Thursday, December 8, 2022

Kejarlah Daku : Kau Kusayang

Rekomendasi

Setelah 2 jam dicari hingga ke halaman luar rumah, kura-kura jenis african spurred tortoise itu berhasil ditemukan. Kura-kura berumur 4 tahun itu bersembunyi di pojok kolong tempat tidur Hanita. ?Dia memang suka jalan-jalan, tapi biasanya ngga suka ngumpet,? ujar alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudy di Jakarta itu.

Untuk menghindari kejadian itu berulang, Hanita selalu berpesan kepada pembantunya, sebelum pergi harus sering-sering menengok Chimot. Bahkan untuk berjaga-jaga bila suatu ketika kura-kura yang dibeli seharga Rp250.000 itu sampai keluar halaman rumah, Hanita membuat nama di atas karapas Chimot. Di sana terpatri tulisan besar dengan cat jingga NITA SALON JALAN MERAPI CA-9. ?Itu nama dan alamat salon milik ibu di Cibinong,? ujarnya.

Kolektor

Nun di Yogyakarta, Pradipta bersorak keras saat Jinggo mau melangkah cepat di dalam lajur pipa PVC. Tamatan SMA yang tinggal di bilangan Wirobrajan itu sedang melatih kura-kura darat jenis papua dada merah untuk lomba adu jalan cepat. ?Tidak gampang membuat kura-kura mau berjalan,? ujarnya.

Usaha melatih selama 2 minggu itu tidak sia-sia. Pada kontes reptil 2nd Jogja Reptil Contest 2006, sang kura-kura berhasil menyabet juara kedua. Soal kekalahan Jinggo itu Pradipta hanya berkomentar pendek. ?Mungkin agak takut melihat orang banyak sehingga lebih banyak bersembunyi dulu,? ujar kelahiran Klaten 1985 itu.

Satrio Wibowo di Bandung boleh jadi hobiis yang sangat serius menekuni kura-kura. Tak kurang dari 15 jenis kura-kura mancanegara dikoleksinya 4 tahun lalu sepulang studi di Australia.

Sebut saja kura-kura mata-mata Chelus fimbriatus, kura-kura pipi merah, dan leopard pardalis, hingga jenis menyeramkan alligator snaping Macroclemys temmincki yang kanibal. ?Kura-kura ini hanya makan daging,? ujar Satrio.

Masing-masing jenis itu ditaruh dalam akuarium berukuran 90 cm x 80 cm x 45 cm. Kecuali jenis kanibal yang ditaruh di kolam samping rumah. Tak sekadar mengoleksi, Kosasih sangat piawai bercerita tentang sejarah kura-kura koleksinya. ?Kura-kura mata-mata diambil dari nama suku Indian yang berarti pembunuh. Beberapa ahli mengatakan jenis ini ada karena kekeliruan evolusi,? ujarnya menunjuk sang empunya nama.

Bagi Agus Wisman, pentolan grup vokal Elfa Singer?s, kura-kura menjadi salah satu klangenan yang dapat memberi semangat dan penghilang penat. Di rumahnya beberapa jenis kura-kura seperti cherry head dan painted turtle Chrysemys picta dipelihara. ?Asyik kalau sudah main sama kura-kura,? ujarnya.

Awet muda

Dari lacakan Trubus

di berbagai kota seperti Yogyakarta dan Jakarta, kesukaan memelihara kura-kura memang sedang trendi. Komunitas di kota Gudeg,Yogyakarta, bahkan memiliki perkumpulan sendiri yang bergabung dengan kelompok reptil Ophio. ?Dari sekitar 50 anggota, 40 di antaranya mengoleksi kura-kura lebih dari 1 jenis,? ujar drh Slamet Raharjo, pendiri Ophio.

Yang dikoleksi pun beragam. Ada kura-kura berharga puluhan ribu rupiah seperti kura-kura brazil dan papua dada merah. Atau jenis langka yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per ekor. Sebut saja alligator snaping yang mencapai Rp1-juta/ekor dan leopard pardalis Rp11-juta/ekor.

Maraknya kontes-kontes pet di Jakarta sejak awal Januari 2006 ikut mendorong tren mengoleksi kura-kura. Meski hanya menjadi salah satu bagian pet yang dipertandingkan, antusiasme peserta dan pengunjung cukup besar. Pada Olimpiade Hewan 2006 di Karawaci misalnya, meski hanya diikuti 6 peserta, tepuk tangan meriah dari pengunjung yang menjagokan salah satu kura-kura terdengar nyaring. Maklum kura-kura itu seringkali terjungkal saat berjalan di atas kayu sepanjang 1 m.

Bak efek domino, banyak pet shop kini mulai memajang kura-kura. Dari 15 pet shop di Plaza Gajahmada, Jakarta Pusat, 3 di antaranya sudah mulai rutin menjual. ?Yang banyak diminta jenis kura-kura brazil karena harganya murah sekitar Rp20.000?Rp25.000/ekor. Yang lain seperti indian star dan radiata,? ujar Dado dari Joe Pet Shop. Selama Juni 2006 Dado bisa menjual 150 kura-kura brazil. Jumlah itu meningkat sekitar 60% dibandingkan Februari?Maret 2006.

Menurut Ari dari Max Pet Shop di Jakarta Pusat, beberapa konsumen etnis Tionghoa yang datang membeli sangat percaya jika memelihara kura-kura dapat membuat awet muda dan panjang umur. ?Kata orang zaman dulu kalau memelihara kura-kura membawa keberuntungan,? ujarnya.

Darat disukai

Menurut Setiyoko Pramono, sebagian besar hobiis sangat menyukai jenis kura-kura darat seperti pardialis, indian star, cherry head, dan radiata. ?Ngga repot merawatnya dibanding kura-kura air yang jelas-jelas membutuhkan air untuk tempat hidup,? ujar pemilik toko reptil Omah Ijo di Yogyakarta. Namun, kura-kura darat banyak yang dilindungi sehingga penjualannya pun terbatas.

Sebetulnya asalkan mampu menangkarkan, hambatan memiliki kura-kura darat bukan halangan. California Turtle and Torquise Club di California Amerika Serikat bisa menjadi contoh. Komunitas yang beranggotakan pecinta kura-kura darat dan air itu gemar bereksperimen mengawinkan kura-kura. Hasilnya kura-kura langka seperti pink belly snaper bisa meningkat populasinya. Hasil tangkaran itulah yang dijual.

Memelihara kura-kura memang menyenangkan. ?Karena lambat bergerak ia jadi mudah dilihat dan diperhatikan. Apalagi kalau warnanya bagus. Cakep deh,? ujar Wirawan Putra, hobiis di Kelagading, Jakarta Utara, saat datang ke stan reptil Deep Jungle pada Trubus WTC Agro Expo 2006. Tentunya asal kura-kura itu tidak bersembunyi seperti halnya Chimot milik Hanita. (Dian Adijaya S/Peliput Lani Marliani dan Rahmansyah Darmawan)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img