Trubus.id— Penanaman melon dalam greenhouse kian banyak diminati. Hal ini karena keberhasilan penanaman melon dalam greenhouse lebih tinggi daripada di lahan terbuka.
Petani melon di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sunito, mengatakan, serangan hama dalam greenhouse hanya 5%. Sementara serangan hama di kebun melon tanpa greenhouse mencapai 50—90%.
“Biaya pupuk dan pestisida untuk penanaman dalam rumah tanam sekitar Rp500.000,” kata Sunito yang menanam melon di dalam rumah tanam berukuran 12 × 30 m dan berpopulasi 750 tanaman.
Menurut Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Muda di Balai Pengujian Standar Instrumen (BPSI) Tanaman Buah Tropika, Kuswandi, S.P., M.Si., keunggulan melon dalam greenhouse yakni menekan serangan organisme pengganggu tanaman dan tingkat kemanisan tinggi karena suhu lebih panas.
Keunggulan lain budidaya melon dalam greenhouse juga diungkapkan oleh ahli agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M.
Tomy mengatakan berkembangnya penanaman melon dalam greenhouse menunjukkan upaya yang sangat bagus dan tepat untuk membangun sistem produksi berkelanjutan sehingga mampu memenuhi permintaan pasar. Dengan demikian petani mampu menghasilkan melon yang berkualitas premium dan berkelanjutan.
Menurut Tomy peluang pasar melon premium semakin terbuka sejalan peningkatan pendapatan dan kesadaran konsumen tentang perlunya konsumsi buah, khususnya melon demi hidup sehat.
Prospek melon premium juga makin baik lantaran keinginan petani untuk hidup lebih baik dengan menanam tanaman buah bernilai tinggi seperti melon.
“Melon adalah buah semusim yang tersedia setiap saat dengan rasa yang manis dan baik untuk kesehatan (bergizi dan meningkatkan sistem imun),” kata dosen berprestasi Unpad tahun 2010 itu.
