Tuesday, July 23, 2024

Kebun 600 ha Dikelola 7 Orang

Rekomendasi
- Advertisement -

Ia menempuh perjalanan selama 17 jam dari Jakarta. Di penghujung Juni Abedeen dibalut hawa dingin, berkisar 80C. Saat pintu pesawat dibuka, suhu dingin bagai menusuk tulang-belulang. Dari bandara Rahmad, importir bibit kentang, bergegas menuju mobil yang akan membawanya ke Banf, Dundee. Kota di utara Aberdeen itu kesohor sebagai penghasil bibit kentang berkualitas.

Sore itu arus lalu lintas di kawasan Aberdeen relatif lancar. Van hitam yang membawa Rahmad dan rombongan melaju cepat menuju Banf. Meski letih Rahmad tidak merasa bosan. Pasalnya, selama perjalanan Rahmad disuguhi pemandangan alam menarik. Di sepanjang jalan tampak hamparan gandum dan barley tumbuh subur. Peternakanpeternakan domba dan sapi juga tampak di sana. Maklum Dundee merupakan sentra pertanian di Skotlandia. Di sana terdapat wilayah yang terlindungi sebagai tempat khusus pembibitan kentang. Daerah itu dijamin Scottish Agricultural Science Agency (SASA) bebas dari virus dan penyakit.

Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam Rahmad tiba di kebun REW Ritchie yang letaknya di pinggir pantai. Tidak ada papan nama di pintu masuk. Namun, pengunjung dijamin tak tersesat karena kebun Ritchie cukup populer di Banf. Begitu masuk ke kebun terlihat rumah mungil di tengah-tengah hamparan tanaman kentang. Ritchie, sang pemilik kebun, menyambut Rahmad dengan ramah. Pria setengah baya itu memang kesohor pemain bibit kentang nomor satu di negara itu.

Modern

Keesokan paginya Rahmad mulai berjalan mengelilingi kebun. “Ini kunjungan kedua saya ke kebun Ritchie. Banyak perubahan ketimbang pertama kali datang ke sini, 6 bulan lalu,” ujar Rahmad. Kebun itu dilengkapi satelit untuk mempermudah pengawasan kebun. Dengan alat itu Ritchie bisa mengetahui lokasi dan lama traktornya bekerja. Di sana mekanisasi diterapkan.

Itu sebabnya Ritchie tidak membutuhkan banyak tenaga kerja untuk mengolah lahan seluas 600 ha. Ia cukup mempekerjakan 7 pegawai untuk menyiram hingga memanen. Setiap karyawan digaji Rp20-juta per bulan. Toh dengan iming-iming gaji besar Ritchie tetap kesulitan mencari tenaga kerja. Lantaran suhu di sana sangat dingin bisa mencapai di bawah 40C sehingga jarang yang bisa bertahan.

Pantas jika Ritchie sangat tergantung dengan mesin. Ia mengawasi semua pegawai dan alatalatnya melalui komputer yang diletakkan di kantor di sebelah rumah utama. Ukuran kantor kecil, hanya 5 m x 6 m. Dari sana ia mengawasi lahan yang luas.

Di depan kantor tampak 5 deretan greenhouse masingmasing seluas 1.000 m2. Greenhouse itu tempat untuk menyemai bibit sebelum ditanam di lahan. Sayang waktu Rahmad berkunjung ke sana, greenhouse kosong karena tanaman selesai dipanen. Yang tersisa hanya rakrak kosong dan selang-selang kecil untuk mengalirkan pupuk dan air.

Di sudut greenhouse terlihat tumpukan media untuk penyemaian. Itu bukan sembarang media. Di dalamnya terdapat pupuk dan unsur-unsur lain yang dibutuhkan tanaman untuk tiap fase pertumbuhan. Itu berarti meringankan pekerjaan pekebun. Media instan itu dijamin bebas virus dan berbagai penyakit karena disterilisasi. Media itu hanya digunakan untuk sekali tanam. Setelah itu bisa dijual untuk media tanam di luar area terlindungi.

Panen cepat

Setelah bibit ditanam di lahan, perawatan seperti penyiraman, pemupukan, dan panen dilakukan oleh mesin. Dengan begitu pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat dan seragam. Pemandangan paling menarik saat panen tiba. Traktor besar bolak-balik di sekitar lahan. Rahmad menyaksikan saat atlantik hendak dipanen. Dua traktor berjalanan beriringan di pinggir lahan. Traktor pertama berfungsi mengambil kentang dari lahan. Kentang-kentang itu kemudian dimasukkan ke dalam traktor kedua yang berjalan di sebelah kiri traktor pertama.

Di dalam traktor berbentuk kotak itu kentang di bersihkan dari tanah dan batu. Untuk proses itu masih dibutuhkan tenaga kerja manusia karena mesin belum bisa membedakan kentang dengan batu. Setelah disortir kentang dimasukkan ke dalam kotak besi. Setiap kotak mampu menampung 1 ton kentang. Kotak-kotak itu kemudian disimpan di gudang. Ritchie memiliki 4 gudang untuk menyimpan bibit kentang berdasarkan jenisnya. Ada sekitar 21 jenis bibit kentang ditanam di sana.

Dukungan alam

Mutu bibit kentang produksi Ritchie tak diragukan lagi. Importir dari seluruh pelosok dunia menanti kiriman bibit kentang dari kebunnya. Sebut saja Thailand, Inggris, Rusia, dan Indonesia.

Bahkan Polandia yang juga dikenal sebagai eksportir bibit kentang, juga masih mendatangkan dari Banf. Pasar ekspor memang jadi bidikan utama Ritchie. Hampir 20.400 ton bibit kentang dikirim ke mancanegara setiap musim tanam. Sehektar lahan membutuhkan 1—1,5 ton bibit. Volume ekspor itu setara dengan pena13.600—20.000 ha. Bibit kentang ditanam setahun sekali pada musim semi.

Dengan lahan 600 ha Ritchie kelabakaan meladeni order dari para importir. Pasalnya aturan penanaman bibit kentang sangat ketat. Usai kentang dipanen tanah itu tidak boleh ditanami kentang lagi. Ia harus menunggu 3 tahun lagi. Jika dilanggar SASA bakal mencabut izin penanaman bibit kentang. Itu sebabnya Ritchie terpaksa menyewa lahan seluas 650 ha untuk pergiliran tanam.

Dukungan alam yang membuat Scotlandia mumpuni menghasilkan bibit kentang. Suhu yang sangat dingin membuat virus dan penyakit tidak berkembang. Selain itu di pinggir-pinggir pantai pun bisa ditanami kentang. Beda dengan di tanah air yang sangat tergantung ketinggian lahan. (Bertha Hapsari)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img