Thursday, June 13, 2024

Keuntungan Berlipat dari Sistem Tanam Mina Padi di Lahan Kering

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Sistem tanam mina padi seolah menjadi alternatif solusi bagi petani yang mengandalkan lahan tadah hujan. Sistem mina padi bisa diterapkan di lahan kering. Keunggulan lain, petani dapat memanen dua komoditas yang berbeda, yaitu padi dan ikan.

Mina padi bisa diterapkan di lahan luas atau sempit, petani dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan. Misalnya, di lahan sempit petani bisa menggunakan tambahan terpal berukuran 3 m × 3 m. Penggunaan terpal berfungsi untuk menyimpan persediaan air.

Terpal membantu menjaga volume air di lahan. Air di lahan tidak mengalami penyerapan atau infiltrasi pada permukaan tanah sehingga penyediaan air dilakukan hanya pada awal masa tanam.

Penggunaan terpal juga menghemat air sekaligus mengurangi biaya irigasi. Terpal yang digunakan dapat bertahan hingga dua tahun sehingga bisa dimanfaatkan kembali pada masa tanam selanjutnya.

Sistem mina padi membuat petani tidak bingung lagi saat hujan tidak turun karena ketersediaan air sudah tercukupi. Sementara itu, untuk komoditas ikan, petani bisa saja tidak perlu memberikan pakan selama masa pembesaran, dengan syarat kepadatannya diturunkan.

Selama budidaya, ikan-ikan itu bisa memakan pakan alami. Akan tetapi, periode panen cenderung akan lebih lambat dibanding jika dikombinasikan dengan pemberian pakan pelet.

Menurut Yudha Setiaji, S.P., M.Si., pemerhati mina padi, teknologi mina padi sejak dahulu sudah dikuasai oleh petani Indonesia. Padi yang digunakan disarankan memiliki perakaran yang kuat dan tahan rebah.

Mina padi lahan kering sangat cocok dengan lahan dengan sumber air mengalir dan air jernih yang terbatas. Selain itu, mina padi dapat menghasilkan padi yang lebih sehat karena meminimalisir penggunaan pupuk dan pestisida kimia.

Pada sistem mina padi, hewan air tawar lain seperti udang juga dapat dikembangkan dengan tetap menjaga kualitas air.

Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., Kepala Balai Besar Tanaman Padi (BB Padi), menuturkan, petani harus memperhatikan sistem yang mengatur ketinggian permukaan air dengan membuat caren atau saluran keliling yang lebih dalam untuk mengatur tinggi permukaan air.

Caren yang lebih tinggi juga berfungsi mengeringkan lahan secara berkala agar pertumbuhan padi tetap optimal. Lebih lanjut, ia mengatakan budidaya mina padi memberikan keuntungan dan nilai tambah di lahan sawah dengan lebih baik.

“Di beberapa penelitian dan pengalaman praktik di lapang, peningkatan produktivitas lahan dapat mencapai 30–50%. Penyebabnya, adanya sinergisme antara ikan dengan pertumbuhan padi,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img