Thursday, December 8, 2022

Keong Merongrong Naga

Rekomendasi

Kerusakan akibat makhluk kecil itu membuat pekebun buah naga rugi besar.

 

Niat semula Uyung Buana Jayanto, pengelola kebun Warso Farm, memasang ijuk di sekeliling tiang rambatan buah naga untuk menyimpan pupuk. Logikanya buah naga tak hanya memperoleh nutrisi pada saat penyemprotan pupuk, tetapi juga masih bisa menyerap hara yang  tersimpan di ijuk. Sayang, pemasangan ijuk di 100 tiang itu menjadi bumerang. Ijuk asal pohon aren itu justru menjadi sarang keong untuk bersembunyi dan berkembang biak.

Populasi keong melesat dalam waktu singkat karena ketersediaan pakan juga melimpah. Satwa moluska itu berpesta pora terutama saat intensitas matahari rendah pada pagi dan sore. Hama itu menggerogoti buah naga di kebun Suwarso Pawaka di Desa Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. “Kulit buah yang seharusnya berwarna merah muda dan mulus menjadi cokelat dan kasar sehingga penampilannya tidak menarik. Buah pun tak semuanya laku dijual,” kata Uyung Buana Jayanto.

Rugi besar

Di kebun Warso Farm, sebuah tiang terdiri atas 4 tanaman. Artinya 100 tiang  itu berselubung ijuk terdapat 600 tanaman. “Umumnya satu tiang menghasilkan 30 kg buah per musim,” kata Uyung. Dengan kerusakan buah mencapai 75%, artinya Warso kehilangan sekitar 3,4 ton dari 4,5 ton hasil panennya per musim.

Celakanya keong bukan hanya merusak buah, tapi juga sulur. Menurut peneliti di Pusat Kajian Buah Tropika Institut Pertanian Bogor (PKBT IPB), Kusuma Darma, keong Achatina sp kerap menyerang pada musim hujan. “Saat matahari penuh biasanya keong enggan keluar dari sarangnya. Ia menyukai kondisi lembap,” tutur alumnus Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor itu. Kusuma Darma juga menuturkan keong menyerang pada semua usia.

Untuk mengatasi keong, Uyung mencoba beragam cara. Mula-mula ia mengencerkan satu tutup botol insektisida pada 15 liter air dan menyemprotkan pada keong saat pagi dan sore atau setelah hujan reda. Berkali-kali penyemprotan, tetapi populasi keong tak kunjung surut. “Saat disemprot ia bersembunyi di dalam rumahnya sehingga tak mati,” tutur Uyung.

Ia lantas menerapkan cara lain, yakni menaburkan 0,5-1 kg bekatul di tiap pancang buah naga. Harapannya perhatian makhluk kecil itu pindah ke bekatul. Sayang, upaya itu gagal. “Keong tetap saja memakan sulur dan buah, tidak mau pindah sasaran ke bekatul,” kata Uyung. Hingga kini pengelola Warso Farm terpaksa mengambil satu per satu keong secara manual saat hama keluar. Itu karena mereka belum menemukan cara efektif mengendalikannya.

Pekebun di Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, melakukan hal serupa. “Kalau ada keong biasanya langsung saya ambil, terus kumpulkan, dan matikan,” katanya. Salim mengungkapkan biasanya keong menyerang tunas muda, umurnya kurang dari 3 pekan pascakemunculan. Beruntung, serangan keong di kebun Salim tidak begitu parah sehingga ia tidak terlalu ambil pusing. Kerusakan buah hanya 3%.

Menurut Kusuma Darma, jika serangan sudah parah seperti di kebun Warso, maka gunakan insektisida kontak sebagai alternatif penanggulangan. “Kalau kerusakan melebihi ambang batas ekonomi bisa menggunakan moluskasida,” ujarnya. Dosis moluskasida 0,2 ml per l.

Kresek hitam

Selain keong, Warso juga menghadapi kendala akibat musang. Hewan anggota famili Viverridae itu sering menyambangi kebun seluas 5 ha yang di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut itu. “Musang memakan buah naga matang, setelah itu musang meninggalkan sisa buah naga begitu saja,” kata Uyung. Pada awal 2011 dari 25 ton buah yang akan dipanen, 500 kg rusak akibat dimakan musang.

Uyung mengatasi hama musang dengan membungkus buah matang 60% dengan plastik kresek berwarna hitam. Cara itu efektif karena tak ada lagi buah yang dimakan musang. Uyung menduga warna plastik kresek hitam membuat musang tak lagi mengetahui buah naga matang. “Kita pernah coba plastik kresek warna putih, tapi masih terlihat ada bekas cakaran di kresek itu,” tambah alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Menurut Uyung pembungkusan dengan kresek harus rapat sehingga musang tak bisa mencium aroma buah naga. Pembungkusan buah dengan kantong plastik hitam juga bermanfaat mengatasi kelelawar buah. “Meski kerusakan akibat kalelawar kecil, hanya 1%, tapi tetap saja merugikan,” kata Uyung. Setelah penggunaan kresek itu, buah naga rusak akibat kelelawar pun tak ada lagi.

Menurut Kusuma, hama yang juga sering menyerang buah naga adalah kutu putih Pseudococcus sp dan kutu tempurung Aspidiotus sp. Pekebun di Desa Pasirbentik, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sulaksono Tedjo Pawaka, pernah mengalami serangan kutu putih. “Kerusakan buah hanya sekitar 1%,” tutur Sulaksono. Kutu putih menyerang permukaan batang atau cabang tanaman sehingga tampak berselaput kehitaman dan kotor.

Untuk mencegah serangan kutu putih, Sulaksono menyemprotkan pestisida organik bikinan sendiri. Ia mencampurkan satu genggam daun tembakau kering pada 14 liter air. Ia menyemprotkan larutan itu pada sulur atau buah yang menjadi sarangan kutu di pagi hari sekitar pukul 06.30. Frekuensi penyemprotan 1,5 bulan sekali. Alternatif lain menggunakan insektisida sistemik sesuai dosis anjuran pada kemasan.

Sebelum menyemprotkan insektisida, semprotkan larutan detergen untuk menghilangkan lapisan lilin pada tubuh kutu putih. Sementara untuk mengatasi kutu tempurung dengan menyemprotkan insektisida kontak seperti Curacron, Dursban, Agrimec, Orthene, dan Bamec. Dosisnya sesuai anjuran di kemasan. Menurut Warso perawatan intensif dan menjaga sanitasi kebun dapat mencegah kutu putih dan kutu tempurung. “Pangkas sulur yang sudah berbuah tiga kali,” kata Uyung. Dengan cara itu kebun buah naga Warso bebas kutu. (Bondan Setyawan/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Keterangan Foto :

  1. Buah naga sehat karena perawatan intensif
  2. Penampilan buah tidak mulus dan berwarna kecokelatan akibat serangan keong
  3. Keong, bisa menimbulkan kerusakan buah hingga 75% dari total hasil panen.
  4. Ijuk jadi tempat keong berkembang biak
  5. Membungkus buah naga dengan plastik kresek hitam mengatasi serangan musang hingga 100%
Previous articleSelai Kulit Pisang
Next articleNanas Unggul Pulau Emas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img