Wednesday, September 28, 2022

Keunggulan Robot Pendeteksi Kekeroposan Pohon Kreasi Mahasiswa Yogya

Rekomendasi

Trubus.id — Bermula dari kekhawatiran banyaknya pohon tumbang di tengah-tengah pemukiman yang membahayakan masyarakat, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat alat pendeteksi kekeroposan pada pohon. Berikut keunggulan alat pendeteksi kekeroposan pohon tersebut.

Alat pendeteksi kekeroposan pada pohon diberi nama G-Ber. Rosyad Fathur Saifuddin, salah satu anggota tim mahasiswa pengembang alat G-ber, mengatakan, alat itu dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi ultrasonografi (USG) yang dilengkapi dengan robot memanjat serta Artificial Intelligence (AI) berbasis Internet of Things (IoT).

“Dengan maraknya kasus pohon tumbang di tengah-tengah masyarakat yang banyak merugikan warga maka kami ciptakan alat ini,” jelasnya, seperti dikutip dari laman ugm.ac.id.

Fathur menyampaikan, G-Ber memanfaatkan teknologi pencitraan tomografi untuk mendapatkan citra internal dari pohon. Data ini kemudian diproses oleh kecerdasan buatan berupa machine learning sehingga dapat memproses data dan mengeluarkan klasifikasi pohon, apakah pohon berpotensi akan roboh atau tidak. 

Alat ini sendiri dilengkapi dengan remote control untuk mempermudah pengguna dalam mengendalikan alat. Proses pengembangan alat, kata Fathur, telah memasuki tahapan uji coba. 

“Inovasi alat deteksi ini diharapkan mampu mengatasi masalah kerugian materiil dan nonmateriil yang diakibatkan oleh tumbangnya pohon,” imbuhnya.

Tim ini akan terus mengembangkan G-Ber dengan menambahkan fitur-fitur yang lebih beragam. Untuk pengembangan selanjutnya, mereka berharap agar G-Ber dapat dikembangkan dengan bantuan pemerintah sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Alat G-Ber dikembangkan oleh lima mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda. Mereka adalah Rosyad Fathur Saifuddin (Program Studi Elektronika dan Instrumentasi, FMIPA), Muhammad Bagus Hidayatullah (Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik), Muhammad Idham Novanto (Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik), Solid Boy Maywenson (Program Studi Fisika, FMIPA), dan Ahmad Zidane Al-Latif (Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik). 

Alat ini dikembangkan dengan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC), di bawah bimbingan Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si., dari FMIPA UGM sebagai dosen pembimbing.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img