Monday, August 8, 2022

Juara Itu Kuda Hitam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tak satu pun juri di 4 ring lomba menganugerahi gelar the best championship padanya. Namun, di akhir lomba Rafaello berhasil mengumpulkan poin tertinggi . Ia pun berhak menyandang gelar highest score championship The Biggest International Cat Show in Indonesia 2008.

 

 

Kemenangan kucing berwarna blue mackerel tabby itu sungguh mengejutkan. Pasalnya, dari 4 ring penjurian Rafaello hanya berada di urutan ketiga hingga kelima kategori championship. Di ring 1, penampilan Rafaello ditenggelamkan Commondore’s Veronica of Hugo yang berhasil menyihir Karen Lawrence, juri asal Amerika Serikat.

Kucing berbulu kaliko itu lembut dan sehat, tanda sang empunya telaten merawat klangenannya. ‘Magnificent grooming,’ ujar Karen yang menganugerahi gelar the best championship pada Veronica. Rafaello harus puas di peringkat empat karena Karen menilainya kalah memukau. ‘Meski cantik, ekspresi mata dan performa Rafaello masih kalah dibanding Veronica,’ ujar Karen.

Di ring 2, Rafaello berhasil menduduki peringkat ke-3. Edward Maeda, juri asal Jepang, menilai Rafaello bertemperamen kalem tapi tetap lincah saat diajak bermain. Kelebihan lain, bentuk kepala bulat, hidung pesek, tubuh gempal, dan otot kencang. ‘Very gorgeous sweet cat,’ kata Edward. Namun, Edward memberikan gelar the best championship pada Commodore Andre karena berpenampilan lebih matang. Selain bertubuh pendek, corak dan warna merah-putih di tubuh persia itu mencolok, dan di-grooming dengan baik.

Konsisten

Meski begitu, Rafaello konsisten mempertahankan performanya hingga hari kedua lomba. Di dua ring tersisa, persia umur 5 tahun itu tak pernah terlempar dari urutan lima besar. Makanya, hasil penghitungan poin akhir Rafaello justru lebih tinggi dibanding keempat peraih gelar the best championship. Kemenangan itu juga tak terduga oleh Francisca Indrawati, sang empunya. ‘Kalau tidak dibujuk hobiis lain, tadinya saya enggan membawa Rafaello,’ kata Siska. Itu karena Siska menilai kondisi bulu Rafaello sebelum lomba tidak maksimal.

Sistem penilaian yang mengadaptasi Cat Fancier Association (CFA) di Amerika Serikat itu terbilang baru di Indonesia. Para peserta memperebutkan peringkat 10 besar dalam 4 kelas-championship, kitten, premiership, dan household-yang dilombakan. Di akhir lomba, poin yang terkumpul dijumlahkan untuk mendapat highest score untuk masing-masing kelas.

‘Dengan sistem itu, pemenang poin tertinggi tidak mudah diprediksi,’ ujar Cacang Effendi, panitia lomba. Namun, bila penampilan kucing sangat menonjol, seperti Joleigh’s Kiss My Yoghurt, tak sulit menebak persia milik Ave Lineke, hobiis dari Bandung, itu bakal meraih gelar the highest score premiership. Yoghurt berhasil memborong seluruh gelar the best premiership dari keempat juri. Turun bertanding melawan 6 pesaing lain, Yoghurt tampil percaya diri bermodalkan kepala bulat, dagu kuat, dan hidung pesek. Kelebihan lain, otot kuat dan bulu tebal yang mengkilap.

Padahal Chandra Leo Wilhelm, pesaing, tak kalah cantik. Maine coon milik Tanya Wilhelm yang berbulu brown classic tabby itu, terlihat kontras dan jelas. ‘Leo kucing yang menyenangkan, tapi temperamen dan penampilan Yoghurt lebih memenuhi standar kontes,’ ujar Nancy Dodds, juri dari Amerika Serikat.

CK-4 Jubille dinobatkan sebagai the highest score kitten, mengalahkan pesaing terberat Osiris Whata Influence of Masmere. Meski Osiris mengantongi 2 gelar the best kitten, ia gagal mempertahankan peringkat 5 besar saat dinilai Donna Fuller, juri asal Amerika Serikat. Jubille sebaliknya, selalu berada di urutan 5 besar. ‘Jubille memiliki prospek cerah untuk menjadi champion,’ ujar Karen.

The highest score household jatuh pada Cocomeo, kucing domestik milik Qori Yunita, hobiis dari Jakarta setelah merebut 2 gelar the best household. ‘Meski kucing kampung, bulunya sangat halus dan lembut,’ kata Nancy.

Kontes yang diselenggarakan pada 29-30 November 2008 di Poins Square, Lebakbulus, Jakarta Selatan, itu menampilkan 159 kucing. Angka itu tergolong luar biasa, apalagi terdapat beberapa ras langka seperti abysinian, siamese, european burmese, dan scotish fold. Empat ring penjurian dibagi dalam dua hari agar performa peserta tidak kedodoran. ‘Kontes ini sangat luar biasa. Saya belum pernah melihat kontes semeriah ini,’ ujar Syahrul Najah, peserta asal Malaysia. (Andretha Helmina)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img