Thursday, December 8, 2022

Jawara Adu Molek

Rekomendasi

Best in show di kontes sansevieria Medan, tanaman kompak dan sehatKanlayensis dua kali berturut-turut meraih gelar best in show pada kontes sansevieria di Medan, Sumatera Utara.

Penampilan lidah mertua itu memang luar biasa. “Tanaman tetap prima, susunan daun seimbang meski umurnya sudah tua dan hampir tak dijumpai penyakit,” kata Syah Angkasa, juri asal Jakarta. Pemilik kanlayensis itu, M Fahrial Farid, memang merawat secara maksimal. Pehobi di Medan, Sumatera Utara, sejak 2008 itu menganggap sansevieria seperti anak sendiri yang perlu diberi makan.

Fahrial rutin memberikan vitamin dan menyemprotkan pestisida kepada lidah mertua secara berseling. Pada pekan pertama ia menyemprotkan bakterisida, pekan kedua fungisida, pekan ketiga insektisida, dan pekan keempat vitamin B1. Dosis pestisida dan pupuk sesuai anjuran dalam kemasan. Ia menyemprotkan vitamin dan pestisida itu pada seluruh daun dan media pada malam hari. “Biar daunnya tidak panas,” kata Fahrial.

Bonsai

Fahrial dan istri, Paula Meinara Crysnawati, serius merawat kanlayensis sejak tanaman hias itu meraih gelar best in show pada kontes di Medan 2 tahun silam. Ia meletakkan kanlayensis di tengah taman. Sansevieria lain mengelilinginya sehingga daun kanlayensis tidak pernah tersenggol. Fahrial membuang setiap anakan atau daun yang tumbuh melenceng agar sosok tanaman membulat.

awara utama round leaf tunggal di Medan, tinggi tanaman 1,5 mJuara 2 utama round leaf tunggal di Medan, bentangan daunnya mencapai 1,5 mDengan perawatan itu wajar bila kanlayensis meraih gelar terbaik pada kontes sansevieria yang berlangsung di Medan pada 19-20 Juni 2012. Pada kontes itu sansevieria lain miliknya menyabet 3 gelar jawara-round leaf majemuk, flat leaf majemuk, dan hibrida-dari 10 kategori yang dilombakan. “Kami hanya menurunkan tanaman yang kondisinya prima, karakter tanaman keluar, susunan daun kompak, dan pot sesuai dengan tanaman,” ujar Paula.

Pantas juri dari Jakarta, Ir Sentot Pramono, takjub melihat penampilan peserta kontes sansevieria di Medan. Lihat saja sansevieria samurai yang meraih juara ke-2 kategori round leaf tunggal. Bentangan daun mencapai 1,5 m. Selain bersosok besar, kondisi tanaman juga prima. “Artinya hobiis di Medan benar-benar merawat tanamannya,” ujar Sentot.

Total jenderal 151 peserta unjuk penampilan pada kontes sansevieria pada acara Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) 2012 di Medan. Di acara dan waktu yang sama juga berlangsung kontes nasional bonsai. Bonsai lohansung milik Tongariodjo Angkasa menjadi jawara kelas regional. Tanaman seinggi 102 cm itu unggul dari 129 peserta lain. Menurut Hatra Oskahar, ketua juri, lohansung istimewa karena batang meliuk alami, umumnya lurus. “Batangnya juga besar, padahal pertumbuhan lambat. Perakaran menjari atau keliling,” kata Oskahar.

Anting putri koleksi A Kai, penampilan cantik karena ada kembang, akar menjari, dan sosoknya mirip pohon dewasa yang alamiSementara anting putri milik A Kai meraih gelar terbaik di kelas madya dengan nilai 333,33. Penampilan tanaman setinggi 78 cm itu amat elok karena, “Ada  kembang, akar menjari atau keliling, dan sosoknya mirip pohon dewasa yang alami. Tanaman juga sangat sehat,” kata Oskahar.

Bandung

Selain di Medan, kontes Parahyangan Bonsai Festival 2012 juga berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada pertengahan Mei 2012. Lomba terbagi dalam 5 kelas: bintang, utama, madya, regional, dan proses. Pada kontes itu untuk pertama kali kelas bintang yang paling bergengsi dibuka di Bandung. Peserta kelas bintang hanya bonsai yang meraih minimal 3 kali peringkat sangat baik di kelas utama pada kontes-kontes sebelumnya.Best in show kelas utama di Bandung, susunan daun nyaris sempurna

Oleh karena itu kualitas para peserta hampir merata. Para juri memberi bendera emas pada 13 bonsai dari total 18 peserta. Artinya, penampilan bonsai itu prima dan tetap konsisten keindahannya. Harap mafhum di kelas bintang memang tak ada jawara. Adapun di kelas utama, cemara udang Casuarina equisetifolia meraih gelar tertinggi. Akar besar kokoh mencengkeram bumi. Susunan daun nyaris sempurna. Semua itu berpadu serasi dengan batang pokok yang seirama dengan cabang dan ranting. “Sang juara itu sempurna,” ungkap Maya Rusmayadi, koordinator juri.

Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT, menancapkan pita juara pada jawara ke-2 kategori variegata utama“Saya mempersiapkan bonsai itu sejak 12 tahun lalu untuk mengikuti berbagai kontes,” ujar pemilik cemara udang, Henky Wahyu. Itu gelar best in show kedua si cemara udang. Gelar sebelumnya diraih pada kontes bonsai di Yogyakarta. “Target selanjutnya meraih gelar yang sama di kontes berikutnya sehingga untuk ke depannya dapat bersaing di kelas bintang,” kata pehobi bonsai sejak 1995 itu.

Para peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Kepulauan Riau, Bandung, Garut, Cirebon, Jakarta, Semarang, Ponorogo, Sidoarjo, Malang, dan Makassar. Bahkan 2 bonsai asal Taiwan ikut berlaga di kelas regional. “Total peserta mencapai 471 bonsai,” ujar Darius K S, ketua panitia.Juara 1 variegata small di Surabaya, kuning hampir di seluruh daun

Surabaya

Dua pekan sebelum kontes lidah mertua di Medan, berlangsung kontes sansevieria dan aglaonema di Lapangan Parkir Maspion Square,  Surabaya, Jawa Timur. Penyelenggara kontes Dinas Pertanian Kota Surabaya bekerja sama dengan Kampoeng Sanse Soerabaja dan Jogoloyo Sanse Community. Tercatat 147 peserta dari berbagai daerah seperti Surabaya, Madiun, Sidoarjo, Nganjuk, Probolinggo-semua di Jawa Timur, Solo, Kudus (Jawa Tengah), dan Tangerang (Banten).

Sansevieria koleksi Bambang asal Madiun sebagai jawara di kategori round leaf majemuk. “Tanaman matang dan pertumbuhan daun stabil dari kecil ke besar. Untuk membentuk tanaman seperti itu butuh waktu sekitar 5 tahun asal tanaman berdaun 5,” kata Sentot Pramono, seorang juri. Sementara pada kategori variegata utama, sansevieria eritrea milik Agasi asal Kudus menjadi kampiun. “Kualitas warnanya bagus, ngejreng dengan pola variegata bergaris-garis,” kata Jojok Dwi Tjahyono, juri asal Surabaya.

Kampiun variegata utama di Surabaya, warna veraiegata ngejreng dengan pola garis-garisEritrea mengalahkan personii milik H Shohifin dari Wonosobo yang meraih jawara kedua. “Sosoknya bagus, tapi warnanya kalah ngejreng dengan juara pertama. Pola tumbuh daun juga tidak stabil,” tambah Jojok. Adapun kontes aglaonema pada saat bersamaan hanya diikuti oleh 22 peserta. Sri rejeki koleksi Alex sebagai jawara di kategori merah majemuk dan sri rejeki milik Bangkit menyabet juara satu di kategori merah tunggal. “Daun mulus tak ada yang cacat,” kata Heru Susanto, juri asal Malang. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Riefza Vebriansyah dan Syah Angkasa)

 

Juara satu utama round leaf majemuk di Surabaya,  tanaman matang dan pertumbuhan daun stabil dari kecil ke besar. Untuk membentuk tanaman seperti itu butuh waktu 5 tahun asal tanaman berdaun 5Keterangan Foto :

  1. Best in show di kontes sansevieria Medan, tanaman kompak dan sehat
  2. Jawara utama round leaf tunggal di Medan, tinggi tanaman 1,5 m
  3. Juara 2 utama round leaf tunggal di Medan, bentangan daunnya mencapai 1,5 m
  4. Best in show di kontes sansevieria Medan, tanaman kompak dan sehat
  5. Kampiun variegata utama di Surabaya, warna veraiegata ngejreng dengan pola garis-garis
  6. Juara satu utama round leaf majemuk di Surabaya,  tanaman matang dan pertumbuhan daun stabil dari kecil ke besar. Untuk membentuk tanaman seperti itu butuh waktu 5 tahun asal tanaman berdaun 5
  1. Anting putri koleksi A Kai, penampilan cantik karena ada kembang, akar menjari, dan sosoknya mirip pohon dewasa yang alami
  2. Best in show kelas utama di Bandung, susunan daun nyaris sempurna
  3. Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT, menancapkan pita juara pada jawara ke-2 kategori variegata utama
  4. Juara 1 variegata small di Surabaya, kuning hampir di seluruh daun

10.  Juara 1 kategori merah majemuk, sosok tanaman kompak

 

 

Juara 1 kategori merah majemuk, sosok tanaman kompak

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img