Sunday, August 14, 2022

Kebaikan Minyak Baik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Riset membuktikan, konsumsi minyak nabati sungguh menyehatkan.

 

Masyarakat memperoleh khasiat avokad dengan mengonsumsi daging buah. Kini ada cara baru menyantap buah kerabat kayu manis itu, yakni menyantap minyak avokad. Pemerasan daging buah avokad kualitas terbaik, tanpa kulit dan biji, pada suhu rendah dengan mesin khusus menghasilkan minyak avokad ekstra murni. Meski sudah beralih rupa, aroma avokad tidak berubah. Kandungan gizi pun tidak hilang. Hasil penelitian Christian Cortés-Rojo dan rekan, dari Universidad Michoacana de San Nicolás de Hidalgo, Meksiko, membuktikan minyak avokad berkhasiat sebagai antioksidan.

Christian Cortés-Rojo menguji sel ragi-biasa digunakan pada produksi anggur dan bir-untuk menguji minyak avokad. Selain karena mudah dipelajari, sel ragi juga memiliki mitokondria yang sangat tahan serangan radikal bebas. Mitokondria adalah “pabrik” yang memproduksi energi bagi kehidupan sel. Berbagai polutan lingkungan seperti polusi udara, asap rokok, dan radiasi mengubah oksigen dalam mitokondria menjadi radikal bebas.

Minyak unik

Radikal bebas berupa senyawa atau molekul dengan satu atau lebih elektron tak berpasangan pada orbit luarnya. Oleh karena itu untuk mencapai kestabilan ia mencuri molekul di sekitarnya. “Radikal bebas dapat merusak membran sel, protein, lemak, dan DNA,” ujar Ketua Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), dr Hardhi Pranata SpS MARS.

Untuk mengatasi radikal bebas tubuh memerlukan antioksidan. Menurut Hardhi dalam keadaan normal, tubuh memproduksi antioksidan seperti enzim glutathion (GSH) dan super oksida dismutase (SOD). “Enzim itu mampu menetralisasi radikal bebas di dalam tubuh,” kata Hardhi. Namun ketika radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan, antioksidan tubuh tak mampu mengimbangi radikal bebas. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar.

Banyak penelitian yang mengungkap kandungan antioksidan pada sayuran dan buah. Namun, menurut Christian antioksidan dalam sayuran dan buah tidak dapat masuk ke mitokondria. Efeknya radikal bebas tetap merusak organel sel itu sehingga produksi energi berhenti. Lama-kelamaan sel kolaps dan terancam mati. Harus diingat, minyak avokad unik karena memiliki kandungan lemak pembentuk dinding sel yang sangat resisten terhadap oksidasi. Minyak avokad juga memiliki pigmen yang menghambat terjadinya oksidasi.

Itu yang mendasari Christian dan rekan menguji minyak avokad terhadap mitokondria sel ragi. Hasil penelitian menunjukkan minyak avokad membantu sel ragi tetap bertahan dari paparan besi, salah satu faktor yang memproduksi banyak radikal bebas. Bagaimana duduk perkara minyak avokad mengatasi radikal bebas? Itu karena minyak avokad mempercepat respirasi mitokondria. Artinya penggunaan nutrien untuk menghasilkan energi bagi fungsi sel tetap berlangsung efektif, meski mitokondria diserang radikal bebas.

Banyak pilihan

Konsumsi minyak avokad secara teratur mampu mencegah berbagai penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Itu berkat efek antioksidan pada minya avokad. Bagaimana dengan minyak zaitun? Salah satu khasiat minyak zaitun dapat dilihat dari luar tubuh. Hasil riset Catharina Sagita, Yohannes Widodo Wirohadidjojo, Arief Budiyanto, dan Irianiwati dari Departemen Dermatovenereologi dan Departemen Patologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada membuktikan, minyak zaitun murni mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet.

Itu karena peranan kandungan fenol minyak zaitun ekstra murni berupa ortodihidroksi yang terdapat dalam hidrositirosil. Beragam minyak nabati itu kini banyak beredar di pasaran. PT Hijau Murni Alami, misalnya, mendistribusikan enam minyak nabati bermerek Green Tosca seperti minyak avokad, almon, aprikot, Flaxseed (biji rami), dan wijen. Sementara PT Karunia Sukses Gemilang memasarkan minyak zaitun.

Menurut Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, hadirnya beragam minyak tersebut memberikan pilihan kepada masyarakat untuk hidup sehat. Apa lagi klaim sehat itu berdasarkan riset ilmiah dari beragam lembaga. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Bondan Setyawan dan Andari Titisari)

Fakta dari Tiga Benua

Minyak Wijen

Penelitian B. Ramesh dari Universitas Annamalai, India, membuktikan minyak wijen anti diabetes mellitus. Kadar glukosa darah tikus menjadi 222, 02 mg/dL, sebelumnya 242, 85 mg/dL.

Minyak Rami

Penelitian Joshua Lawrenz dari Wheaton College, Amerika Serikat, menunjukkan minyak biji rami mengurangi fibrosis atau kelainan jaringan parut pada paru-paru. Rantai pendek asam lemak omega-3, dan alfalinolenat, dalam minyak biji rami andal mengurangi fibrosis paru-paru.

Minyak Kacangtanah

Evros K. Vassiliou dari Universitas Kean, Amerika Serikat, membuktikan konsumsi minyak kacang menurunkan glukosa darah pada tikus yang menderita diabetes tipe 2.

Minyak Avokad

A Ortiz Moreno dari Institut Politeknik Nasional, Meksiko, membuktikan minyak avokad meningkatkan High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.

Minyak Aprikot

Pemberian minyak biji aprikot menurunkan kadar kolesterol sebagaimana riset Turkan Kutlu dari Universitas Inonu, Turki. Minyak aprikot kaya asam oleat dan lioneleat, tokoferol, dan fitosterol.

Minyak Almon

Penelitian yang dilakukan oleh Amit Kumar dari Shoolini University, India, menunjukkan minyak almon mempunyai daya hambat aktivitas cendawan Candida guilliermondii.

Keterangan Foto :

  1. Minyak zaitun menyehatkan kulit
  2. Minyak daging avokat berkhasiat antioksidan
  3. dr Hardhi Pranata SpS MARS, antioksidan hadang radikal bebas
Previous articleBawang Lenyapkan Mioma
Next articleSehat Itu Gaya Hidup
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img