Wednesday, May 13, 2026

Kang Dedi Asyik Berorganik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dedi Mulyadi, S.H., cekatan memanennya dengan sabit pada 23 Maret 2023 pagi.

“Ini padi organik, kami sudah berorganik hingga musim ke-5,” kata pria yang akrab disapa Kang Dedi itu. Total jenderal luas sawah padi organik di Lembur Pakuan Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu 6 hektare (ha).

Hasil panen budidaya organik tidak kalah dibandingkan dengan budidaya konvensional. Dedi menuai 4—5 ton per hektare (ha). Sejak panen perdana budidaya organik pun bisa mengimbangi hasil panen budidaya konvensional.

Dedi berorganik karena kesulitan membuang kotoran sapi pada 2021. Ia memelihara 60 sapi pedaging. Seekor sapi menghasilkan rata-rata 20 kg feses per hari. Tanpa pengolahan tepat, limbah itu bakal menumpuk.

Suatu ketika Dedi bertemu Awin Suryana yang bisa mengolah limbah sapi menjadi pupuk organik. Mantan bupati Purwakarta itu lantas mempercayakan Awin untuk mengolah limbah dan mengembangkan pertanian organik pada 2020.

Dedi memulai budidaya organik di sawah 1 ha yang menghasilkan 4 ton gabah kering panen (GKP). “Hasil panen perdana sama antara organik dan konvensional,” kata pengelola sawah organik, Awin Suryana.

 Menurut Awin kebutuhan pupuk anorganik bisa digantikan pupuk organik. Petani lazimnya memberikan 100 kg Urea per 1.400 m2. Jika kandungan nitrogen pada Urea sekitar 46% berarti kebutuhan nitrogen sekitar 46 kg per 1.400 m2.

Awin mengganti kebutuhan nitrogen itu dengan memberikan 2,3 ton pupuk kandang per 1.400 m2. Pemberian 1 ton pada saat olah lahan dan 0,65 ton pupuk susulan pada 15 hari dan 30 hari setelah tanam.

Menurut Dedi, fungsi sawah sejatinya sebagai penampungan terakhir atau penampung limbah produksi alami. Berturut-turut saling terintegrasi sesuai dengan aliran sungai dari hulu ke hilir.

“Dari hulu sungai dimanfaatkan untuk budidaya ikan, agak ke tengah untuk ternak ayam atau sapi, kemudian barulah sisa limbah turun ke sawah,” kata Dedi. Kepala Desa, Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Oleh Solihin, amat mendukung kegiatan organik.

Pada 2023 ia mencanangkan program penambahan luasan sawah organik hingga 10 ha. Menurut Oleh, budidaya organik menyuburkan tanah dan biaya produksi rendah sehingga menyejahterakan petani. Selengkapnya bisa saksikan pada video di atas.


Artikel Terbaru

Pameran Tanaman Hias Internasional Terbesar FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan

Kabar gembira bagi Anda para pencinta flora tanah air. Pameran tanaman berskala internasional, Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026,...

More Articles Like This