Wednesday, February 8, 2023

Jelang Nataru, Ini Cara Pemerintah Mengantisipasi Kenaikan Permintaan Bahan Pangan

Rekomendasi

Trubus.id — Berbagai cara dilakukan pemerintah guna mengantisipasi kenaikan permintaan bahan pangan, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggencarkan Gelar Pangan Murah (GPM) di seluruh daerah.

Kegiatan GPM menjadi langkah aksi yang dilakukan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan khususnya komoditas pangan yang berpotensi mengalami kenaikan cukup signifikan dan berkontribusi pada kenaikan inflasi.

Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), menyatakan, pihaknya akan terus menggencarkan Gelar Pangan Murah di seluruh daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

“Ini wujud kehadiran pemerintah dalam mengendalikan pasokan dan menstabilkan harga pangan, masyarakat dapat berbelanja bahan pangan di Gelar Pangan Murah ini dengan harga yang terjangkau,” kata Arief, dikutip dari laman Badan Pangan Nasional.

Kegiatan Gelar Pangan Murah akan digelar di sejumlah lokasi, dengan titik fokus di wilayah yang mayoritas warganya merayakan Nataru seperti Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta daerah barometer inflasi di 90 kabupaten/kota di 34 provinsi. Selain itu, difokuskan di wilayah tujuan wisata, seperti Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB.

GPM yang dilakukan NFA ini berkolaborasi dengan berbagai pihak antara lain Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Perum Bulog, ID FOOD, Petani/Peternak/Asosiasi, dan Pelaku Usaha Pangan.

Dalam pelaksanaan GPM ini akan disediakan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau di bawah harga pasar. Hal tersebut sesuai dengan target dan sasaran pelaksanaan GPM yakni masyarakat kelompok rumah tangga.

Hingga November 2022, GPM telah digelar di 125 titik di 25 provinsi dan 56 kabupaten/kota. Ke depannya akan terus ditingkatkan dengan target volume penyaluran mencapai 5.850 ton, yang terdiri atas berbagai komoditas seperti beras, cabai, daging sapi, telur, dan minyak goreng.

Tercatat sampai November 2022, NFA telah memfasilitasi pengiriman jagung dari NTB ke dan Jateng ke wilayah peternak di Jatim dan Jateng mencapai 3,5 ton, mobilisasi sapi hidup ke Jabodetabek sebanyak 1.405 ekor, fasilitasi cabai dari Sulsel ke Pasar Induk Kramat jati sebanyak 79,3 ton, dan pengiriman bawang merah dari Bima ke Palembang, Temanggung, dan Bangka sebanyak 44,1 ton, fasilitasi distribusi daging ayam ras beku dari Jatim ke Kaltara sebanyak 32 ton, dan memfasilitasi penyerapan live bird oleh BUMN pangan dan perusahaan integrator mencapai 221 ribu ekor.  

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan produk pangan dari produsen (petani, peternak dan nelayan) sehingga menjaga semangat untuk tetap berproduksi. Selain itu, sebagai langkah pengendalian inflasi mengingat pangan berkontribusi signifikan terhadap laju inflasi.

Selain menggencarkan bazar pangan murah dan memobilisasi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sebagai bagian dari extra effort pengendalian inflasi, NFA juga memonitoring secara ketat ketersediaan pasokan dan harga pangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen serta penetapan harga acuan di tingkat produsen dan konsumen untuk komoditas jagung, telur, dan daging ayam.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img