Wednesday, August 10, 2022

Kala Anjing-anjing Pintar Berlaga

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Lalu tiba-tiba kepalanya ditenggelamkan beberapa menit sebelum diangkat kembali untuk menghirup nafas. Ia melakukannya 5 kali hingga di mulutnya tersumpal seekor ikan mas. ”Itu atraksi luar biasa. Ia bisa mengambil ikan tanpa melukainya,” ujar Ong Kok Liang, juri asal Bandung. Karena keahliannya itu Beo dianugerahi juara 1 di kelas sedang ketangkasan anjing.

Biasanya ikan yang diambil dari ember mati karena sang anjing langsung mengigitnya. Beo tidak demikian. Rottweiler milik Effendi Ignatius itu mempersembahkan ikan kepada pelatih masih hidup. ”Beo setiap hari dilatih untuk mengambil ikan di ember maupun di bak,” tutur Effendi. Menurut Effendi, potensi Beo terlihat sejak kecil yang kerap mencelupkan kepala ke kolam di rumah dan suka bermain dengan benda bergerak.

Potensi itulah yang kemudian diasah oleh pria kelahiran Medan 26 tahun silam. Effendi tidak serta-merta mengajarkan anjingnya menangkap ikan. Bermula dari latihan dasar, seperti mengambil obeng dan tang di atas meja. Lantas membawanya tanpa boleh jatuh.

Setelah pandai membawa barang-barang barulah diajarkan mengambil ikan dalam ember kecil. Pertama Beo hanya mencelupkan kepala dan mengaduk-aduk air berisi satu ikan. Ia terlihat senang bermain dengan ikan, tapi tak mau mengambilnya. Sampai 1 bulan Beo belum berhasil mendapatkan ikan mas yang ditaruh dalam ember besar dengan ketinggian air 30 cm.

Berkat ketelatenan Effendi, setelah 2 bulan latihan akhirnya Beo mahir mengambil ikan hidup-hidup. Gelar juara I ketangkasan pun diraihnya di Trubus Agro Expo 2005. Anjing betina itu sebetulnya tak hanya piawai mengambil ikan. Ia pun terbiasa mengangkat telepon yang berdering. Itu semua buah latihan sang majikan.

Memukau

Berbeda dengan keahlian Aesso, milik Liman Fransiskus. Atraksi menerobos lingkaran yang diberi rintangan dipertontonkan anjing berumur 7 bulan itu memukau penonton. ”Biasanya atraksi itu dilakukan anjing berumur 9 bulan. Itu pun banyak yang gagal. Tapi Aesso bisa menyelesaikannya dengan baik,” ujar Kok Liang. Pantas kalau mellanois berbulu cokelat itu diganjar juara 1 kelas kecil.

Di negara asalnya, Belgia, mellanois memang dikenal sebagai anjing pintar. Selain bertulang kuat, ia gesit, galak, pemberani, dan setia pada pemilik. Oleh karena itu, Liman mengaku tak ada hambatan melatih anjing yang saat itu masih berumur 3,5  tahun. Aesso sangat patuh terhadap perintah pelatih. Latihan berjalan dengan dan tanpa tali, duduk, diam, berdiri, serta berlari dikuasi dalam waktu relatif singkat.

Indra penciumannya pun sangat tajam. Ia bisa dengan cepat menemukan barang yang disembunyikan. Tentu saja setelah barang itu dicium terlebih dahulu agar ia bisa mengendusnya. ”Sampai sekarang Aesso masih tetap dilatih. Dia baru menyerap 7% dari materi yang diajarkan,” tutur Liman. Latihan 3 kali sehari berbuah gelar juara pertama kelas kecil. ”Ini membanggakan saya,” ujar pria berusia 31 tahun itu.

Di kelas besar, Sammo, gembala jerman milik Poniman berhasil menduduki posisi teratas. Sekilas keahlian yang ditampilkan biasa-biasa saja. Ia cuma bisa patuh dan berjalan seirama dengan pelatih walau tanpa tali penuntun. Namun, menurut Kok Liang untuk melakukan itu tidak mudah. ”Biasanya anjing maunya kabur. Buktinya 2 rival Sammo tidak bisa melakukannya,” kata juri berpengalaman itu. Selain itu, anjing berumur 4 tahun itu mampu melompati papan setinggi 2 m dan drum bertingkat.

Ramai

Atraksi-atraksi yang ditampilkan setiap peserta menyedot perhatian penonton. Tak terkecuali Bondi, trah golden retriever yang ditertawakan penonton karena tidak berani turun setelah menaiki tumpukan drum. ”Anjingnya pintar-pintar ya, saya senang melihatnya,” kata Trisnawati yang jauh-jauh datang dari Tangerang.

Apalagi acara itu juga dimeriahkan oleh demo ketangkasan yang menampilkan 16 anjing dari berbagai trah seperti rottweiler, golden retriever, dan gembala jerman. Pertama para anjing parade mengelilingi lapangan. Selanjutnya masing-masing anjing mempertontonkan ketangkasan. Misalnya gembala jerman diuji kemahirannya mencari narkoba yang tersembunyi. Ia bisa menemukan narkoba yang diletakkan di drum hanya dalam tempo 3 menit.

Ketangkasan lain diperagakan gembala jerman menyerang pencuri di dalam mobil.  Atraksi itu mengundang decak kagum penonton. Wow…hebat sekali,” teriak salah satu penonton melihat herder bergulat dengan ”pencuri”. Wajar tawa riang terus menggema di kontes yang berlangsung Minggu, 11 Desember 2005 dalam rangka memeriahkan acara Trubus Agro Expo 2005. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img