Saturday, December 3, 2022

Keunggulan Pasteurisasi Baglog Jamur Tiram Menggunakan Bungker Pintar

Rekomendasi

Trubus.id — Sering kali, alat pasteurisasi tradisional menyebabkan tingkat kegagalan budidaya mencapai 15–50 persen. Oki Wijaya S.P., M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan tim, merancang alat pasteurisasi yang terjangkau, efektif, dan efisien untuk mengatasi masalah itu. Mereka memberi nama bungker pintar.

Alat itu terjangkau, efektif, dan efisien karena biaya pembuatan relatif murah ketimbang alat buatan pabrik. Biaya alat itu dapat dijangkau kelompok tani skala kecil.

Bungker pintar memiliki ruang pasteurisasi berdiameter 1,2 m. Alat itu membuat uap panas yang dapat menyebar dengan baik sehingga baglog cepat matang. Ia melengkapi ruang pasteurisasi bungker dengan pintu yang rapat sehingga pasteurisasi berlangsung optimal.

Selain itu, bungker pintar mampu memproduksi uap yang cepat. Boiler bungker pintar berkapasitas air 10 liter ditambah 24 pipa-pipa berukuran 0,5 inci di bagian dalam. Oleh karena itu, proses produksi uap air sangat cepat. Akibatnya suhu dalam ruang pasteurisasi meningkat dengan cepat.

Suhu yang meningkat dengan cepat memungkinkan bahan bakar yang dibutuhkan lebih sedikit sehingga biaya pasteurisasi efisien.

Bungker pintar juga dilengkapi dengan komponen pendukung seperti termometer, safety valve, manometer, pengatur tekanan parsial, dan indikator air. Termometer komponen pendukung untuk mengetahui suhu ruang pasteurisasi.

Pada pasteurisasi baglog jamur tiram, setelah suhu mencapai 100°C, Oki membiarkan kompor aktif selama 2 jam. Tanpa termometer sulit memprediksi waktu berakhirnya pasteurisasi.

Safety valve berfungsi mengeluarkan uap panas yang berlebihan sehingga meningkatkan keamanan kerja. Ia menggunakan manometer untuk mengetahui tekanan di ruang pasteurisasi.

Pengatur tekanan parsial berfungsi sebagai lubang udara pengatur uap panas. Indikator air merupakan pipa kaca kecil yang dipasang di samping boiler. Keberadaan indikator air cukup penting untuk memastikan ketersediaan air saat pasteurisasi.

Suparman, petani di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuktikan keunggulan bunker pintar itu. Bungker pintar terbukti menghemat biaya pasteurisasi 51 persen.

Sebelumnya, ia menghabiskan Rp300.000 untuk pasteurisasi 1.000 baglog. Setelah menggunakan bungker pintar, ia hanya merogoh kocek Rp146.000.

Penggunaan bungker pintar juga menghemat air untuk pasteurisasi. Sebelumnya, mereka menggunakan 1.100 liter selama pasteurisasi, kini hanya 35 liter air.

Penghematan terjadi lantaran bungker pintar yang berdiameter 60 cm dilengkapi 24 pipa kecil di bagian dalam bungker. Pipa-pipa kecil itu memungkinkan proses produksi uap lebih cepat. Api mengenai lebih banyak besi yang tergenang air.

Setelah menggunakan bungker pintar produktivitas baglog meningkat menjadi 325 gram. Hasil itu meningkat 100% yang berdampak terhadap keuntungan. Setelah menggunakan bungker pintar, keuntungan meningkat 4 kali lipat menjadi Rp2.659.000 per 1.000 baglog.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img