Monday, August 8, 2022

Kampiun Lima Kota

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Anak bawang yang tak diperhitungkan itu meraih gelar grand champion.

Di antara puluhan maskoki koleksi Hendrik Nursalim, ryukin superjumbo selalu luput dari perhatian. Sejak membelinya pada November 2011, hobiis asal Jakarta itu tak pernah memberi perlakuan khusus. “Kalau pun ada yang meminta, pasti saya berikan,” ujarnya.

Hendrik lebih sayang pada ranchu superjumbo yang ia beli di Thailand pada 16 Maret 2012. Hampir setiap hari ia meluangkan waktu untuk menyaksikan kemolekan maskoki impor itu. Ia yakin betul bila koleksi favoritnya itu bakal melenggang sebagai pemenang pada setiap kontes.

Namun, pada kontes maskoki Indonesia Competition 2012 yang diselenggarakan Indonesian Goldfish Society di WTC Manggadua, Jakarta Utara, prediksi Hendrik meleset. Para juri justru menobatkan “si anak bawang” sebagai grand champion (GC) kontes yang digelar pada 26 Maret 2012 itu. “Saya berharap ranchu superjumbo menjadi GC, tapi ternyata juri menentukan lain. Namun, saya tetap senang dengan keberhasilan ini,” kata pria berkacamata itu.

Marak lomba

Saat kontes, ikan itu memang tampil maksimal. “Ia memenuhi syarat menjadi juara. Bentuk tubuhnya proporsional sehingga sedap dipandang mata dan lincah berenang,” ujar Oki Odang, juri asal Jakarta. Sementara “si anak emas” hanya puas meraih juara pertama pada kategori ranchu superjumbo. Ryukin superjumbo itu mampu menyisihkan 211 peserta lain yang berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Magelang, dan Depok.

Pada 1 April 2012, Parahyangan Koi Club (PKC) menggelar kontes koi 3rd PKC Baby Koi Show 2012. Dalam kontes yang diikuti 456 koi dari Bandung, Sukabumi, Bogor, Bekasi, Garut, Cianjur, Majalengka (Jawa Barat), Jakarta, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya (Jawa Timur), itu kohaku 25 cm milik Dani Purnama dari Bandung tampil sebagai grand champion. “Warna koi itu bagus. Corak merah dan putih terang,” ujar Agus Riyanto, juri asal Blitar. Dalam kontes itu para juri yang terdiri atas Agus Riyanto, Suwira Susanto, dan Sven Keller, menobatkan Edwar Gani sebagai juara umum. Ia berhasil mengumpulkan poin 5.250 dari 13 ikan samurai miliknya yang berhasil meraih juara.

Lampaui target

Sepekan setelah kontes di Bandung, Blitar Koi Club menggelar kontes tahunan The 12th All Blitar Koi Show 2012 di Sub Raiser Ikan Hias Kawasan Wisata Penataran Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dalam kontes koi di sentra terbesar di tanahair itu 606 peserta bersaing berebut takhta paling bergengsi. “Acara berlangsung sukses. Jumlah peserta melampaui target. Sebelumnya panitia hanya menargetkan 450 peserta,” ujar Cholid Firdausyi, ketua Blitar Koi Club.

Dalam kontes koi yang berlangsung ke-12 kalinya itu para juri akhirnya menganugerahkan mahkota grand champion kepada kohaku milik Hendro Gumulia dari Surabaya, Jawa Timur. Gelar itu menjadi prestasi ketiga bagi koi berukuran 85 cm itu. Sebelumnya koi bercorak merah dan putih itu menjadi juara ke-1 ukuran 74 cm pada All Indonesia Koi Show 2010 di Jakarta. Setahun berikutnya, pada ajang yang sama ikan samurai itu sukses meraih juara ke-2 di kelas ukuran 84 cm. “Koi itu mempunyai tubuh proporsional. Selain itu warna dan motifnya pun cerah,” ujar Rudy Tamara, juri asal Semarang. Dalam kontes itu sebanyak 19 koi milik Ali Mubin sukses menjadi jawara. Itulah sebabnya hobiis asal Blitar, itu meraih juara umum dengan nilai 4.600.

Kontes yang tak kalah semarak juga digelar para hobiis ayam serama yang tergabung dalam Seramania Nusantara. Menurut koordinator Seramania Nusantara, Santo Prabowo, 240 serama beradu cantik di ajang itu. “Peserta sebagian besar berasal dari Jakarta, Tangerang (Banten), Bogor, Depok, dan Bekasi (Jawa Barat). Beberapa di antaranya dari Purbalingga dan Kediri (Jawa Timur) juga hadir,” kata Santo. Seluruh peserta dibagi ke dalam 8 kelas: muda, remaja, dewasa A, dewasa B, betina, tanpa lawi, anakan jantan, dan anakan betina. Setiap juara dari masing-masing kelas, kecuali anakan, selanjutnya bersaing memperebutkan Giant Cup.

Pada kontes yang berlangsung di Giant Ciledug, Tangerang, pada 1 April 2012 itu para juri-Damong, Ralls Cobain, dan Erwin-memilih 6 peserta yang berhak memperebutkan gelar Best of The Best (BOB). Mereka adalah Min Merah juara kelas dewasa B, Prabu Pelangi (juara kelas muda), Scarlet (remaja), Nabila (betina), Darleb (dewasa A), dan Bintang Dangdut (tanpa lawi). Juri menentukan pemenang BOB melalui voting. Hasilnya Prabu Pelangi sukses meraih gelar paling bergengsi. Ia berhasil mengalahkan pesaing beratnya Bintang Dangdut. “Prabu Pelangi juara karena penampilannya stabil selama penjurian. Selain itu aksinya pun menarik,” ujar Damong, juri asal Jakarta.

Pada kontes itu Prabu Pelangi memang tampil prima. Ketika berlaga di babak penentuan yang lebih mengedepankan gaya, serama jantan itu berlenggak-lenggok di atas meja. Ia pun tidak merasa canggung dengan sorak-sorai penonton dan suara-suara tepukan di sekelilingnya. Mental baja itulah yang mengantarkan sang Prabu meraih takhta jawara.

Pada akhir Maret hingga pertengahan April 2012, beberapa kota marak dengan aneka kontes satwa. Bersamaan dengan kontes maskoki di WTC Manggadua, kompetisi juga berlangsung di Atrium Dieng Computer Square, Kota Malang, Jawa Timur. Dalam kontes reptil nasional bertema Save Our Reptile yang diselenggarakan Ngalam Reptil Evolution (NEO) bekerja sama dengan Dieng Computer Square itu mempertandingkan 20 kategori. Peserta sebagian besar berasal dari Pulau Jawa dan Bali.

Setelah menjalani penjurian selama 7 jam, pada kontes perdana di Kota Malang itu akhirnya terpilih 14 jawara dari setiap kelas. Dari ke-14 jawara itu, ketiga juri yang terdiri atas Don Wells asal Amerika Serikat, drh Andreas Surya Dhana (Malang), dan AIS (Jakarta) berembuk menentukan grand champion. Setelah melewati diskusi alot, juri akhirnya sepakat memutuskan Sarung Maut dari kelas Open Boa Constrictor sebagai peraih gelar paling bergengsi itu.

Menurut Andreas, dari segi kesehatan, kejinakan, warna, karakter, dan motif, russian reptile boa itu memang mendekati sempurna. Klangenan Daniel dari Komunitas Reptil Soulmate asal Malang itu memiliki motif cantik tanpa bintik hitam dan tak berpola seperti boa sejenis lainnya. “Kondisinya juga sangat prima,” katanya. Selamat kepada para juara! (Riefza Vebriansyah/Peliput: Bondan Setyawan dan Tri Istianingsih)


Keterangan Foto :

  1. Ryukin superjumbo grand champion kontes maskoki
  2. Kohaku 25 cm milik Dani Purnama tampil prima sebagai GC
  3. Sarung maut, GC kontes reptil di Malang
  4. Oranda milik Hendrik Nursalim meraih jumbo champion
  5. Pesona Prabu Pelangi memikat juri
  6. Terbaik karena tampil prima
Previous articleBuahkan Lada
Next articleTersihir Penari Papua
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img