Thursday, August 11, 2022

Jamur Dewa Atasi Tumor

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Harap mafhum, ketika itu pada Juni 2007 punggung Yayuk Sri Rahayu bagai terpanggang bara api. Ia menahan panas luar biasa hingga tidur pun tak nyenyak. Sumber penderitaan besar itu hanya setitik kecil. Bentuknya persis jerawat, tetapi ketika disentuh sakit bukan main. Gara-gara benjolan mungil itu, Yayuk Sri Rahayu tak mampu tidur telentang. Sebentar miring ke kiri, lalu ke kanan.

Namun, bukan itu siksaan yang ia rasakan. Sejak sebuah benjolan muncul di pungggungnya, perempuan kelahiran 1978 itu kerap merasa lelah. Yayuk Sri Rahayu menduga benjolan itu hanya jerawat biasa. Dua-tiga hari juga akan hilang, batinnya. Dugaannya keliru. Benjolan itu tetap bertahan, bahkan kian membesar seukuran ibu jari tangannya. Itu terjadi 3 bulan sejak munculnya benjolan.

Sirna

Seiring dengan membesarnya ukuran ‘jerawat’ itu, nyeri dan panas yang ia rasakan juga kian meningkat. Oleh karena itu ia bergegas ke rumahsakit untuk mengetahui pangkal penyebab benjolan di punggung. Dokter di sebuah rumahsakit di Jakarta Pusat mendiagnosis, benjolan itu adalah tumor. Keruan saja Yayuk Sri Rahayu kaget dan terpukul. Ia tak pernah menyangka ‘jerawat’ itu sebuah tumor jinak.

Kesedihannya kian memuncak ketika dokter hanya memberi sebuah opsi: operasi untuk mengangkat tumor. Artinya, tak ada jalan penyembuhan lain. Di tengah kebimbangan itu, temannya menganjurkan

agar ia mengkonsumsi ramuan jamur ling zhi. Jamur Ganoderma lucidum itu sudah banyak terbukti menyembuhkan pasien kanker dan tumor. Semula Yayuk memang ragu, tetapi ketika teringat saran dokter agar ia operasi, tekadnya bulat untuk mengkonsumsi ling zhi.

Ia merebus sendiri 20 gram potongan tudung jamur ling zhi dalam 2 gelas air. Dengan api kecil, ibu dari seorang anak itu merebusnya hingga mendidih dan air tersisa segelas. Setelah dingin, ia menyaringnya dan meminumnya 2 kali sehari masing-masing setengah gelas. Efek jamur anggota famili Polyporaceae itu mulai terasa 3 hari kemudian. Intensitas nyeri dan panas di punggungnya kian berkurang.

Yayuk senang mendapat perubahan signifikan itu. Itulah sebabnya ia melanjutkan konsumsi rebusan jamur ling zhi. Dosisnya juga tetap sama, masing-masing setengah gelas 2 kali sehari. Sepekan berselang, ia meraba benjolan itu. Teksturnya melembek ketimbang sebelum ia mengkonsumsi ling zhi. Ketika itu tekstur benjolan terasa keras ketika ia mengusapnya. Saat itulah harapan kesembuhan menggelora.

Perubahan spektakuler ia rasakan setelah 14 hari mengkonsumsi ling zhi: benjolan itu hilang sama sekali. Tak yakin dengan rabaan tangan kanannya, ia minta tolong sang adik untuk melihat benjolan itu.

Jawaban sang adik sama: benjolan itu hilang. Yayuk memang belum memeriksakan diri ke dokter sejak benjolan itu sirna. Ia merasa nyaman karena tak lagi nyeri dan panas.

Germanium

Hilangnya tumor dari punggung Yayuk antara lain berkat germanium dalam jamur ling zhi. Kadarnya mencapai 800-2.000 ppm. Menurut dr Ekky M Rahardja SpGK germanium ampuh mengatasi tumor dan kanker. ‘Perpaduan germanium dan polisakarida mencegah pertumbuhan sel tumor dan meningkatkan sistem imun tubuh,’ ujar dokter spesialis gizi klinis itu.

Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, ‘Konsumsi ling zhi secara teratur merangsang produksi interferon serta interleukin I dan II,’ ujar dokter alumnus Universita’ Degli Studi Padova itu. Interferon dan interleukin yang secara alamiah diproduksi tubuh bermanfaat sebagai antikanker. Produksinya kian meningkat jika seseorang mengkonsumsi ling zhi.

Secara tidak langsung ling zhi yang mengandung polisakarida 1,3-D-glukan dan beta-1,6-D-glukan juga bersifat antitumor yang kuat. ‘Polisakarida itu juga dapat memperkuat makrofag, sel-sel kekebalan tubuh yang penting untuk melawan bakteri, virus, dan cendawan,’ kata Paulus. Pada sebuah riset, Cao QZ membuktikan ekstrak ling zhi memang antitumor.

Ia menginduksi sel tumor sarkoma 180 pada mencit. Ia memberikan dosis berbeda untuk setiap kelompok percobaan: 50 mg, 100 mg, dan 200 mg per kilogram bobot tubuh mencit. Persentase penghambatan masing-masing adalah 35,2%, 45,2%, dan 61,6%. Bukti ilmiah yang sahih itu sejalan dengan pengalaman empiris yang dialami Yayuk Sri Rahayu. Berkat herba dewa-sebutan untuk ling zhi-ia terbebas dari tumor. (Faiz Yajri/Peliput: Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img