Kemenyan selama ini identik dengan ritual adat dan tradisi leluhur. Padahal, tanaman ini menyimpan potensi besar sebagai bahan kosmetik alami dengan kandungan antioksidan dan kemampuan rehidrasi kulit yang kuat.
Melansir dari YouTube BRIN, pemanfaatan kemenyan sebagai bahan aktif perawatan kulit mulai dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Getahnya diolah menjadi serum dan sunscreen modern berbasis minyak atsiri.
Ironisnya, industri kosmetik nasional masih bergantung pada bahan baku impor. Padahal Indonesia kaya tanaman aromatik dan obat yang berpotensi besar untuk dikembangkan.
Melalui Pusat Riset Botani Terapan, BRIN meramu bahan alami asli Indonesia. Kemenyan berfungsi sebagai anti-aging dan anti-inflamasi, sedap malam untuk relaksasi, cempaka membantu regenerasi sel, dan cendana sebagai antioksidan alami.
Dibandingkan bahan kimia sintetis, minyak atsiri lebih minim risiko residu dalam jangka panjang. Bahan alami juga lebih mudah diterima kulit sehingga mendukung proses regenerasi.
Inovasi ini telah mencapai tingkat kesiapan teknologi level tujuh atau tahap menuju komersialisasi. Paten telah dikantongi dan mitra industri tengah mengurus izin edar.
Meski alami, penggunaan minyak atsiri tetap harus memperhatikan batas aman. Konsentrasi di bawah 2 persen diperlukan untuk menghindari iritasi atau kemerahan.
Kekayaan hayati Nusantara menjadi fondasi masa depan industri kecantikan nasional. Pemanfaatannya membuka peluang kemandirian sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
