Tuesday, March 17, 2026

Kantong Semar di Padang Rumput Napu

Rekomendasi
- Advertisement -

Tanah dan bongkahan batu besar menggelosor menutup jalan. Arus deras sungai menggelontorkan gelondongan pohon tumbang. Tak hanya itu, ular python sepanjang 2 m pun ikut hanyut dan terdampar di pinggir jalan. Dari situlah perburuan periuk monyet berawal.

Terputusnya jembatan penghubung di jalan utama Desa Salua dan Kulawi akibat hujan badai terus-menerus menjadi aral yang menantang. Sekitar 8 km jalan aspal hancur dan rusak berat. Eksplorasi di barat Taman Nasional Lore Lindu pun batal, sasaran dialihkan ke timur taman nasional.

Curah hujan Mei memang tinggi, mencapai angka 2.000—4.000 mm/ tahun. Topografi terjal dan tanah berpasir membuat hutan hujan tropis Lore Lindu rentan erosi. Namun, alam di haluan timur aman Nasional itu lebih ramah. Angin dari lembah Napu meniupkan hawa sejuk.

Dan di salah satu padang rumput berlatar Gunung Towingkeli dan Tuwo, pada ketinggian 1.100 m dpl, terhampar puluhan terompet yang bergelayutan, Nepenthes maxima yang langka. Itu bukti ramahnya Taman Nasional Lore Lindu bagi carnivora plant pada areal seluas 217.991 ha di Provinsi Sulawesi Tengah. Di sana tercatat ada 10 jenis nephentes.

Nephentes maxima

Sesuai namanya, maxima memiliki kantong besar sepanjang 20 cm. Ia betah tumbuh di dataran tinggi. Warna dasar kuning dibalut lurik garis-garis berwarna merah menambah keelokan. N. maxima hanya bisa tumbuh dan menyebar di kawasan timur Indonesia.

Ia kaya variasi bentuk dan ukuran kantong, dari model terompet hingga tabung berukuran 6—20 cm. Terkadang dilengkapi bentuk mulut kantong yang melebar berwarna merah lipstik. Kelenjar nektar di bawah penutup kantong menebarkan aroma yang menggoda serangga untuk menghampiri. Ia hinggap di bibir kantong, tergelincir dan akhirnya mati terjebak. Namun bagi penduduk setempat, cairan dalam kantong yang masih menutup bermanfaat untuk obat batuk dan asma.

Selain hidup di tempat-tempat terbuka pada lapisan tanah tipis yang berpasir kwarsa (ultramafi k), ia menempel di antara cabang-cabang pohon di hutan lumut. Batangnya menjulur sampai 4 m. N.maxima yang bunganya berbentuk tandan (racemus) itu mirip dengan N. fusca dari Borneo. Kantong mereka mirip. Kedua jenis itu hanya bisa dibedakan dari bentuk penutup kantongnya.

Nepenthes tomoriana

Nepenthes dataran rendah ini endemik Sulawesi. Ia hidup memanjat pada semaksemak terbuka di tanah ultramafi k pada ketinggian 0—400 m dpl. Tak jarang dijumpai di rawa-rawa hutan bakau.

Kantong hijau kekuning-kuningan beralur cokelat tua itu seperti tabung yang panjangnya 10—14 cm dan lebar 4,5—5,5 cm. Kantong bawah memiliki sayap berukuran lebar lebih dari 8 mm dan tumbuh mulai dari mulut hingga 2 cm di atas ujung bawah kantong. Bibir mulut melebar berwarna cokelat dan dilengkapi gigi-gigi pendek ditutupi penutup kantong berbentuk bulat telur. Kantong atas berukuran lebih pendek daripada kantong bawah. Bentuknya bisa tabung, corong, atau seperti pinggang. Daun berbentuk panjang membujur hingga lanset, panjang 10—22 cm.

N. tomoriana mudah dibedakan dengan kerabatnya dari Sulawesi karena memiliki tipe bunga berbentuk malai (paniculatus). Tampak pula daun pelindung pada bagian tangkai bunga. CITES memasukkan N.tomoriana pada kategori rawan. Tampilannya mirip N. bellii dari Mindanau, Filiphina. Ia cocok dibudidayakan di dataran rendah.

Nepenthes tentaculata

Selain di Sulawesi, jenis ini juga terdapat di Borneo. Tumbuh baik di hutan-hutan lumut pada ketinggian 700—2400 m dpl. Tumbuh di tempat-tempat terbuka maupun agak ternaungi dengan kelembapan cukup tinggi. Periuk monyet itu kantong bawahnya berbentuk bulat telur dengan 2 sayap berbulu, memanjang dari dasar hingga ke arah mulut kantong.

Warnanya sangat bervariasi mulai dari hijau kekuning-kuningan, merah, atau hitam. Bulu-bulu yang tumbuh di atas permukaan penutup kantong ciri khas dari jenis ini dan umumnya memiliki kantong berukuran kecil. Bunga berbentuk tandan. Bunga betina umumnya lebih pendek daripada jantan, panjang tandan bunga bisa mencapai 25 cm.

Jenis berdaun tanpa tangkai berbentuk lanset hingga elip berukuran panjang 15 cm dan lebar 3 cm. Ia dapat menyerbuk silang dengan N. burbidgeae, N. macrovulgaris, N. muluensis, N. rajah, dan N. stenophylla hingga dihasilkan silangan alami( Drs M. Mansur, M.Sc., peneliti madya, Puslit Biologi—LIPI, Bogor)

 


Artikel Terbaru

Trex World: The Little Explorer, Inisiatif Edukasi Literasi Anak di Jakarta

Upaya meningkatkan minat baca anak di tengah dominasi perangkat digital terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kolaborasi...

More Articles Like This