Friday, August 19, 2022

Jamur Abadi dari Dalam Tanah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Fumimaru Mayuzumi memanfaatkan kayu oak sebagai pengganti baglog. Di Indonesia, pekebun jamur-termasuk ling zhi-menggunakan serbuk gergaji sebagai media tanam. Namun, pria 45 tahun itu menggunakan gelondongan pohon anggota famili Fagaceae. Pohon itu dipilih lantaran populasinya terbanyak di Jepang. Yang lebih penting sebetulnya oak tak memiliki zat alelopati yang mengancam miselium jamur.

Oak Quercus sp memang mudah sekali ditumbuhi jamur seperti ling zhi Ganoderma lucidum. Sporanya yang hidup dalam tanah akan menginfeksi akar oak dan berujung pada kematian. Untuk membudidayakan ling zhi, Fumimaru menggabungkan 4-5 potongan kayu dengan cara mengikatnya. Tujuannya agar potongan-potongan kayu itu tetap menempel satu sama lain. Jarak antargabungan kayu 40 cm. Total jenderal terdapat 3.750 gabungan kayu oak dalam 1 kumbung seluas 10 kali lapangan voli.

Steam tanah

Pekebun yang tinggal di Kota Gunma, 2 jam bermobil dari Tokyo, itu lalu menginokulasi bibit ling zhi. Sebelumnya ia mensterilkan kayu-kayu itu dengan memanaskan dalam otoklaf selama 6 jam. Tekanan otoklaf 1 atmosfer. ‘Agar tak ada mikroba yang menempel,’ katanya kepada wartawan Trubus, Imam Wiguna pada ujung musim gugur yang dingin itu. Ia kemudian meletakkan potongan-potongan oak di atas nampan 40 cm x 50 cm beralas plastik.

Setelah menebar bibit, Mayuzumi cekatan membungkus potongan oak dengan plastik. Potongan-potongan kayu berselimut plastik itu ditempatkan di ruang khusus selama 2 pekan. Ruangan itu mirip laboratorium. Ukurannya 2 kali lapangan voli. Ia mempertahankan suhu ruangan maksimal 22oC dan kelembapan 70%. Dalam kondisi seperti itu miselium jamur tumbuh optimal. Pekebun murah senyum itu menginokulasi hanya ketika musim semi.

Dalam 14 hari, sekujur kayu penuh miselium berwarna putih. Itu pertanda bibit yang disebarkan tempo hari sudah tumbuh. Dari situlah ia kemudian memboyong media tanam ke kumbung untuk dikuburkan sedalam 10-15 cm. Sebelumnya, Mayuzumi sudah memanaskan pasir-pasir itu dalam oven bersuhu di atas 90oC. Tanah suci hama itu hanya berperan sebagai selimut guna menjaga suhu dan kelembapan. Oleh karena itu ia 2 kali menyemprotkan air ketika musim panas tiba. Di luar kumbung, suhu merambat hingga 32oC. Efeknya, suhu dalam kumbung pun meningkat.

Trik lain, ia memasang 2 lembar jaring peneduh 65% sebanyak dua lembar. Jaring itu dipasang di atap dan dinding kumbung. Setelah 4 bulan, ling zhi muncul ke permukaan tanah pasir itu. Setahun kemudian jamur ajaib itu siap panen. Biasanya pemanenan dilakukan pada musim panas dengan cara menggunting tangkai daun. Batang oak hanya digunakan sekali saja. Karena saat panen, kayunya hancur.

Sukoharjo

Nun di Sukoharjo, Jawa Tengah, Pardjimo juga membudidayakan jamur kehidupan itu. Ling zhi diperbanyak dalam kumbung 9 m x 29 m. Dinding kumbung terbuat dari bilik bambu berlapis plastik transparan tebal. Untuk menjaga kelembapan, Parjimo menyemprot lantai minimal 3 kali sehari saat musim kemarau. ‘Kalau musim hujan, cukup disemprot sehari sekali,’ kata mantan kepala desa itu. Maklum saja, Sukoharjo di dataran rendah-sekitar 100 m di atas permukaan laut-sehingga kelembapan sangat rendah.

Pardjimo membudidayakan anggota famili Polyporaceae itu dalam baglog berukuran 35 cm. Media tanam serbuk gergaji kayu jati dari Magelang dan Boyolali. Menurut Agung Hidayanto, pekebun jamur di Blitar, Jawa Timur, budidaya ling zhi sebaiknya menggunakan kayu. ‘Ling zhi sangat banyak menyedot nutrisi sehingga media gampang sekali habis,’ katanya. Oleh karena itu ia memilih jenis kayu kuat seperti jati atau meranti.

Sebagai tambahan nutrisi, Agung memberikan bekatul dan kapur sebagai penetral pH. Komposisi antara serbuk kayu, bekatul, dan kapur adalah 2:1:1. Astrid Sunarti di Lembang, Bandung, yang juga mengembangkan ling zhi mempasteurisasi baglog sebelum inokulasi. Media dipanaskan pada suhu 100°C selama 7 jam. Setelah dingin, barulah pekebun menginokulasikan bibit. Baglog-baglog itu lantas ditata di kumbung.

Populasi satu kumbung 4.000 baglog yang tertata rapi di atas 20 rak setinggi 2 m. Empat bulan setelah inokulasi, jamur berbentuk kipas itu siap panen. Cirinya warna cokelat tua dan bentuknya penuh. ‘Jamur yang masih muda biasanya tepiannya masih berwarna putih,’ kata Pardjimo. Pria 55 tahun itu menuai 3 kuintal ling zhi kering dari 3 kumbung miliknya. Jamur-jamur itulah yang ia pasarkan sebagai penawar sakit. (Lani Marliani/Peliput: Ari Chaidir, Argohartono, & Imam Wiguna)

Previous articleEksplorasi Bangka
Next articleBahan Bakar dari Limbah
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img