Thursday, August 18, 2022

Kabar Baru! Obat Manusia Atasi Buah Stres

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Ketika itu peraih nobel fisiologi kedokteran itu mengatakan: wabah beri-beri di Batavia sepanjang 1880-1900 disebabkan nasi yang dikonsumsi kehilangan senyawa antiberi-beri. Senyawa antineuritic itu sumbernya ada pada kulit ari-ari beras. Pada 1880 terjadi perubahan sistem pengolahan gabah menjadi beras. Semula beras dihasilkan dengan cara menumbuk gabah. Namun, seiring berkembangnya teknologi pertanian, gabah digiling untuk menghasilkan beras yang lebih putih dan bersih. Sejak itulah penduduk Batavia mengkonsumsi beras yang sudah kehilangan zat antiberi-beri. Penduduk pun menderita penyakit aneh: gampang stres, kaki lemas, letih, mati rasa, dan gagal jantung.

Berkat Eijkman penderita sembuh setelah diberi terapi tiamina asal kulit ari-ari beras. Pada 1936 vitamin B1 berhasil disintesis. Sejak 1940 beragam makanan tepung, susu, pasta, dan sereal diperkaya vitamin B1 sehingga dunia bebas beri-beri.

Di bidang pertanian vitamin B1 pun banyak manfaatnya, misal sebagai antistres. Tengok saja yang dilakukan Dr M Hendrarko Sp Kj, dokter ahli jiwa yang juga penangkar buah-buahan di Malang, Jawa Timur. Ia biasa melarutkan 2 tablet 50-100 mg vitamin B1 dalam seliter air lalu menyiramkan pada lengkeng, mangga, dan jambu air.

Tujuannya agar tanaman tidak stres saat ganti pot atau pindah ke lahan. ‘Tanaman tetap segar meski akar terpotong dan media diganti,’ kata psikiater jebolan Universitas Airlangga itu. Pertumbuhan akar pun jauh lebih cepat ketimbang tanaman yang tidak disiram vitamin B1. Syahroni SP, pemilik nurseri Rumah Kayu di Bogor, pun mengandalkan vitamin B1 saat pengiriman bibit buah guna mencegah stres. Larutan tiamina disemprotkan pada bibit marasi Curculigo latifolia dan miracle fruit Synsepalum dulcificum sebelum para pengubah rasa itu dikirim.

Kerabat manusia

Perkara obat manusia yang bermanfaat buat dunia pertanian diakui Ir Edhi Sandra MSi, staf pengajar fisiologi tanaman di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Menurutnya bila dilihat dari penyusunnya maka manusia dan tumbuhan merupakan kerabat. ‘Meski bentuk organ berbeda, manusia dan tumbuhan sama-sama tersusun dari sel,’ kata kepala unit kultur jaringan di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB itu. Bedanya sel manusia-seperti juga hewan-tidak mempunyai dinding sel. Tumbuhan memiliki dinding sel.

Karena itu, pada tingkat sel, respon manusia dan tumbuhan sangat mirip. ‘Secara umum pengaruh faktor luar terhadap setiap sel sama,’ katanya. Peran tiamina pada sel tumbuhan ialah mempercepat pembelahan sel pada meristem akar, koenzim dalam pembentukan energi dari karbohidrat, dan merangsang pembentukan organ baru. Itulah yang menjelaskan pertumbuhan akar lengkeng, mangga, dan jambu air di kebun Hendrarko lebih cepat dengan tiamina. Edhi pun selalu menambahkan beragam vitamin-B1, B6, B12, dan E-pada media kultur jaringan untuk mendukung pertumbuhan tanaman kultur.

Obat pembunuh patogen alias antibiotik manusia pun berguna di dunia pertanian. Sebut saja antibiotik golongan penisilin, kloramfenicol, dan tuberkulostatik. Yang disebut pertama antibiotik penggempur bakteri gram negatif dan positif. Yang kedua antibiotik bakteri gram negatif dan virus, terakhir penggempur mikroorganisme penyebab penyakit pernapasan.

Patogen laten

Edhi memanfaatkan ketiga antibiotik itu sekaligus untuk melenyapkan patogen laten (tersembunyi, red) pada eksplant tanaman yang akan dikulturjaringankan. ‘Sulit mendiagnosis jenis patogen di dalam jaringan tanaman, secara pasti dari kelompok bakteri, cendawan, dan virus. Makanya saya mencampur ketiga antibiotik itu agar membunuh semuanya,’ katanya. Tablet antibiotik masing-masing berdosis 250-500 mg dilarutkan pada seliter air. Eksplant tanaman lalu direndam 6-12 jam. Buah hutan seperti matoa kerap Edhi sterilisasi dengan antibiotik itu.

Agar sel tanaman tidak mati karena lama terendam, Edhi memanfaatkan aerator-pemasok oksigen-yang biasa dipakai pada akuarium. ‘Kerja antibiotik sangat lama, 6-12 jam. Tanpa aerator sel tanaman membusuk karena suasana anaerob (tanpa udara, red),’ katanya. Sejatinya, pemakaian antibiotik sudah dilakukan ahli kultur jaringan 5-10 tahun silam. Namun, kerap gagal karena perendaman hanya berlangsung singkat, 30-60 menit.

Menurut Edhi, antibiotik dipilih karena jauh lebih murah ketimbang bakterisida dan fungisida pertanian. Musababnya, pestisida penggempur bakteri dan cendawan itu dijual dalam kemasan besar dengan harga tinggi, Rp50.000-Rp200.000. Padahal, yang digunakan hanya sedikit.

Nafsu makan

Pemanfaatan obat manusia untuk pertanian juga dilakukan Andy Kim, manajer perusahaan distribusi farmasi di Pasarebo, Jakarta Timur. Sejak 3 tahun lalu ia menggunakan minyak ikan multivitamin anak-anak kedaluarsa untuk membungakan mangga dan jambu air. Ternyata pada minyak ikan yang kaya omega 3 atau DHA itu terdapat triptophan-salah satu asam amino-pembentuk hormon auksin. Di bidang pertanian auksin dikenal sebagai zat perangsang pembungaan.

Baru-baru ini Andy melaporkan ada multivitamin lain yang juga berguna buat pertanian: lysin HCL. Andy pernah menyelamatkan 3 tanaman-lengkeng pingpong, mangga nagklangwan, dan jambu bol jamaika-yang sekarat dengan lysin. Sebanyak 45 ml lysin dilarutkan dalam 3 liter air dan disiramkan seminggu sekali pada tanaman yang sekarat gara-gara akar terpotong. Tiga minggu berselang tanaman kembali bertunas dan tumbuh sehat.

Di Medan, Sumatera Utara, ada juga Yahya Lie, pemilik perusahaan farmasi yang memulihkan mangga yang stres karena habis panen dengan lysin. Menurut Andy, di dunia farmasi lysin dikenal sebagai senyawa perangsang nafsu makan. ‘Sel menjadi berenergi dan mendorong untuk terus makan,’ katanya. Menurut Edhi Sandra besar kemungkinan respon sel tumbuhan pada lysin mirip dengan manusia. Tanaman jadi berenergi dan sanggup menyerap hara dari tanah. (Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img