Sunday, August 14, 2022

Kembalinya Suara sang Direktur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sayang, 4 tahun silam, lantunan suara indah Hengky terhenti. Musababnya, ada nodul di pita suara sehingga menimbulkan serak bahkan suara hilang sama sekali.

 

Awalnya Hengky menganggap sepele penyakit yang dideritanya. Namun, lama-lama terasa mengganggu. Ia tak lagi bisa bicara lama-lama. Hengky pernah kehilangan suara saat mengatur anak buahnya yang berjumlah 100 orang. Karena gangguan itu, bicara dengan kolega dan tamu juga terbatas. ‘Padahal saya orangnya senang ngobrol,’ kata Hengky.

Sejak saat itu, aktivitas berkaraoke untuk mengisi waktu luang ditinggalkan. ‘Jangankan 10 lagu, satu lagu pun suara saya langsung serak,’ tutur Hengky. Selain suara hilang, Hengky juga sering batuk kala malam tiba. ‘Jika batuk, dahak keluar banyak sekali,’ kata pria yang hobi mengutak-atik motor gede itu. Hengky mulai curiga, ada yang tidak beres dengan tenggorokannya. Buktinya, tenggorokan jadi sangat sensitif. ‘Sedikit makan makanan panas langsung terasa sakit. Begitu pula dengan makanan dingin,’ kata Hengky.

Tanpa sadar kondisi itu kian hari bertambah parah. Ia makin sering kehilangan suara tiba-tiba. Pekerjaan pun menjadi terhambat. ‘ngobrol sebentar pun suara saya langsung habis,’ tutur Hengky. Beragam obat dikonsumsi Hengky, mulai yang dijual bebas hingga resep dokter. Namun, setelah sepekan sembuh kemudian kambuh lagi.

Operasi

Karena penasaran, Hengky memeriksakan kesehatan di RS Mount Elizabeth, Singapura. Hasilnya, di tenggorokan mantan kontraktor itu ada bintik putih di pita suaranya. Bintik yang dinamakan nodul itu membuat suara menjadi serak sehingga harus diangkat.

Amandel Hengky juga meradang dan membesar. Pantas makanan panas terasa seperti garam yang menempel pada luka. Perih dan sakit. Agar infeksi pada amandel tidak tersebar, dokter di Singapura menyarankan segera diangkat. ‘Saya disarankan menjalani operasi,’ ujar Hengky. Nodul pita suara merupakan pertumbuhan massa atau pembengkakan pada pita suara yang disebabkan pemakaian suara berlebih. Timbulnya penyakit yang dikenal dengan singer`s nodule (nodul penyanyi) itu bisa disadari atau tidak disadari oleh penderitanya. Gejalanya, kualitas suara menurun. Selain suara menjadi serak, penderita tak mampu berbicara terus-menerus dalam waktu lama.

Tak tahan mengalami penderitaan itu, Hengky memutuskan untuk operasi. Operasi mengangkat bintik putih dilakukan sekaligus pengangkatan amandel. ‘Setelah operasi rasanya nyaman. Batuk dan serak yang sering muncul hilang. Saya bisa bicara lama-lama lagi,’ tutur pria kelahiran 11 Juni 1962 itu.

Sayang, 3 tahun setelah operasi, batuk dan serak kembali datang. Ia harus berkutat lagi dengan penyakitnya. ‘Gejalanya sama seperti ketika belum dioperasi,’ kata Hengky. Bolak-balik mengunjungi dokter pun dijalani sampai Hengky bosan dan akhirnya pasrah dengan penyakitnya.

Minyak herbal

Suatu hari, usai syuting promosi sebuah produk tetes mata herbal, acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam. Di sela perbincangan santai, salah seorang tamu menjelaskan manfaat minyak yang diproduksi perusahaannya. Salah satunya untuk mengurangi batuk berdahak. Hengky tertarik mencobanya.

Singkat cerita, lantaran ingin sembuh, minyak berwarna kuning bening itu diminumnya satu sendok makan. ‘Rasanya semriwing-semriwing, hangat,’ kata pria kelahiran Semarang itu. Efeknya, tenggorokan menjadi lega dan badan terasa hangat. Dahak juga berkurang. Sampai sekarang Hengky rutin meminum minyak asal Papua itu setiap malam.

Apa kandungan minyak itu? Minyak yang dikonsumsi Hengky mengandung campuran jahe merah, minyak kayu putih, bawang merah, bawang putih, dan sereh. Nodul pita suara merupakan pertumbuhan massa atau pembengkakan pada pita suara. Campuran bahan-bahan alami itu memberikan efek antipembengkakan pada nodul.

Riset Kiuchi dan rekan dari Faculty of Pharmaceutical Sciences, University of Tokyo, Jepang, ekstrak jahe terbukti menghambat biosintesis prostaglandin dan leukotrien. Efek antipembengkakan jahe bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim siklooksigenase dan lipooksigenase sehingga jumlah prostaglandin dan leukotrien, mediator terjadinya pembengkakan, menurun.

Sebut saja gingerol, bahan aktif dalam jahe itu mampu melawan arachidonate 5-lipoxygenase, enzim yang berperan dalam biosintesis leukotrien. Kandungan shogaol dalam jahe juga memberikan efek analgesik. Kedua zat itu, gingerol dan shogaol, efektif mengurangi rasa sakit dan bengkak pada peradangan.

Hal senada diungkapkan Lantz dan rekan. Para peneliti dari Department of Cell Biology and Anatomy, University of Arizona, Amerika Serikat, itu juga membuktikan efek antipembengkakan pada jahe secara in vitro. Hasil riset menyatakan jahe dengan kandungan gingerol dan shogaol mampu menghambat produksi prostaglandin E (2) dengan dosis kurang dari 0,1 mcg/ml.

Bawang merah juga ikut berperan sebagai antipembengkakan. Kandungan sulfur dalam bawang merah seperti allyl propyl disulphide (APDS) berefek antiinflamasi dengan cara menghambat pembentukan tromboksan yang juga dihasilkan dari alur siklooksigenase.

Kandungan minyak herbal asal Papua itu juga berefek meluruhkan dahak. Selain jahe dan sereh, efek ekspektoran lainnya diperoleh dari bawang merah dan daun pandan. Keduanya mengandung saponin yang berefek melancarkan dahak. Menurut Rubiyantoro, herbalis dari Kampoeng Herba, Bekasi, campuran kayu putih, bawang putih, dan bawang merah, juga bersinergi menimbulkan rasa hangat di tubuh dan menimbulkan rasa nyaman di tenggorokan.

Nodul

Nodul pita suara yang terlihat seperti bintik putih itu muncul akibat pemakaian suara berlebihan atau penyalahgunaan suara seperti berteriak atau bersuara dengan nada tinggi. Meski sudah sembuh, nodul memungkinkan muncul lagi jika penyalahgunaan suara kembali dilakukan. Nodul umumnya dialami oleh penyiar, penyanyi, juru kampanye, dan guru yang sering menggunakan suara nada-nada tinggi. Untuk mengetahuinya perlu dibiopsi dan massa yang terdapat pada pita suara diteliti di laboratorium.

Menurut dr Dody Widodo, Sp THT, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dari RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, risiko munculnya nodul pita suara bisa dihindari dengan mengurangi frekuensi penggunaan suara nada tinggi. ‘Suara juga perlu istirahat. Kurangi bicara dengan nada tinggi,’ kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Seyogyanya para penderita nodul jangan menganggapnya penyakit enteng. Nodul bisa berkembang menjadi kanker pita suara. Makanya ketika ada gejala serak yang menghebat dibarengi sesak napas, perlu diwaspadai. ‘Itu tanda keganasan,’ kata Dody. Oleh karena itu, jika tidak kunjung mengecil, pengangkatan nodul menjadi jalan keluarnya. Namun, tidak ada salahnya mencoba minyak asal Papua. Buktinya, Hengky kini dapat bernyanyi kembali. (Kiki Rizkika/Peliput: Lani Marliani)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img