Monday, August 8, 2022

Jawara Kontes Paris Jawa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Serama koleksi Dorry Zachry, Kamasutra, meraih gelar best of the best (BOB) saat kontes di Bandung, Jawa Barat.
Serama koleksi Dorry Zachry, Kamasutra, meraih gelar best of the best (BOB) saat kontes di Bandung, Jawa Barat.

Kontes serama dan pelung nasional melahirkan para kampiun baru.

Musik mengiringi Kamasutra yang melenggak-lenggok di panggung. Selama hampir 5 menit serama klangenan Dorry Zachry itu terus beraksi. Juri mengganjar aksi serama berumur 9 bulan itu dengan gelar best of the best (BOB). “Ini adalah gelar BOB kedua Kamasutra,” ujar Dorry. Menurut, juri kontes, Eka Andry D W, persaingan memperebutkan BOB cukup sengit. Kedua finalis beradu pose menunjukkan kecantikannya.

Pertarungan sengit juga terlihat saat menentukan anakan terbaik atau best of chiks (BOC) saat mengikuti kontes serama nasional di halaman kantor Radio Republik Rakyat Indonesia (RRI) Bandung, Jawa Barat, 6 September 2015. Kinanti mendapatkan gelar BOC setelah unggul dari pesaingnya. Serama koleksi Debby Dwi Hartandi itu lebih aktif dan ceria saat tampil di hadapan dewan juri.

Gombong, pelung tercantik koleksi Abay dari Cianjur menjadi juara kesatu kategori penampilan.
Gombong, pelung tercantik koleksi Abay dari Cianjur menjadi juara kesatu kategori penampilan.

Perawatan
Menurut Deby stamina kunci agar ayam berpenampilan terbaik. Itulah sebabnya Deby rutin memberikan multivitamin menjelang lomba. Sepekan sebelum lomba Deby memandikan Kinanti dengan sampo khusus agar bulunya terlihat lebih mengilap. Empat hari kemudian ia memberikan vitamin berupa jamu racikan sendiri. Pehobi sejak 2010 itu juga menjemur serama minimal sejam per hari pada pagi hari untuk meningkatkan kualitas fisik ayam.

Dorry melakukan perawatan yang sama. Perawatan lain memisahkan ayam jantan dan betina untuk mencegah kopulasi sehingga kondisinya prima. Pehobi dari Jakarta itu memberikan pakan berupa campuran vur, jagung halus, dan beras merah. Perawatan optimal salah satu kunci memenangi persaingan ketat. Harap mafhum kontes nasional itu diikuti oleh 300 serama dari berbagai kota.

Herkules, pelung berbobot 7, 15 kg koleksi Yudi Suhendar.
Herkules, pelung berbobot 7, 15 kg koleksi Yudi Suhendar.

Ketua panitia kontes, Deddy Chris, terkejut dengan antusiasme para pencinta serama. Dari 18 komunitas—antara lain Jakarta Team, Serama Depok Bekasi Bogor (Serdebbo), KSC Cirebon—memeriahkan kontes yang menyelenggarakan 18 kelas. Dalam kontes itu tim Serdebbo menjadi tim terbaik. “Alhamdulillah secara akumulatif nilai tim kami paling tinggi,” ujar Ikhwan, anggota tim Serdebbo.

Secara keseluruhan kontes berlangsung menarik dan sukses. Serama yang tampil berkualitas dan menjadi perwakilan terbaik dari wilayahnya. Pada saat yang sama juga berlangsung kontes ayam pelung memperebutkan piala rektor Universitas Padjadjaran 2015 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Itu kontes tahunan kerja sama Universitas Padajajaran dan Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia (HIPPAPI).

Panitia menyediakan tiga kategori, yakni suara, bobot, dan penampilan. Dari 175 ayam pelung dari berbagai kota seperti Bandung, Banten, dan Jakarta hanya 50 ayam yang mengikuti kontes kategori suara. Babak final yang memperebutkan juara kategori suara paling menarik perhatian penonton. Waktu penilaian berlangsung 45 menit ternyata belum cukup untuk para juri menilai keindahan suara ayam asal Cianjur, Jawa Barat.

Bobot
Tim juri pun meminta tambahan waktu selama 10 menit sampai akhirnya semua pelung mendapatkan nilai. Setelah melewati babak final, Agen, pelung koleksi Jang Uyung menjadi juara pertama kategori suara. Suara yang bervolume tinggi, bertekanan, licin, dan penempatan cengkok yang pas menjadikan juri menobatkan Agen sebagai juara pertama dari 20 finalis lainnya.

Herkules, pelung berbobot 7, 15 kg koleksi Yudi Suhendar.
Herkules, pelung berbobot 7, 15 kg koleksi Yudi Suhendar.

“Ada beberapa komponen penilaian suara, seperti suara awal, tengah, akhir, irama, dan keserasian,” ujar juri senior kontes pelung, Muhammad Tohor. Menurut Muhammad keunikan suara pelung terjadi karena beberapa perlakuan seperti pemberian pakan. Oleh karena itu juara kategori suara pada kontes pelung lebih banyak dibandingkan kategori juara lain, seperti kategori bobot dan penampilan.

Serama koleksi Debby Dwi Hartandi, Kinanti, menjuarai kelas best of chicks.
Serama koleksi Debby Dwi Hartandi, Kinanti, menjuarai kelas best of chicks.

Di kategori bobot, Herkules sukses menyabet gelar juara pertama. Pelung koleksi Yudi Suhendar itu berbobot 7,15 kg. Yudi mengatakan tidak ada makanan khusus yang diberikan kepada pelung berusia 1,5 tahun itu. “Hanya dedak, campuran vur, tomat, pisang, dan jeruk yang diperas,” ujarnya. Pelung koleksi Endang dari Garut, Bedu berbobot 6,99 kg meraih juara kedua; Murabaya (koleksi Asep Rahmat dari Bandung) berbobot 5,20 kg menjadi juara ketiga.

Pada kategori penampilan, Gombong—ayam koleksi Abay dari Cianjur menjadi juara pertama. Adapun juara kedua pelung berpenampilan terbaik adalah Tegep–koleksi Dadang. Bomber koleksi Bagja menjadi juara ketiga. “Dalam menilai penampilan harus teliti, seperti pada bagian ekor walaupun terlihat bagus dengan juntaian melengkung yang sempurna, tetapi kalau tidak ada ekor utama atau helaian bulu terpanjang tetap dibilang jelek,” ujar Ir Dani Garnida, MS.

Tim Serdebbo menjadi tim terbaik.
Tim Serdebbo menjadi tim terbaik.

Menurut dosen Fakultas Perernakan, Universitas Padjadjaran itu penampilan pelung dibagi menjadi beberapa bagian, seperti bentuk kepala, tubuh, ekor, bulu, dan kaki. Bagian kepala seperti jengger harus berwarna merah dengan gerigi dan lekukan ke bawah yang bagus. Warna hitam sekujur tubuhnya merupakan warna yang paling bagus, sedangkan hitam merah dan hitam kuning keemasan berada di tinggat bawahnya. (Muhamad Fajar Ramadhan & Ian Purnama Sari)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img