Wednesday, September 28, 2022

Jahe Merah untuk Virus Korona

Rekomendasi

 

Mengonsumsi rutin jahe merah Zingiber officinale meningkatkan sistem imun, antivirus, dan potensial sebagai penangkal Covid-19.

Jahe merah sohor sebagai imunomodulator dan antivirus. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sejak Maret 2020 pandemi korona justru belum menunjukkan titik landai. Para periset berupaya menemukan obat antivirus korona. Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Masteria Yunovlisa Putra, S.Si., M.Si., Ph.D., membuktikan jahe merah meningkatkan daya tahan tubuh. “Sementara jahe merah masih diarahkan untuk memperkuat daya tahan tubuh, perlu riset lebih lanjut atau uji klinis untuk spesifik Covid-19 di Indonesia,” kata Masteria.

Doktor Bioteknologi Kelautan alumnus Universita Politechnica delle Marche, Italia, itu menuturkan, jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada masa pandemi. “Jika sudah ada hasil sebagai imunomodulator kemungkinan riset akan melangkah untuk Covid-19,” kata Masteria. Salah satu periset yang membuktikan jahe merah untuk mengatasi virus korona adalah Thirumalaisamy Rathinavel dan kawan-kawan dari Departemen Bioteknologi, Mahendra Arts & Science College, India.

Senyawa gingerol

Rathinavel mengidentifikasi dan mempelajari reseptor virus dengan menggunakan teknik pengikatan molekuler. Hasil penelitian menujukkan senyawa aktif pada jahe phytocompound 6-gingerol berpotensi pengobatan yang sangat baik dan minim efek samping. Sifat farmakokinetik phytocompound 6-gingerol sangat baik dengan afinitas pengikatan tertinggi mulai dari -2,8764 KJ/ mol hingga -15,7591 KJ/mol.

Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Masteria Yunovlisa Putra, S.Si., M.Si., Ph.D. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Gingerol “mengikat” berbagai target protein virus Covid-19 seperti protease virus, protein pengikat asam ribonukleat (RNA), dan protein spike. Rathinavel mengungkapkan bahwa senyawa aktif phytocompound 6-gingerol dari jahe dapat menjadi pengobatan alternatif yang menjanjikan untuk mengobati infeksi Covid-19. Periset lainnya Obeta M.U., dari Federal School of Medical Laboratory Science, Jos-Nigeria, juga membuktikan khasiat jahe untuk mengatasi korona.

Obeta menunjukkan bahwa jahe memiliki efek antioksidan dengan menghambat produksi superoksida, antiinflamasi, dan aktivitas analgesik dengan efek yang lebih baik terhadap flu babi (H1N1) dan virus syncytial pernapasan manusia. Antioksidan pada jahe juga menunjukkan antiretroviral alami dan menunjukkan efek bronkodilatasi. Hal itu dapat mencegah kerusakan parah pada paru-paru akibat peradangan yang juga berlaku untuk gejala Covid-19.

Periset dari Universitas Islam Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, Yuli Kusuma Dewi dan Baiq Amelia Yulandari, melakukan penelitian studi literatur. Salah satu temuan mereka bahwa masyarakat Sudan mengonsumsi jahe untuk mencegah virus korona. Masyarakat melarutkan 12 gram bubuk jahe merah dalam 250 ml air hangat tiga kali sehari. Takaran itu meningkat dua kali lipat untuk mengobati covid-19.

Dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr. Sidi Aritjahja.

Berdasarkan hasil observasi peneliti masyarakat Sudan yang rutin meminum jahe merah tidak terkena Covid-19. Adapun pada orang yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona, gejala yang dirasakan ringan dan sembuh dengan cepat. Hal ini karena jahe merah terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan level IgM serta mengurangi sirkulasi dari sitokin-sitokin proinflamasi.

Imunomodulator

Menurut Masteria Yunovlisa Putra, S.Si., M.Si., Ph.D., jahe merah secara empiris kerap digunakan sebagai antiinflamator atau antiradang dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr. Sidi Aritjahja, kerap meresepkan jahe merah sebagai imunomodulator. Menurut Sidi jahe merah bisa berperan terhadap peningkatan granulasi pada sel darah putih.

Jumlah granula dan kemampuan sel darah putih meningkat, sehingga optimal menjaga daya tahan tubuh. “Jika dianalogikan tentara angkatan darat, ibarat mengubah infanteri menjadi pasukan khusus, sehingga kinerja sel darah putih makin optimal,” kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Menurut Sidi sifat jahe yang menghangatkan atau dapat meningkatkan suhu basal tubuh dapat mengganggu mileu atau lingkungan yang sesuai untuk replikasi virus.

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Banten, Yayuk Ambarwulan. (Dok. Trubus))

Sidi meresepkan jahe merah untuk daya tahan tubuh, dikombinasikan dengan jeruk nipis atau lemon agar lebih nyaman di lidah. Caranya iris tipis jahe merah seukuran jari orang dewasa, kemudian tambahkan setengah jeruk nipis atau lemon. Masukkan dua bahan itu pada gelas dan seduh dengan air panas. “Mengonsumsi jahe sekali setiap hari aman untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Sidi.

Menurut herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, sebagian besar herba rimpang memang bersifat imunomodulator dan antiinflamasi, jahe merah salah satunya. Yayuk menuturkan, senyawa aktif gingerol pada jahe bersifat membilas atau membersihkan mikrob termasuk virus pada mulut dan kerongkongan, sehingga membantu tubuh melemahkan mikroba atau virus yang menyerang.

Yayuk menambahkan jahe juga membantu melancarkan peredaran darah. Peredaran darah lancar juga membantu melancarkan metabolisme tubuh, sehingga sistem imun kuat. Namun, Yayuk mewanti-wanti pada pasien yang sensitif lambung dan kecenderungan darah tinggi untuk menentukan dosis pas. “Bisa bergejala pada pasien sensitif lambung, dan cenderung menaikan tensi,” kata Yayuk.

Gula merah atau gula kelapa kerap ditambahkan pada seduhan jahe agar nyaman di lidah.

Dosis rata-rata rekomendasi Yayuk 50 gram jahe untuk 1 cangkir, atau 200—400 ml jika merebus. “Amannya mengonsumsi jahe boleh sesekali atau selang beberapa hari sekali,” katanya. Tujuannya mencegah efek samping dari jahe, terutama pasien yang memiliki sensitif lambung dan darah tinggi.

Yayuk menambahkan, kualitas jahe ideal sebagai herba saat cukup umur panen, pada 8—10 bulan. Kurang dari 8 bulan membuat khasiat jahe kurang optimal. Sepengalaman Yayuk, jahe hasil budidaya dengan media gembur dan asupan pupuk optimal memiliki khasiat lebih optimal dibandingkan jahe liar. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img