Monday, November 28, 2022

Karena Alga Sembuh Dalam Genggaman

Rekomendasi

Untuk mengatasinya, ia pasrah organ yang berfungsi memisahkan produk buangan metabolisme dari darah itu diangkat. Maka ia pun hidup dengan hanya sebuah ginjal kiri.

Meski buah pinggang yang terserang tumor dibuang, sel mematikan itu metastasis alias menyebar ke kantong empedu. Itu terjadi 11 tahun pascaoperasi. Untuk kedua kalinya, ia menjalani operasi pengangkatan sebagian organ itu. Baginya operasi itu tak juga menuntaskan masalah. Buktinya, ketika pemeriksaan lanjutan terdapat darah beku bagai membatu di daerah sekitar getah bening. Perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, 38 tahun silam itu kesal sendiri. Oleh karena itu ia terbang ke Singapura.

Dokter negeri jiran itu mengangkat darah yang mem beku. Saat itu tim dokter juga menemukan penyakit lain di tubuh Shirley. Penyakit autoimun itu ber nama sindrom anti fosfolipid antibodi. Menurut dr Hendra Gunawan Widja narko SpOG, ahli kan dungan yang ber praktek di rumahsakit di Jakarta Pusat, sindrom antifosfolipida antibodi ada lah gangguan pada sistem pembekuan darah penyebab trombosis pada arteri dan vena.

Untuk mengatasi penyakit itu, Shirley mengkonsumsi heparin agar darahnya tak cepat membeku. Dampak konsumsi obat itu, ia keguguran hingga 4 kali. Baru setelah berumur 29 tahun Shirley hamil. Ia tetap menyuntik heparin di atas pusar selama hamil hingga 6 bulan setelah melahirkan.

Kanker paru

Dengan kelahiran putrinya, Shirley memang melupakan penderitaannya meski sesaat. Gangguan kesehatan lain muncul, tekanan darahnya melambung 150/110 mmHg-kadar normal 110/90 mmHg. Sedikit saja kelelahan, ia pusing dan mual. ‘Saya menjadi tak suka dengan keramaian dan cenderung menyendiri,’ katanya. Ia pun mengkonsumsi berbagai obat antihipertensi. Penyakit itu belum juga teratasi, penyakit lain muncul.

Kali ini paru-paru kanannya terserang kanker stadium 4. Ia menurut saja ketika dokter memutuskan mengangkat paru-paru sebesar 4 cm x 4 cm x 2,3 cm. Tujuannya agar tak menyebar ke penjuru paru. Yang ia rasakan pascapengangkatan paru adalah nyeri di pangkal tulang leher dan siku tangan kanan. Rasa sakit itu diperparah dengan kemoterapi yang dijalaninya selama 6 kali. ‘Saya berharap setelah kemoterapi, kanker tak lagi hinggap di tubuh saya,’ kata Shirley.

Toh, harapan itu sulit terwujud. Sel kanker kembali metastasi ke paru-parunya setahun setelah pengangkatan paru. Selain CT scan yang menjadi penanda adanya kanker, hasil uji laboratorium menunjukkan kadar glukosa tinggi 154 mg/dl, kadar normal 56-110 mg/dl dan asam urat 7,2 mg/dl dengan kisaran normal 2,4-5,7 mg/dl. Adapun penanda kanker: tumor CA 19,9 mencapai 60,5 U/ml, normal kurang dari 39 U/ml.

Dengan diagnosis itu, Shirley mesti menjalani operasi pengambilan daging paru-paru agar kanker tidak menyebar, diikuti 6 kali kemoterapi. Shirley letih menjalani operasi berkali-kali, tetapi kesembuhan tak pernah terengkuh. Oleh karena itu, saat Lili, temannya, menyodorkan alga hijaubiru, Shirley teratrik mencobanya. Alga itu bernama cryptomonadales yang berukuran amat mini: 4 mikron. Dosisnya 15 tablet dengan frekuensi konsumsi 3 kali sehari.

‘Seminggu setelah minum obat, badan saya panas dan sesak. Yang paling parah, jari-jari bengkak tak bisa dibengkokkan,’ kata Shirley. Perubahan itu menyebabkan ia berniat menghentikan konsumsi alga. Namun, Lili meyakinkan bahwa efek itu merupakan detoksifikasi sel-sel yang tidak baik. Tubuh merespon dengan suhu tubuh lebih tinggi dan sesak napas. Mendengar keterangan itu, Shirley melanjutkan konsumsi cryptomonadales dengan dosis sama.

Hasilnya amat signifikan. Dalam 2 bulan, ketika pemeriksaan kanker paru-paru mengering dan tidak membuat sesak napas. Itu artinya, Shirley tak lagi memerlukan masker untuk melindungi paru-parunya. Rambut rontok akibat kemoterapi pun kini tumbuh kembali. Efek lainnya, ia tak lagi ketergantungan obat-obatan darah tinggi. Fisik membaik itu sejalan dengan hasil laboratorium yang menunjukkan nilai penanda kanker: tumor CA 19,9 turun menjadi 42,2 U/ml atau mendekati kisaran normal. Selain itu, nilai asam urat juga turun menjadi 6,2 U/l.

PPARs

Menurut Prof Ih Jen Su, periset National Health Research Institute, Taiwan, ampuhnya cryptomonadales mengatasi kanker karena kandungan peroxisome proliferatoractivated receptors (PPARs). Ia menginjeksi 8 tikus menggunakan dimethylnitrosamine (DMNA), pemicu kanker kulit hingga menimbulkan luka menganga. Alumnus Harvard Medical School itu lalu mengompres 4 tikus dengan ekstrak cryptomonadales, sisanya tidak diberi perlakuan apa pun. Ekstrak cryptomonadales efektif mengurangi perluasan papiloma kulit.

Nun di Jepang, Yasunori Tsubouchi periset First Department of Internal Medicine, Kyoto Prefectural University of Medicine, membuktikan senyawa PPARs mengontrol pembengkakan akibat serangan sel kanker payudara dan kanker prostat. Cara kerjanya dengan mensintesis komponen antithiazolidinedione (troglitazone) dan 15-deoxy-h12,14-prostaglandin yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan kanker melalui apoptosis.

Sedangkan Sung Yong Lee dari Department of Internal Medicine, Korea University, mengatakan PPARs berperan penting pada pertumbuhan dan pembelahan sel. Pengontrolannya dengan meningkatkan fosfat dan menghilangkan rangkaian kerusakan pada kromosom yang berefek proliferasi atau penyebaran sel kanker paru. Artinya, PPARs berfungsi sebagai antitumor paru saat terjadi kerusakan DNA dan RNA kromosom. Tak heran, berbagai penyakit yang diidap Shirley enyah karena konsumsi cryptomonadales. Alga hijau biru itu menjadi ujung jalan penderitaannya. (Vina Fitriani/Peliput: Niken Anggrek Wulan).

Previous articleEksplorasi Bangka
Next articleBahan Bakar dari Limbah
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Membangun Rumah Walet agar Walet Mau Bersarang

Trubus.id — Rumah walet tidak bisa dibuat asal-asalan. Perlu riset khusus agar rumah itu nyaman ditempati walet. Mulai dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img