Bali untuk dipasarkan. Harga Bali Rp15.000 per kg. Mulai 2009, pria kelahiran Semarang 71 tahun silam itu berniat merangsang pohon berumur 4 – 5 tahun.

Terjadwal

Menurut Erik Lim, konsultan pertanian asal Malaysia, sukses Budi dan Lie Ay Yen memanen itoh setiap bulan berkat perangsangan yang terjadwal. Setiap bulan dipilih tanaman yang siap dibungakan. Cirinya tanaman subur, tak ada lagi daun muda di tajuk. Biasanya 3 – 4 bulan setelah panen terakhir. Perangsang berupa cairan yang disebut profesor ajaib.

Dosisnya 250 ml untuk tanaman 1,5 tahun; 500 ml, 3 tahun; dan 1 l, 4 tahun. Ia kian manjur diberikan pada itoh yang dipupuk secara rutin (baca: Revolusi Pupuk ala Perwira Marinir, Trubus Maret 2008). Narin Watana Anurak, konsultan pertanian asal Th ailand di Karawang, punya patokan lain. Menurutnya itoh siap dirangsang saat daun berumur 30 – 35 hari sejak muncul. Itu setara 1,5 bulan setelah tanaman dipangkas.

Menurut Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Buah Tropik, IPB, Bogor, itoh berbuah setiap bulan bukti dari kelemahan sekaligus keunggulan varietas itu dibanding pingpong dan diamond river. ‘Empat tahun silam orang enggan menanam itoh karena takut tak bisa berbuah. Padahal, itu keunggulan karena itoh bisa dipanen sesuai keinginan pemilik,’ kata Sobir. Ia juga menyebut sukses itu bukti dari laporan Thailand yang menyebut itoh dibuahkan dengan perlakuan potasium klorat (KClO3) atau sodium klorat (NaClO3). Selama ini keduanya dikenal sebagai bahan peledak.

Dianalisis

Ucapan Sobir itu bukan mengada-ada. Tiga perangsang diuji kandungannya di Balai Penelitian Tanah, Bogor. Di 2 lembar kertas hasil analisis contoh pupuk yang ditandatangani Eviati SSi, manajer teknis Balai Penelitian Tanah, tertulis semua pupuk mengandung K2O, Na, dan Cl-. Contoh pertama berupa pupuk padatan mengandung K2O, Na, dan Cl- berturut-turut dalam persen – 31,15, 0,48, 0,67. Contoh kedua berupa cairan perangsang yang komposisinya 1,11, 9,08, 3,18 dan contoh terakhir 0,06, 0,28, dan 4,24.

Saat hasil analisis itu disodorkan wartawan Trubus, Evy Syariefa kepada Sobir, ia mengatakan laporan Balitan mengukuhkan peran KClO3 atau NaClO3 mutlak untuk membungakan itoh. Itu mirip paklobutrazol yang cocok membungakan mangga atau karbit pada nanas. ‘Bunga yang keluar juga serempak. Itu cocok untuk kebun komersial yang bisa diatur seperti pabrik,’ kata doktor Genetika Molekular dari Universitas Okayama Jepang itu.

Menurut Sobir potasium klorat dan sodium klorat tidak diperlukan untuk merangsang lengkeng jenis lain seperti diamond river atau pingpong yang memang gampang berbuah. Namun, bermanfaat untuk membungakan di luar musim secara serempak. Menurut kepala Pusat Kajian Buah Tropik IPB itu menuturkan, KClO3 yang merupakan bahan peledak juga aman digunakan di dunia pertanian jika diencerkan hingga 5 – 10%. Kini itoh pun bisa dibuahkan rutin. Itulah buah dari percobaan sang ‘pemerkosa’ pohon dari Semarang. (Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img