Tuesday, November 29, 2022

Kering dalam 2 – 5 Jam

Rekomendasi

Prinsip kerja mesin itu ialah menurunkan kadar air dalam buah. Di dalam mesin terdapat pemanas yang berfungsi meningkatkan suhu udara panas hingga 60o C. Udara panas diembuskan ke arah buah dengan bantuan kipas angin. Buah yang dikeringkan diletakkan pada rak-rak. Setiap rak hanya diisi satu lapis buah agar cepat kering.

Karya Astu itu telah dipakai oleh seorang produsen manisan buah di Cikarang. Sebelumnya pria yang akrab disapa Robby itu menggunakan mesin pengering biasa. Bentuknya seperti pemanggang kue. Hasil yang diperoleh kurang memuaskan. Manisan kurang kering dan proses butuh waktu hampir seharian. Mesin berbahan bakar listrik sehingga biaya operasional cukup besar. Itu berbeda ketika Robby menggunakan mesin dehidrator ala Astu. Produksi meningkat karena waktu pemrosesan singkat. Kini setiap hari ia mampu menghasilkan 600 kg manisan. Sekali beroperasi, waktu yang dibutuhkan cukup 2 jam.

Cara kerja

Dehidrator berbentuk persegi panjang, terdiri dari penukar panas (heat exchanger,red), blower atau kipas, sistem kontrol suhu, kompor, tray, dan troli. Semua komponen bekerja berkesinambungan. Troli memuat tumpukan tray berisi potongan-potongan buah.

Suhu udara diatur melalui sistem kontrol suhu yang bekerja secara otomatis sesuai kehendak. Penukar panas bekerja memindahkan panas hasil pembakaran minyak atau gas ke udara pengering secara tidak langsung agar asap dari pembakaran minyak tanah atau gas tidak mencemari produk. Kipas angin menghisap udara panas dan mengembuskannya ke tumpukan buah. Menurut Robby, buah kering menjadi manisan dalam 2 jam. Namun, standar waktu itu tergantung kadar air awal buah, tebal irisan, total buah yang dikeringkan, dan pengaturan suhu,? kata Astu. Biasanya untuk menghasilkan manisan, keripik atau ikan kering menghabiskan waktu 4 ? 6 jam.

Sebelum masuk ke mesin pengering, buah dicuci bersih dan dipotong-potong. Lalu direndam selama 5 jam dalam air kapur agar tekstur buah tetap keras. Setelah dicuci bersih, buah di-blansir dengan pengukusan selama 5 menit. Setelah itu direndam semalaman dalam air gula. Tiriskan lebih kurang 10 menit. Manisan pepaya basah lalu disusun dalam tray dan dimasukkan ke dalam pengering. Selanjutnya, proses pengeringan berjalan.

Mesin itu tak hanya dipakai untuk manisan pepaya. Buah berkadar air 70 ?96%seperti mangga, durian, pisang, dan apel bisa dikeringkan di sini. Hasil akhir berupa manisan dan produk kering. Bila kadar air turun jadi 25 ?30%, itulah manisan. Sedangkan untuk keripik, bila kadar air turun hingga tinggal 8 ?14%.

Hasil karya Astu itu pertama kali dipakai di negeri Kanguru. Di sana, mesin digunakan oleh salah satu produsen besar sari buah Beri. Di tanahair, dehidrator tersedia dalam beragam ukuran sehingga industri rumah tangga pun dapat memanfaatkannya. (Lastioro Anmi Tambunan)

Spesikasi mesin

Model

CIHE 20

CIHE 40

CIHE 60

CIHE 200

CIHE 400

Kapasitas muat (Kg)

20

40

60

200

400

Dimensi

 

 

 

 

 

Panjang (cm)

124

200

240

360

550

Lebar (cm)

40

50

60

80

130

Tinggi (cm)

60

96

100

170

190

Berat (kg)

75

110

150

350

750

Daya listrik (W)

50-200

250

300

750

1.500

Bahan bakar

LPG/Minyak tanah

LPG/Minyak tanah

LPG/Minyak tanah

LPG/Minyak tanah

LPG/Minyak tanah

Pengaturan suhu

Manual

Otomatis

Otomatis

Otomatis

Otomatis

 

Previous articleSuperred Anda Berdarah Murni?
Next articleBerkat Lumpur
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img