Wednesday, August 17, 2022

Ketakung dalam Rangkaian

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pantas bila decak kagum bersahut-sahutan. Karya pemegang serti. kat American Institute of Floral Design itu memang spektakuler. Lima belas kantong semar setinggi 20 cm dipadu dengan batang-batang lidi yang dijalin membentuk semacam pita. Hasilnya, dengan ukuran jumbo Nepenthes rafflesiana asal Kalimantan Tengah jadi pusat perhatian.

Andy sengaja memilih periuk monyet raksasa itu lantaran bentuk kantong menjuntai dan unik. Bagian luar kantong yang gendut berbercak-bercak kombinasi warna merah dan hijau. Mulut kantong lebar menganga dengan bibir bergaris-garis merah-hijau juga.

N. rafflesiana dipadukan dengan jalinan lidi yang dibentuk menjadi seperti selendang tebal. Paduan itu disangga 12 batang bambu. Kantong semar dibiarkan menjuntai dengan ketinggian berbeda. Untuk mempercantik rangkaian, Andy menambahkan sejenis ciplukan berwarna hijau dan jingga, serta paku sarang burung yang berwarna hijau cerah.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh The Macau Academy of Flower Arrangement Designer bekerjasama dengan Badan Pariwisata Macau itu, pria 28 tahun itu menampilkan 2 rangkaian nepenthes. Rangkaian yang kedua memadukan kantong semar dengan sulur akar gantung tanaman rambat Cissus sp. Sulur berwarna kecokelatan dililit menyerupai tanduk terbalik. Di ujung-ujung tanduk itu 10 nepenthes raksasa menjuntai.

Tahan lama

Itulah kali pertama Andy menampilkan periuk monyet dalam ajang internasional. Pilihan itu lantaran ketakung—sebutan kantong semar di Sumatera—khas Indonesia. Itu membedakan karya alumnus Program Studi Desain Interior Universitas Trisakti itu dengan rekan-rekannya dari Taipei, Hongkong, Cina, Korea, Macau, Malaysia, dan Jerman. Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari di Ballroom Macau Tower, Auditorium Macau Cultural Centre, dan Lau Kau Mansion itu mereka juga memamerkan rangkaian khas negara masing-masing.

Selain itu, “Dalam rangkaian, nepenthes dikategorikan sebagai tanaman menjuntai. Ini jadi poin plus karena selama ini tidak ada tanaman menjuntai dengan bentuk kantong indah,” kata Andy. Ketakung pun tahan lama bila dirangkai. Buktinya 6 hari terpisah dari tanaman induk, kantong yang dibawa dari Borneo atas bantuan rekan-rekan di Asosiasi Bunga Indonesia itu masih segar.

Kuncinya, periuk monyet harus selalu dalam kondisi lembap. Karena itu pemegang sertifi kat Singapore Flower Festival 2001 Explotion of Colours itu memasukkan kapas basah ke dalam kantong.

Tak melulu sebagai cut fl ower seperti yang Andy tampilkan di Macau, nepenthes pun cantik ditata sebagai rangkaian berbentuk pot plant. Pengajar di sekolah merangkai Newline itu membuat pula rangkaian kantong semar utuh dipadukan dengan anggrek bulan, kulit kayu, senecio rowleyanus dan ivy. Hasilnya, ketakung tetap tampil menawan. (Rosy Nur Apriyanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img