Wednesday, August 10, 2022

Kala Durian Berganti Musim

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Daniel tak ingin Durio zibethinus itu berbuah pada Januari-Maret-lazimnya musim di Wonosalam, Mojokerto. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya itu memprogram durian supaya panen pada Juli, saat tak ada buah jatuh dari kebun lain.

Bukan tanpa alasan Daniel menutup lingkaran di bawah tajuk pada penghujung tahun. Mantan manajer kebun sebuah perusahaan jamu itu berencana membungakan durian pada Maret-di saat durian lain di Jawa Timur justru memasuki akhir musim panen. Lingkaran di bawah tajuk ditutup mulsa supaya daerah perakaran tidak mendapatkan pasokan air-terutama dari hujan yang pada penghujung tahun mengguyur Mojokerto.

Perlakuan itu mendapat pengesahan dari Prof Dr Roedhy Poerwanto. Pada durian, pengeringan atau stres air merupakan faktor penting pembungaan, tutur peneliti pada Pusat Kajian Buah Tropika, IPB, itu. Saat akar kekurangan air, terjadi 2 efek penting yang merangsang pembungaan.

Pertama, pati terhidrolisis menjadi gula sederhana seperti sukrosa dan glukosa. Ini yang diperlukan untuk pembentukan bunga, kata master dari Kagaya University, Shikoku, Jepang itu. Proses lain, hidrolisis protein menjadi bentuk-bentuk lebih sederhana. Salah satunya asam amino prolin. Peran utama sebetulnya sebagai osmoregulator. Maksudnya mengatur tekanan osmotik tanaman ketika terjadi kekeringan agar tanaman tidak mati, ujar Roedhy. Berbarengan dengan itu tanaman terangsang untuk berbunga-proses mempertahankan kelangsungan hidup.

Memang belum jelas benar duduk perkara asam amino prolin merangsang bunga. Namun, hasil penelitian Roedhy pada jeruk-untuk mendapat gelar master-tanaman yang berbunga setelah diberi perlakuan stres tertentu-air maupun suhu-mengandung asam amino prolin tinggi.

Stop pupuk

Lain lagi pendapat ahli fisiologi tanaman, Ir Yos Sutiyoso. Ketika tanaman mengalami stres air, residu pupuk di tanah menjadi pekat. EC (electro conductivity, istilah untuk kepekatan pupuk, red)-nya tinggi, mencapai 3 mS, tutur alumnus Institut Pertanian Bogor, itu. EC tinggi merangsang perubahan proses vegetatif menjadi generatif.

Toh, pembentukan bunga tidak semata-mata karena perlakuan stres air. Pada prinsipnya, pertumbuhan dan pembuahan tanaman dipengaruhi faktor genetik, budidaya, dan lingkungan, kata Dr Moh Reza Tirtawinata, MS. Stres air salah satu bentuk rekayasa budidaya selain pemberian ZPT dan pemupukan. Tanaman yang diperlakukan mesti sehat.

Daniel memulai perlakuan sejak setahun sebelum tanaman dibuahkan. Yang dipilih hanya tanaman yang pernah berbuah. Pada Juli, pria 42 tahun itu membenamkan pupuk majemuk NPK dengan perbandingan 4:2:1 sebanyak 1,5 kg per tanaman. N tinggi merangsang pertumbuhan vegetatif. Selain pupuk majemuk, sumbernya bisa didapat dari Urea dan ZA.

Bulan berikut, dosis sama kembali diberikan. Pada bulan September dosis ditingkatkan menjadi 2 kg per pohon. Dosis lebih tinggi sebagai cadangan makanan sebelum memasuki proses pengeringan, ujar Daniel. Selama 3 bulan itu tanaman diairi dengan sistem leb.

Memasuki Oktober, November, Desember, penyiraman dihentikan. Pun pemupukan. Pada Desember-bisa jadi lebih maju atau mundur, tergantung mulainya musim hujan-mulsa plastik dibentangkan mengelilingi lingkaran di bawah tajuk. Tanaman dibuat dalam kondisi penuh penderitaan. Pada minggu pertama dan ke-3 Januari, Daniel menyemprotkan pupuk daun calboron dosis 2 cc/l dan 1 g/ l MgO.

Menurut Yos, Mg penyusun klorofil pembentuk karbohidrat. Keseimbangan karbohidrat dan protein di dalam tanaman merangsang pertumbuhan generatif. Boleh juga ditambahkan Fe yang membantu pembentukan klorofil, katanya. Pada minggu ke-2 dan 4, Daniel menyemprotkan campuran calbaron dan MgO dengan pupuk P dan K, dosis 20 g/10 l.

Berbarengan dengan itu disemprotkan KNO3 dan GA3-gibberelin-dengan konsentrasi 5-10 ppm. Hasil penelitian Roedhy, pemberian KNO3 dengan dosis tepat merangsang bunga 2 minggu hingga 1 bulan kemudian. Pemberiannya boleh berulang hingga 3 kali dengan interval 1- 2 hari.

Di batang

Bulan berikut, mulsa plastik dibuka dibarengi dengan pemupukan P dan K tinggi sebanyak 2 kg per pohon. Fosfor memacu pembentukan bunga. Kalium meningkatkan proses fotosintesis dan memacu pergerakan hasil fotosintesis dari daun menuju bagian tanaman lain. Jika tanaman menjelang berbunga, bunga keluar serempak. Pada buah, menjadi lebih manis.

Itu ditambah paklobutrazol 10 cc/15 l untuk merangsang bunga. Pemberian paklobutrazol paling baik di dekat batang karena penyerapannya tidak hanya oleh bulu-bulu akar, tapi juga akar besar dan batang, ujar Roedhy yang mendapat gelar doktor dari Ehime University, Jepang. Keuntungan lain, residu paklobutrazol yang tersimpan di tanah selama 2 tahun terlokalisir.

Paklobutrazol menurunkan biosintesis hormon gibberelin-hormon yang berperan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Gibberelin dihambat dengan paklobutrazol sehingga tanaman terinduksi berbunga. Ir Wijaya, MS, mantan peneliti kebun percobaan Cipaku, Deptan, mengingatkan pemberian paklobutrazol harus tepat dosis. Bila berlebihan pertumbuhan tanaman terhenti. Lazimnya pemberian paklobutrazol diiringi dengan KNO3-pemecah dormansi.

Dengan perlakuan itu, durian di kebun milik Vincent Edi Yasin-dimanajeri Daniel-berbunga pada Maret. Pada April dilakukan seleksi bunga dan pentil buah. Setiap dompol dipertahankan 2- 3 pentil supaya buah besar. GA3 konsentrasi 100 ppm disemprotkan dengan interval seminggu sekali untuk mencegah rontok. Gibberelin meningkatkan kapasitas sink-kemampuan bunga menyerap makanan hasil fotosintesis sehingga tahan gugur. Pada Mei kembali pupuk P dan K tinggi dengan dosis 1,5 kg per pohon dibenamkan. Juli buah siap dipanen.

Awas penyakit

Toh memacu durian berbuah di luar musim bukan tanpa kendala. Tujuh pohon monthong di kebun Vincent yang diberi perlakuan pada 2004 mati. Tiga bulan setelah panen, daun-daun menguning, kulit batang mengelupas, dan cabang belah. Tak ada yang bisa diselamatkan. Dari gejala yang ditunjukkan, Roedhy menduga itu akibat serangan Phythopthora palmivora. Cendawan penyebab busuk batang itu gampang menyerang karena kondisi tanaman lemah pascaberbuah. Musuh lain, fusarium. Durian perwira yang juga diberi perlakuan lebih tahan banting.

Supaya kejadian tak berulang, Daniel segera memupuk seperti pada perlakuan awal supaya tanaman cepat pulih. Durian dibiarkan berbuah sesuai musim. Perlakuan untuk mengatasi fusarium, fungisida Etridiasol dosis 6 g/l dan kombinasi 2 g/l Benlate dengan 4 g/l Delsene diinjeksikan di 4 titik berjarak 1 m dari perakaran.

Perlakuan stres air hanya efektif bila diikuti dengan ketersediaan sinar matahari. Sinar matahari dibutuhkan untuk pemasakan unsur hara menjadi energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembentukan buah. Ini dimungkinkan jika di daerah itu bulan basahnya hanya 2 bulan. Misal seperti di NTT dan sebagian Jawa Timur, kata Reza.

Batu sandungan lain, nilai ekonomis tanaman setelah perlakuan. Produksi di Wonosalam melorot hingga 35%. Sementara biaya produksi meningkat dari Rp70.000 per pohon per musim menjadi Rp100.000. Dengan asumsi produksi normal tanaman berumur 6 tahun sebanyak 30-40 buah, produksi melorot jadi 20-25 buah. Bila rata-rata bobotnya 4 kg berarti produksi per pohon jadi 80- 100 kg. Dengan harga pada Juli Rp30.000, pendapatan per pohon Rp2,4-juta-Rp3-juta. Kini pekebun tinggal berhitung, maukah membuat durian berganti musim? (Evy Syariefa/Peliput: Destika Cahyana dan Imam Wiguna)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img