Thursday, August 18, 2022

Kakap Merah Kelas Kakap

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Para pemilik keramba biasanya memelihara kakap merah berdampingan dengan kerapuKakap taiwan itu sejatinya ada di perairan Jawa dan Bali. Kini ia ditangkarkan di Lampung dengan tingkat keberhasilan  minimal 90%.

Menu gulai kakap merah salah satu yang laris di rumah-rumah makan padang. Harap mahfum olahan itu menyajikan potongan daging kakap yang tebal dan gurih dalam kuah gulai yang kental. Ikan kakap juga enak saat digoreng, dibakar, dan dipindang.

“Ikan kakap merah memiliki nilai ekonomis penting. Berapa pun ikan yang dijual selalu habis diserap pasar. Sayangnya pasokan masih berasal dari hasil tangkapan alam yang jumlahnya rendah,” ujar Ir Badrudin MSi, kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL), Kabupaten Pesawaran, Lampung. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan hasil tangkapan laut kakap merah pada 2007 sebesar 116.994 ton, pada 2009 mencapai 115.523 ton, dan 123.287 ton (2010).

Di salah satu sentra tangkapan, Laut Timor, seperti dikutip dari laman Kantor Berita Antara, produksi turun karena pencemaran minyak. Pada 2007 tangkapan di Laut Timor mencapai 61,63 ton, turun menjadi 43,1 ton pada 2009 dan 26,17 ton pada 2010. Itulah sebabnya kini BBPBL mengembangkan penangkaran dan pembesaran kakap merah.

Dari 103 spesies kakap merah, jenis yang biasa dikonsumsi antara lain Lutjanus campechanus, L. sebae, L. argentimaculatus dan L. malabaricus. Dua yang disebut pertama paling sering muncul di pasaran karena sudah banyak peternak yang membudidayakan, misal di daerah Batam, Kepulauan Riau, dan Bali. Dua terakhir terutama kakap merah L. malabaricus masih sangat jarang yang memijahkan. Sejatinya L. malabaricus ada di perairan Indonesia, terutama di perairan Bali, dan pantai utara Jawa. Namun, di pasar ia lebih dikenal sebagai kakap taiwan.

“Pembudidaya paling banyak berada di Taiwan sehingga L. malabaricus sering disebut kakap taiwan,“ kata Supriya dari bagian perekayasaan ikan kakap merah di BBPBL. Di Taiwan, L. malabaricus  lazim dipasarkan segar, kering asin, maupun bentuk beku. Di Lampung, teknologi pembesaran kakap merah taiwan antara lain diterapkan oleh Koperasi Mina Bahari di Kabupaten Pesawaran.

Kakap merah taiwan Lutjanus malabaricus, pasokan masih berasal dari hasil tangkapan alam yang jumlahnya terbatasPertumbuhan cepat

Ikan kakap merah taiwan cenderung lebih cepat tumbuh dibandingkan kakap merah lain. Hal itu membuat ikan yang memijah pada malam hari itu sangat berpotensi untuk dikembangkan. Berbeda dengan kakap  L. argentimaculatus yang tubuhnya berbentuk membulat, kakap merah taiwan memiliki badan yang lebih pipih, sisik lebih tipis, dengan warna merah yang lebih cerah sehingga lebih menarik.

Induk kakap merah taiwan siap pijah saat berumur 1 tahun 8 bulan atau bobot minimal 2 kg. Adapun kakap L. argentimaculatus berumur 2-2,5 tahun dengan bobot 3 kg. Pekerja di BBPBL memijahkan induk kakap merah dua kali dalam sebulan, yaitu saat bulan baru dan bulan purnama. Masing-masing satu ekor jantan dan betina dimasukkan dalam bak beton berukuran 200 m3 di luar ruangan dengan metode air mengalir. Ukuran tubuh jantan harus sama dengan betina agar kakap betina tidak menyerang jantan.

Dari sekali proses pemijahan didapat jutaan telur. Pekerja lalu memasukkan telur ke plankton net berukuran 300 mikron di dalam ruangan dan menunggu hingga menetas selama 22 jam, kemudian dipindahkan ke bak pemeliharaan larva yang memiliki sistem air mengalir. Pada saat itulah ikan mulai diberi makan berupa rotifer hingga dua pekan lalu dilanjutkan artemia dan pelet buatan sampai berumur 25-30 hari.

Setelah 30 hari pindahkan ikan ke bak pendederan dan penggelondongan. Mulai fase itu pekerja melakukan seleksi berdasarkan ukuran tubuh setiap dua pekan. Seleksi bertujuan mencegah persaingan dalam memperoleh pakan sehingga ikan tumbuh seragam, bukan untuk mencegah kanibalisme seperti pada pendederan kakap putih. Sosok kakap merah taiwan lebih besar daripada kakap merah argen. Harap mahfum, pertumbuhannya lebih cepat. Kakap merah taiwan mencapai panjang 8 cm pada umur 2 bulan sedangkan kakap merah argen sekitar 5 cm. Dalam ukuran itu kakap merah siap dipindah ke karamba.

Kakap merah Lutjanus argentimaculatus, tubuhnya berbentuk membulat, warna merah cenderung lebih gelap daripada kakap merah taiwanTidak rewel

Di karamba, pekerja memberi pakan berupa rucah sebesar 5% dari bobot tubuh per hari. Populasi di karamba yaitu 1 kg ikan untuk 1 m2. Pekerja juga memberi multivitamin dan vitamin C setiap pekan yang dicampur dengan rucah, dosisnya 10 g untuk 1 kg pakan. Setiap dua sampai empat pekan sekali ikan diangkat dan direndam selama 5-15 menit dalam air tawar untuk mencegah infeksi penyakit sekaligus proses seleksi. Saat berumur 6-8 bulan di karamba, kakap mulai dipanen dengan bobot sekitar 400-700 g.

Feed Conversion Ratio (FCR) 5, artinya untuk panen 1 kg ikan butuh pakan 5 kg rucah. Pakan rucah dapat diganti dengan pelet lele dengan harga sekitar Rp7.000 per kg atau pelet khusus kakap Rp12.000 per kg dengan nilai FCR 2. “Kakap merah bisa menerima makan apa saja, baik daging ikan rucah maupun pelet, tak seperti kerapu yang harus rucah,” ujar Supriya. Para pemilik karamba biasanya memelihara kakap merah berdampingan dengan kerapu. Masa panen yang lebih singkat, antara 6-8 bulan, membuat perputaran uang lebih cepat, kerapu tikus butuh waktu 1,5-2 tahun untuk panen.

Yuwana Puja SPi dari Koperasi Mina Bahari menyebut koperasi saat ini membesarkan 50 ekor kakap merah taiwan. Koperasi membeli benih berukuran 10 cm dari balai Rp500 per cm. Saat dipindahkan ke karamba, mula-mula benih dipelihara di dalam waring, yaitu sejenis kasa berwarna hitam dengan ukuran 1 m x 1 m x 1,5 m dan rapat agar ikan tidak lolos.

Kakap merah taiwan (kuning) mencapai panjang 8 cm pada umur 2 bulan sedangkan kakap merah argen (merah) sekitar 5 cmSebulan berikutnya waring diganti dengan jaring berbahan polietilen, Sebulan kemudian, saat ikan berbobot 200 g, jaring diganti dengan jaring lain yang berkerapatan lebar, ukuran 1 sampai 1,5 inci. Anggota koperasi memanen 48 ekor kakap merah pada umur 8 bulan saat bobot rata-rata 500 g, lebih cepat sebulan dibandingkan kakap putih. Harga saat ini Rp50.000 per kg.

Kakap merah bisa dijual dalam keadaan hidup maupun mati, berbeda dengan kerapu mati yang harga jualnya langsung merosot. Telur kakap merah taiwan juga dapat ditebar langsung di bekas tambak udang, dengan syarat salinitas air lebih dari 15 per mil. “Idealnya 25-30 per mil,” ujar Badrudin. Dengan begitu diharapkan tambak-tambak yang terbengkalai dapat kembali produktif dengan memproduksi kakap merah (Susirani Kusumaputri).

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img