Tuesday, November 29, 2022

Kala Buah Cinta Menggoda

Rekomendasi

Terinspirasi kelezatan olahan nasi khas negeri Siam itu, dari tangan Putra Priyadi, lahir menu unik, nasi goreng stroberi. Hidangan istimewa itu jadi menu andalan di Waroeng Stroberi miliknya di kawasan Tanjungduren, Jakarta Barat.

Stroberi tak sekadar hiasan belaka. Buah lambang cinta itu disertakan sebagai campuran bumbu. Stroberi diulek bersama bawang merah, bawang putih, dan cabai. Pantas jika warna masakan itu tampak sangat menyala. Apalagi alumnus Manajemen Perhotelan Universitas Pelita Harapan itu menggunakan nasi asal beras merah. “Selain mengandung vitamin B tinggi, beras merah juga menghasilkan warna yang sangat menarik,” ujar pria kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu.

Hidangan nasi goreng itu kian istimewa dengan taburan irisan buah stroberi segar. Tak ketinggalan potongan daging ayam, ebi, dan baso sapi menambah kelezatan. Saat nasi ditata dengan bentuk jantung hati, hm…., menggugah selera.

Cinta sejati

Di warung yang sangat kental dengan nuansa merah itu tersedia aneka minuman beraroma Fragaria vesca. “Ada 80 macam minuman di sini, 50% di antaranya berbahan baku stroberi,” ujar sulung dari 2 bersaudara itu. Sebut saja, true love. Itu jus stroberi yang dicampur dengan es krim—juga stroberi—bertaburkan parutan keju. Ada juga endless love. Minuman yang meminjam judul fi lm korea itu terdiri atas campuran beberapa jenis buah seperti nanas, anggur, dan stroberi. “Supaya lebih segar paduan jus buah-buahan itu dicampur soda,” ujar Putra.

Hidangan lezat lain, es krim goreng stroberi. Menu itu berupa es krim rasa stroberi yang diimpit sepasang roti lalu digoreng selama 15 detik. Agar rasa buah anggota famili Rosaceae itu lebih terasa, menu spesial itu diguyur vla stroberi. Lalu di atasnya dibubuhi sepotong stroberi ranum nan segar.

Menu-menu unik itu tidak serta-merta ada. Untuk menghasilkan nasi goreng stroberi, Putra yang gemar memasak butuh waktu 2 minggu. “Menghasilkan menu baru, harus melalui proses trial and error supaya hasilnya pas di lidah. Setelah tercipta pun mesti dicari cara memodifi kasi agar lain daripada yang lain,” ujar pria berkulit putih itu.

Putra tidak sembarangan menggunakan bahan. Untuk stroberi ia mendatangkan langsung dari kebunnya di Puncak, Bogor. “Saya lebih nyaman menggunakan produk sendiri karena kualitasnya bisa langsung dikontrol,” katanya.

Serabi

Kepiawaian Putra Priyadi tak hanya sampai di situ. Ia menyulap makanan tradisional menjadi berpenampilan modern. Sebut saja serabi stroberi spesial. Itu hidangan serabi yang dibalut vla stroberi dengan topping—bahan tambahan yang ditaruh di atas menu—es krim stroberi. Ada pula serabi mini vla tiga rasa untuk kue yang disiram vla stroberi, cokelat, dan vanila.

Penampilan unik dan menggiurkan itu bukan tipuan belaka. Terbukti, perpaduan kue serabi dengan stroberi sangat memanjakan lidah. Rasa manis dan sedikit asam menyegarkan dari vla buah asal Chili itu begitu s e r a s I dengan kue berbentuk l ing k a r an yang legit. “Dengan kreasi seperti itu, makanan tradisional kembali diminati,” kata pria berpenampilan perlente itu.

Kelezatan serabi olahan Waroeng Stroberi, tampaknya menggelitik para penghuni istana kepresidenan. Warung yang mulai beroperasi pada 2003 itu antara lain memasok serabi stroberi untuk sajian di area perayaan Hari Kemerdekaan RI di istana negara.

Jatuh hati pada stroberi

Bukan tanpa alasan bila Putra Priyadi melahirkan menu serbastroberi. Stroberi, buah itu sudah menjadi favoritnya sejak kecil. Agar tak bosan melulu dikonsumsi segar, ia pun memutar otak mencari olahan makanan dan minuman serbastroberi. Berbekal ilmu yang didapat semasa kuliah dan hobi memasak, jadilah menu-menu seperti yang ada di Waroeng Stroberi kini.

Di warung itu, sosok cantik stroberi pun hadir dalam pernak-pernik seperti gantungan kunci, hiasan lemari es, hiasan dinding, gelas, dan jam. Nah, buat Anda yang gemar berpetualang di dunia kuliner, hidanganhidangan istimewa di Waroeng Stroberi patut dijelajahi. (Hawari Hamiduddin)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img