Tuesday, November 29, 2022

Juru Selamat Ketika Harga Terjun

Rekomendasi

Betapa pintarnya mesin ini. Ketika 15 kg cabai segar dimasukkan ke dalamnya, 15 menit kemudian muncul saus. Namun, diberi Capsicum annum kering keluarlah bubuk cabai yang tahan simpan 2 tahun. Dua produk itu lahir dari mesin yang sama. Namanya cross beater mill alias mesin pencabik.

Sayuran bersifat perishable atau gampang rusak. Celakanya, harga sebagian besar komoditas itu kerap naik-turun. Ketika harga anjlok menyentuh biaya produksi, pekebun membiarkan si pedas menggelantung di ranting. Dengan mesin pintar itu, pekebun tetap meraih laba.

Itulah yang mendorong Sudirman, periset Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BBT-TTG LIPI), Kabupaten Subang, Jawa Barat, merekayasa mesin itu. Cara kerja mesin itu mirip blender atau ekstraktor dengan motor berporos vertikal. “Hasil lebih merata,” kata alumnus National University of Singapore itu. Berbeda dengan penggiling horizontal yang mengikuti prinsip gravitasi, bahan lebih berat lebih cepat tergiling, sementara yang ringan berada di atas susah tergiling.

Selain itu, cross beater mill memiliki tangkai motor bersirip sehingga menghasilkan daya pelanting terhadap bahan lebih tinggi dibandingkan tangkai motor datar. Akibatnya hasil gilingan pun lebih halus.

Jaket ganda

Alat berukuran sedang itu memiliki tabung penggiling berukuran 66 cm x 66 cm x 86 cm yang dilengkapi jaket ganda sebagai penutup. “Itu sebabnya mesin bisa menggiling bahan kering,” kata Sudirman. Jaket ganda berfungsi menahan temperatur agar tetap stabil pada suhu ruang. Dampaknya aroma terjaga, warna dan rasa tak berubah.

Tombol pengaktif alat dan sirkulasi air ada di samping. Mesin dijalankan oleh listrik berkekuatan 2.000 watt yang memutar motor bertenaga 3 HP (Horse Power). Motor berputar dengan kecepatan 2.800 rpm. Dengan kecepatan itu, bahan pangan tergerus dalam hitungan detik. Alat  itu dapat mengolah beragam komoditas seperti jahe, kunyit, temulawak, mahkotadewa, menjadi pasta atau bubuk.

Kehalusan pasta atau bubuk bisa disesuaikan keinginan dengan cara mengatur beberapa komponen alat. Contohnya untuk pasta, saringan digunakan berukuran 100 mesh, sedangkan bubuk 1 mesh. Jarak dinding dengan tangkai motor juga dapat diatur. Semakin kecil jarak antara dinding dan tangkai motor, intensitas tumbukan makin tinggi sehingga bahan yang dihasilkan semakin halus.

Mudah

Agar pasta atau bubuk berkualitas,sebelum diolah bahan pangan dicuci terlebih dahulu. Bahan dimasukkan ke corong tabung berbentuk segiempat. Ketika tombol dinyalakan, penggerus pun mulai bekerja melumat bahan. Hasil gerusan masuk ke ember stainless steel di bagian bawah mesin. Ember itu kedap udara sehingga stabilitas aroma dan rasa terjaga. Setelah selesai, penyangga dibuka lalu pasta atau bubuk di dalamnya langsung diambil . Jangan lupa untuk membersihkan sisa gerusan yang menempel di gerigi dinding tabung, motor, dan saringan. Mesin seyogyanya di lap memakai kain basah sebelum dioperasikan kembali.

Mesin berkapasitas 200 kg/jam dengan rendemen 100% itu layak usaha. Ia bekerja maksimal 8 jam/hari dengan masa pakai lebih dari 10 tahun. Harganya Rp35-juta. Bandingkan dengan alat sama buatan Jerman yang bernilai 10 kali lipat lebih mahal. Cross beater mill memang menjadi solusi saat produksi hasil pertanian melimpah. Itulah yang dirasakan Nok Rahmawati, produsen saus di Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. (Vina Fitriani)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img