Wednesday, August 10, 2022

Kemalau Cantik Rp115-juta

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Harga itu setara dengan seekor kemalau sepanjang 25—30 cm milik Yohannes Yusuf, Bandung. Ia istimewa lantaran mutiara dan gradasi warnanya sangat langka.

Wajar bila Yohannes kepincut pada kemalau tangkaran Anton Setiadi itu. Baginya mengeluarkan dana ratusan juta rupiah demi lou han langka dan istimewa tidak masalah. Maklum, ikan berajah itu memang cantik bak putri raja. Sekujur tubuhnya dipenuhi sisik merah ngejreng. Marking penuh mulai dari kepala hingga ekor.

Ia kian istimewa karena mutiara pasirnya shining dan merata. Lazimnya, kemalau memiliki mutiara cacing yang saling menyambung dan panjang serta tebal. “Mutiara pasir seperti ini sangat langka,” ujarnya.

Menurut hobiis lou han itu bukan hal mudah membawa kecantikan kemalau ke kediamannya di Kota Kembang. Pria yang kerap menjuarai kontes lou han itu harus bertarung mati-matian dengan hobiis asal Singapura yang juga terpesona dengan kemolekan kemalau. Tak pelak, perang harga pun terjadi. Tak ubahnya seperti pelelangan ikan, Yohannes dan trader Singapura itu saling menawarkan harga tertinggi kepada sang empunya melalui SMS, telepon, internet, bahkan langsung menemui pemilik. “Singapura malah ingin membeli seharga Sin$25.000, kira-kira Rp130-juta,” ucap Yohannes. Untungnya sang empunya tak ingin hasil tangkarannya keluar dari wilayah Indonesia. Ikan bernongnong itu akhirnya jatuh ke tangan Yohannes.

Sulit ditangkarkan

Sangat beralasan bila kelahiran Bandung 29 tahun silam itu berjuang mati-matian untuk mendapatkan kemalau. Maklum mendapatkan kemalau bagus membutuhkan waktu lama.

Selain itu, kemalau termasuk lou han yang sulit ditebak kualitasnya. Meskipun indukan berasal dari negeri Jiran, anakan yang dihasilkan belum tentu sama dengan tetuanya. “Walaupun kecil bagus belum tentu besarnya akan bagus dan begitu pula sebaliknya,” kata Anton. Tak heran bila hobiis lokal maupun luar negeri jarang yang menangkarkannya.

Itu diamini Eff endy, hobiis lou han asal Jakarta. “Kemungkinan mendapatkan kemalau berkualitas sangat rendah. Persentasenya sangat kecil, mungkin 0,00001%,” ujar Sekjen Perhimpunan Pecinta Lou Han Indonesia (P2LI) itu. Setiap persilangan lazimnya menghasilkan 500—600 telur. Namun, dari ratusan burayak itu yang berhasil hanya 5—10 ekor saja. Kualitasnya pun belum tentu bagus. Menurutnya pada generasi kedua, kemalau yang diperoleh memiliki mutiara tidak penuh dan kurang shining. Gradasi warnanya pun tidak menarik.

Baru pada persilangan berikutnya, diperoleh kemalau yang berkilau. Selain persilangan yang ketat, kecantikan kemalau juga lantaran perawatan intensif. Mulai dari kondisi air hingga pakan harus diperhatikan. Agar kondisi ikan tetap top performance, pH air harus dipertahankan 7—8. Selain itu kesadahan air sebaiknya 12. Karena itu, pergantian air dilakukan 2 minggu sekali. Pemberian jantung sapi, cacing, dan pelet 3 kali sehari sebagai pakan utama. Udang juga diberikan sebagai selingan.

Asal muasal

Kini kemalau termahal itu menjadi buah bibir pecinta lou han di Indonesia. Selain harganya selangit, prestasinya melejit dengan menyabet gelar grand champion perdana saat kontes nasional lou han bertajuk Alfamart Makassar Lou Han Competition & Expo 2005 di Makassar awal Juli silam.

Namun, tak ada yang mengira bila hidup kemalau itu bak kepompong menjadi kupukupu cantik. Awalnya kelahiran kemalau pada 2004 itu tidak luar biasa. Tubuh mungil dan tak ada tanda-tanda ikan akan tumbuh sempurna dan istimewa. “Mulut dan markingnya jelek. Muka lancip dan tubuh tidak ngotak,” kata Anton.

Ia bagai pungguk merindukan bulan, tidak ada satu pun yang melirik apalagi menawarnya. Saat umurnya beranjak dewasa, warna, mutiara, dan marking menjadi mewah. Wajar bila hobiis lou han dari Singapura, Filipina, bahkan mania lou han tanahair rela mengeluarkan kocek ratusan juta rupiah untuk menebusnya. Maklum, kecantikan kemalau itu bakal menjadi momok yang menakutkan bagi pesaing dalam kontes lou han. (Rahmansyah Dermawan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img