Monday, August 8, 2022

Jitu Atasi Hama Tebu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Cara terpadu kendalikan hama tebu.

Pengendalian hama dapat meningkatkan prduktivitas tebu.
Pengendalian hama dapat meningkatkan prduktivitas tebu.

Di balik keberhasilan pengembangan tebu lahan kering di Indonesia terselip masalah. Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi ganjalan karena mengurangi produksi 10—50%. Di wilayah kerja Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, beberapa OPT yang menyerang tebu adalah penggerek batang Chilo sp, penggerek pucuk Scirpophaga sp,uret Lepidiota stigma, dan tikus.

Padahal untuk mencapai swasembada gula, peningkatan produksi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan sebuah keharusan. Itulah sebabnya pengendalian hama hal wajib. Pekebun pun harus paham cara pengendalian sebelum mulai menanam sehingga ketika muncul gejala serangan mereka bisa bertindak sebelum mencapai ambang ekonomi. Upaya penanggulangan hama harus cocok dengan ekosistem lahan dan budaya petani agar efektif.

Manfaat tabuhan
Salah satu upaya pencegahan agar serangan tidak sampai fatal dengan memperkuat tanaman. Contohnya menggunakan pupuk hayati mikoriza yang memperluas serapan akar sehingga tanaman cenderung toleran kekeringan, lebih hijau, dan subur. Aplikasi mikoriza pada fase bibit meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan jumlah anakan, serta memperbesar diameter batang tebu. Dosis aplikasi rata-rata adalah 5 g per tanaman.

Hama utama tebu adalah penggerek batang Chilo sacchariphagus. Bila muncul bercak putih yang semakin melebar dan memanjang tidak beraturan di permukaan daun bekas gerekan pertanda Chilo mulai menyerang. Serangan terhadap tanaman berumur 2 bulan berakibat fatal, dapat menurunkan produksi hingga 97%.

Sementara serangan penggerek pucuk Scirpophaga nivella terhadap tanaman berumur 6—7 bulan menyebabkan pertumbuhan terhambat sehingga rendemen berkurang sampai 50%. Gejala serangan terdapat gerekan ke dalam dan mengarah lurus ke bawah pada daun muda yang belum terbuka. Hama lain yang menjadi momok sejak dekade 1970-an adalah uret perusak akar Lepidiota stigma.

Penggerek batang dewasa yang siap reproduksi.
Penggerek batang dewasa yang siap reproduksi.

Serangan uret dapat menurunkan produksi 50%. Gejalanya pucuk layu, menguning seperti kekeringan, dan sebagian mati akibat serangan parah. Untuk mengatasi hama penggerek, ada beberapa cara menekan populasi langsung secara ramah lingkungan, seperti cara mekanis dengan memungut uret atau larva saat olah tanah. Langkah lain dengan perangkap telur, yaitu membuat lubang berisi bahan organik untuk mengundang kumbang dewasa bertelur.

Lubang perangkap berukuran 1 m3 itu dibuat di beberapa titik di kebun. Cara pengendalian lain dengan musuh alami, seperti tabuhan Trichogramma sp, yang menjadi parasit terhadap telur serangga yang menjadi hama penggerek sehingga dapat mematikan hama sebelum menyebabkan kerusakan.

Pemasangan sarang berisi media Trichogramma sp di lahan tebu berumur 1—4 bulan menekan serangan penggerek sebesar 20%. Dosis pemasangan sebanyak 50—100 sarang per ha dan diganti setiap minggu. Setiap sarang berisi 2.000 individu parasitoid. Ketertarikan serangga terhadap cahaya juga bisa menjadi upaya pengendalian hama dewasa. Pemasangan perangkap jaring di samping lampu penerangan efektif menjebak hama penggerek.

Biji nimba
Periode terbaik untuk memasang perangkap lampu antara November—Desember, saat hama dewasa mulai terbang. Selain penjebak, lampu juga berfungsi untuk memantau fluktuasi kumbang uret L. stigma di lahan. Adapaun pengendalian biologis terhadap uret dengan kombinasi beberapa agen hayati, antara lain cendawan Metarhizium anisopliae isolat L. stigma dengan dosis 10 kg per hektare.

Campurkan cendawan itu dengan kompos yang akan dibenamkan ke lahan agar merata. Cendawan itu menyebabkan uret ditumbuhi miselia hijau. Butuh waktu kurang sebulan sampai uret instar awal mati, sedangkan untuk membunuh instar akhir memerlukan waktu 2—3 bulan. Cendawan mampu bertahan setahun lebih dalam tanah sehingga aplikasinya cukup setahun sekali.

Penggunaan anjing untuk menangkap tikus sangat efektif.
Penggunaan anjing untuk menangkap tikus sangat efektif.

Cara lain pengendalian dengan musuh alami adalah menggunakan nematoda jenis entomopatogen (NEP) Steinernema sp. Masukkan formulasi spon berisi suspensi NEP lalu remas dan masukkan ke dalam gembor untuk dikocorkan di sekitar perakaran tebu. Sehektare lahan memerlukan dosis 20 spons. Aplikasi terbaik yaitu ketika larva uret masih instar awal sehingga memudahkan NEP menemukannya. Akan lebih baik jika aplikasi di musim hujan, kalaupun di musim kemarau perlu melembapkan hingga 2 pekan pascaaplikasi.

Pestisida nabati serbuk biji mimba (SBM) Azadirachta indica dengan dosis 5—10 kg per ha merupakan alternatif lain. Zat azadirachtin dalam mimba sangat beracun terhadap hama dan mampu menghambat pertumbuhan, menghilangkan kemampuan makan, dan menghambat reproduksi. Azadirachtin tidak berbahaya bagi organisme bukan sasaran seperti parasitoid, predator, dan berbagai serangga penyerbuk.

Pengendalian kimiawi dilaksanakan sebagai alternatif terakhir. Penggunaan pestisida dengan bahan aktif BHC, diazinon, atau kuinalfos. Hasil uji insektisida berbahan BHC, diazinon, dan kuinalfos dengan dosis masing-masing 10 gram formulasi per lubang tanam dengan ukuran 1 m x 1 m x 0.6 m dapat menyebabkan kematian uret di kedalaman tanah 10—40 cm sebesar 40%, 22%, dan 18% sesuai urutan bahan aktif di atas.

Tikus
Serangan tikus terhadap tanaman tebu muda merusak batang sehingga daun layu. Sementara pada tanaman tua, tikus merusak pangkal batang di dalam tanah, batang di atas permukaan tanah, dan pucuk tebu. Kerusakan akibat serangan tikus mencapai 20—25%. Petani di dusun Tambakrejo, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Khusaeni, menangkarkan burung hantu untuk menangkap tikus pada 2008.

Setelah cukup umur, ia menempatkan burung hantu dalam rumah-rumahan (pagupon) di sawah dan kebun. Dalam semalam seekor burung hantu mampu memangsa 10—15 tikus walau hanya satu yang dimakan habis. Cara lain mengatasi tikus dengan gropyokan dan penggalian liang-liang tikus dengan bantuan anjing. Lubang tikus biasanya terdapat di pematang, sekitar saluran irigasi, dan sekitar rumpun bambu.

Konsentrasikan di daerah banyak ditemukan liang tikus aktif. Anjing terlatih berburu mampu mendeteksi liang aktif dengan mengendus dan menggali lubang. Selanjutnya gali pematang sampai kedalaman 40—70 cm. Pastikan saat bongkar pematang tidak ada tikus yang lolos dari gropyokan.

Kompor jos dapat digunakan untuk memaksa tikus keluar lubang.
Kompor jos dapat digunakan untuk memaksa tikus keluar lubang.

Perburuan menggunakan anjing sebaiknya dilakukan pada pukul 06.00—10.00. Itu berkaitan dengan kemampuan berburu anjing yang hanya 4—5 jam sehari dengan luasan maksimal 8 ha. Untuk memaksa tikus keluar sarang dapat juga menggunakan pengasapan dengan bom asap berbentuk tabung menggunakan KNO3. Cara lain dengan membakar belerang menggunakan kompor “joss” dan diarahkan ke lubang tikus.

Asap belerang memedihkan sampai membutakan mata tikus, sementara bau menyengat dan panas hasil pembakaran mematikan tikus dalam lubang. Tikus yang mencoba kabur dibunuh dengan tongkat atau parang. Strategi lain, berikan umpan dicampur dengan racun membunuh tikus secara tidak langsung karena bersifat racun lambung. Kelemahannya, tikus bisa bertahan hidup beberapa hari sebelum mati.

Cara membuat umpan dengan mencampur beras lama dengan minyak goreng secukupnya. Minyak goreng berfungsi merekatkan racun. Setelah rata, tambahkan racun tikus secukupnya sehingga warna umpan menjadi biru muda. Jika warnanya terlalu pekat biasanya tikus tidak mau memakannya. Letakkan umpan beracun di dekat lubang. Tutupi umpan dengan sekam agar tidak cepat kering, amati setelah 2—3 hari.

Semua cara di atas akan mencapai hasil terbaik kalau dilakukan secara terpadu (pengendalian hama terpadu, PHT). Selain menguntungkan, pengendalian hama terpadu juga memperbaiki kondisi lingkungan karena paketnya merupakan produk ramah lingkungan. (Erna Zahro’in, peneliti di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan, Surabaya)

Previous articleOmzet Naik 86%
Next articleAtasi Karat Kopi
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img