Friday, August 12, 2022

Kembang Bokor Dari Afrika Berbunga di Belanda

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tumbuhnya berpindah-pindah: di dalam kerudung plastik, naungan greenhouse, kebun terbuka, ruang dingin bersuhu 1oC, dan rumah kaca bersuhu 20oC. Terciptalah hortensia dengan warna-warna fantastis untuk tanaman dalam pot dan bunga potong.

 

 

 

 

Jutaan setek hortensia terdiri atas 2-3 daun setinggi kira-kira 5-8 cm itu ditanam di dalam lubang-lubang tanam di baki plastik. Lalu pekerja di kebun itu mengerudunginya dengan semacam plastik selama 14-16 hari dan tambahan 5 hari di bawah penutup berbahan akrilik hingga setek mengeluarkan akar. Setelah itu barulah bibit-bibit hydrangea yang sudah berakar itu siap dipindahkan ke pot berdiameter 9 cm, 14 cm, dan 21 cm.

Lalu pekerja menata pot-pot tanaman yang aslinya dari Jepang dan Tiongkok itu di atas lantai semen di dalam greenhouse hingga tumbuh menjadi tanaman remaja. Selama pemeliharaan, tanaman mendapatkan nutrisi dari sistem irigasi pasang surut alias ebb and flow. Selanjutnya tanaman dipindahkan ke lahan terbuka selama 4-5 bulan.

Setelah memasuki fase dewasa itulah tanaman masuk ke dalam ruang dingin bersuhu 1oC selama kira-kira 6 minggu. Dari sana tanaman berpindah ke rumah kaca bersuhu 20 oC selama 7 minggu. Perlakuan suhu ekstrem itu untuk memacu tanaman berbunga serempak.

1,5-juta pot

Selepas “karantina” terakhir itu barulah tanaman hydrangea memamerkan bunga majemuknya yang membentuk bulat layaknya setengah bola sepak. Dijk van Dijk, pemilik nurseri hydrangea seluas total 8 hektar (ha) berupa greenhouse dan rumah kaca serta 2 ha areal terbuka, kemudian memasarkan bunga bokor itu melalui pasar lelang ke seluruh Eropa. Total jenderal produksi hortensia dari kebunnya 1,5-juta pot per tahun.

Dijk menanam Hydrangea macrophylla yang bibitnya didatangkan dari Uganda, Benua Afrika, pada Februari-Agustus. Spesies itu memang yang banyak dibudidayakan secara komersial sebagai tanaman hias bunga potong dan tanaman dalam pot. Bunganya berwarna-warni: merah, merah muda, putih, biru, dan ungu.

Dijk mengembangkan 30 varietas macrophylla dengan ragam warna, kecuali warna kuning. Warna-warna tanaman anggota family Hydrangeaceae itu biasanya dipengaruhi oleh kondisi media tanam, terutama kemasaman (pH) tanah. Untuk menghasilkan warna biru yang elok, misalnya, Dijk menambahkan sediaan mengandung aluminium saat budidaya tanaman. Itu membuat warna biru kembang bokor itu solid. Berkat keindahan warna bunganya, hortensia di dalam pot kerap terlihat menghiasi meja-meja kantor, ruang keluarga, hingga hotel berbintang di Eropa.

Kawat kasa

Hortensia juga bunga potong favorit. Mahkotanya yang bertipe perbungaan majemuk dan membulat kompak memberi kesan penuh rangkaian bunga. Itu yang dikembangkan oleh René Ruigrok di dalam rumah tanam seluas 1,5 ha. René menanam 7 varietas macrophylla di dalam pot-pot tanam bervolume media 7,5-12 liter sehingga setiap meter persegi lahan mampu menampung 23-25 tanaman.

Supaya batang tidak tumpang-tindih dan tumbuh lurus pekerja “mengerangkeng” tanaman dengan kawat kasa berukuran lubang 20 cm x 20 cm. Kerangkeng itu bisa dinaikturunkan mengikuti pertumbuhan tanaman. Tanaman tumbuh subur dengan pemupukan intesif yang diberikan secara teratur berbarengan dengan penyiraman menggunakan cara irigasi tetes. Rene sangat memperhatikan sanitasi kebun, sebab kebun yang jorok mengundang cendawan penyebab penyakit, seperti botrytis, datang. Kutu dan laba-laba juga perongrong budidaya tanaman semak yang bisa tumbuh hingga setinggi 3 meter itu.

René biasa memanen tangkai-tangkai bunga pada Maret-November. Pekerja memotong tangkai setinggi minimal 80 cm dengan mahkota bunga sebesar kepala manusia dewasa sehingga pas dipakai sebagai pengisi rangkaian. Bunga-bunga tiga bulan-nama lainnya-itu diletakkan di dalam wadah-wadah plastik berisi air dan dibawa ke pelelangan.

Setiap empat tahun Rene meremajakan tanaman dan menggantinya dengan bibit baru. Total jenderal di negeri Kincir Angin terdapat 100 pekebun hortensia potong dengan total produksi 30-juta tangkai per tahun. Sebagai bunga potong atau tanaman dalam pot hortensia yang besar di Belanda sama cantiknya. ***

 

Keterangan Foto :

  1. Warna biru yang solid didapat dengan menambahkan campuran mengandung aluminium selama budidaya
  2. Tanaman hortensia remaja mendapatkan nutrisi dari sistem irigasi ebb and flow
  3. Dijk van Dijk mengembangkan hortensia pot sejak 1990
  4. Pekerja menanam bibit tanpa akar yang didatangkan dari Uganda
  5. Penyungkupan bibit hydrangea secara massal selama 16 hari untuk menumbuhkan akar
  6. Pascakeluar dari sungkup massal, bibit masih mendapatkan perlakuan penyungkupan dengan bahan akrilik selama 5 hari sehingga menghasilkan tanaman muda yang kuat
  7. Kerangkeng kawat pada budidaya kembang bokor potong supaya tanaman tumbuh tegak dan tidak tumpang-tindih
  8. Bibit hydrangea setelah 16 hari disungkup dalam plastik raksasa, siap dipindah ke pot
  9. Hamparan hortensia potong seluas 1,5 ha
  10. Pada hortensia, hanya warna kuning yang belum ada
  11. Produksi bunga potong hortensia di Belanda mencapai 30-juta tangkai per tahun
  12. Tangkai bunga dipotong minimal 80 cm untuk memenuhi permintaan pasar rangkaian bunga
  13. René Ruigrok fokus membudidayakan hydrangea potong
  14. Pengemasan bunga potong sebelum dibawa ke pasar lelang
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img