Sunday, August 14, 2022

Jalan Menuju Ketahanan Pangan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Saat ini padi hibrida ditanam di lahan seluas 15-juta hektar. Jumlah itu separuh dari total penanaman padi di seluruh China. Hasil produksinya minimal 1,5 ton lebih tinggi dibandingkan padi biasa. Ada beberapa program penunjang yang membuat China sukses menerapkan konsep pengembangan padi hibrida dalam 20 tahun terakhir ini.

Apa program dan kebijakan pemerintah China untuk berswasembada beras? Wartawan Trubus Vina Fitriani dan Nesia Artdiyasa menemui ahli padi hibrida China, Dr Xu Weijun. Doktor alumnus sebuah universitas di China itu, memberikan pelatihan budidaya padi hibrida pada 40 orang tenaga ahli pertanian di Karawang, Jawa Barat. Wakil presiden Research Development SL Agritech, salah satu perusahaan benih padi hibrida, itu juga berkiprah di International Rice Research Institute, Filipina. Pekerjaannya di Los Banos itu membuahkan hasil varietas padi hibrida baru, SL-8. Berikut petikannya.

Kapan China pertama kali meneliti padi hibrida dan apa latar belakangnya?

Penelitian dan penggunaan padi hibrida di China sudah dimulai sejak 20 tahun lalu. Pada 1971 dilakukan pertemuan beberapa ahli dalam konferensi penggunaan padi hibrida. Hal itu dilatarbelakangi keberhasilan teori heterosis atau penyilangan dua genetik berdekatan sehingga menghasilkan generasi superior. Selain itu, juga dipacu oleh keberhasilan swasembada jagung hasil penemuan jagung hibrida di Amerika Utara. Lantaran makanan pokok penduduk China adalah nasi, para ahli setuju untuk meningkatkan penelitian di bidang padi hibrida.

Siapa yang menemukan padi hibrida? Apakah temuan itu langsung diterima oleh masyarakat?

Yang pertama kali menemukannya adalah Yuan Long Ping pada 1974. Kemudian ia ditetapkan sebagai bapak padi hibrida. Masyarakat langsung menerima lantaran pemerintah meyakinkan produksi akan meningkat tajam dengan waktu lebih cepat.

Pemberian subsidi skala besar pun diberikan agar kebutuhan petani untuk biaya produksi terpenuhi. Contoh di Provinsi Yuanyang, petani mendapatkan varietas padi hibrida pertama sayou 63 dan diyou 73 secara gratis dari pemerintah. Potongan harga terhadap pembelian pupuk pun diberlakukan dan disediakan tenaga ahli untuk konsultasi.

Benarkah penggunaan padi hibrida memerlukan lebih banyak pupuk kimia?

Itu tergantung pada tempat penanamannya. Pada dasarnya, menanam padi hibrida memang memerlukan tanah bernitrogen tinggi, tetapi jumlahnya hampir mirip dengan kebutuhan pupuk padi inbrida. Jika padi inbrida butuh 300 kg urea/ha; padi hibrida membutuhkan 350 kg/ha. Cuma, produktivitas padi hibrida jauh lebih tinggi.

Sekarang perusahaan Anda membuat jenis padi hibrida baru di Filipina?

Ya, karena Filipina termasuk negara yang potensial untuk pengembangan padi hibrida. Selama ini negara itu selalu mengimpor beras. Makanya harga beras 10% lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Asia lainnya. Kebutuhan beras Filipina semakin meningkat dengan laju peningkatan penduduk yang mencapai 2% per tahun. Pada 2020, minimal volume produksi mesti 40-50% lebih tinggi untuk menunjang kebutuhan berasnya.

Kapan Pemerintah Filipina memulai penanaman padi hibrida?

Sejak 1998, pemerintah Filipina mengadaptasikan teknologi padi hibrida dari China dan mengaplikasinya pada 2001. Programnya disebut Gloria Macapagal Arroyo Rice atau GMA Rice Program. Selanjutnya pada 2002 mengimplementasikan program baru yang disebut hybrid rice commercialization program (HRCP). Tujuannya menyebarluaskan benih padi hibrida untuk meningkatkan produktivitas serta memacu lapangan kerja di pedesaan.

Bagaimana mempromosikan padi hibrida ke masyarakat?

Awalnya masyarakat memang tidak mengerti tentang padi hibrida, tetapi pemerintah gencar melakukan kampanye. Kampanye secara besar-besaran melalui televisi, radio, media cetak, dan juga internet.

Setidaknya ada 8 jenis padi hibrida mulai dikembangkan di Filipina. Paling tidak melibatkan 73.000 petani dan 5.000 ahli pertanian pada pengembangannya. Hasilnya, pada musim hujan 2003 terjadi peningkatan luas penanaman padi hibrida. Sebelumnya hanya 25.232 ha menjadi 56.802 ha dengan produktivitas rata-rata 6 ton/ha dan total produksi mencapai 216.351 ton.

Selain itu, apakah Filipina juga memberikan subsidi keuangan?

Pemerintah memberikan kemudahan pinjaman kredit produksi, pemotongan harga benih dan pupuk. Selain itu pemerintah juga menetapkan harga jual gabah padi hibrida lebih tinggi dibandingkan dengan gabah biasa. Beras hibrida sebagai beras premium dengan harga Phil$5 atau setara Rp750 lebih tinggi dibandingkan harga beras biasa.

Bagaimana prospek padi hibrida di Indonesia?

Padi hibrida di Indonesia, sama seperti di China dan Filipina. Ia menjadi jawaban atas kurangnya pasokan beras sehingga selalu impor. Sudah banyak sekali jenis padi hibrida yang beredar. Sekarang tinggal kebijaksanaan pemerintah Indonesia untuk memacu tingkat produksi padi. Jangan sampai mutu padi hibrida yang beredar di masyarakat mengecewakan sehingga petani tak lagi percaya dan enggan menanamnya.***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img