Sunday, June 23, 2024

Keuntungan  Budidaya Lanceng dalam Kendil

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Budidaya lanceng dalam kendil menurut Sugeng Apriyanto lebih rapi dan seragam serta mudah dibersihkan. Selain itu suhu di dalam kendil juga relatif stabil. Selain itu juga bernilai estetis.

Peternak lebah di Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), itu bisa dibilang Sugeng pelopor penggunaan kendil untuk budidaya lanceng di DIY. “Budidaya lanceng lebih relatif mudah. Peternak pemula bisa mempelajarinya dengan tekun,” kata sulung dari 4 bersaudara itu.

Mula-mula siapkan kendil dari tanah berdiamater sekitar 25 cm. Kemudian masukkan kayu pembatas berbentuk huruf T ke dalam kendil. Tujuannya memisahkan antara sarang berisi telur dan madu. Setelah itu pindahkan koloni lebah termasuk sarang berisi madu ke dalam kendil dengan hati-hati. Pastikan ratu lebah tidak mati selama pemindahan.

Selanjutnya ia menutup kendil dengan plastik bening dan merekatkannya dengan sarang lebah. Tujuannya memudahkan pengecekan. Plastik menghalangi lebah keluar ketika Sugeng membuka kendil. Ada satu lubang kecil seukuran sedotan sebagai tempat keluar dan masuk lebah.

Menuru Sugeng penggunaan kendil tidak wajib. Peternak juga bisa memakai kotak kayu atau bambu. Sebelum menyiapkan koloni lebah, pastikan lokasi kandang lebah dekat dengan tanaman berbunga. Jika tidak ada tanaman berbunga, peternak harus menanam tanaman itu.

Sugeng menyarankan peternak menanam tanaman xanthostemon, air mata pengantin, dan kaliandra di sekitar kandang lebah.

 “Palem putri juga bisa karena berbunga setiap hari. Pilihan lainnya kersen,” kata ketua Kelompok Tani Hutan Madu Sari itu.

Tidak heran kediaman Sugeng begitu teduh karena tanaman tersebut tumbuh di beberapa sudut pekarangan. Ia mengatakan daya jelajah lebah mencari nektar mencapai 500 m. Lebah menyukai lokasi kandang yang teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung. Dengan begitu hasil panen maksimal.

Lebah mencari pakan pada pagi dan pulang ke kendil saat sore. Perawatan harian berupa pembersihan kendil dari debu dan pemberantasan hama seperti semut dan cecak. Sarang laba-laba juga menjadi ancaman karena berpotensi memerangkap lebah. Pemeriksaan sarang dilakukan setiap pekan saat musim panen pada Oktober—Desember.

Panen perdana sekitar 3 bulan setelah pemindahan koloni. Pemanenan bisa lebih cepat jika sumber pakan melimpah. Ciri siap panen jika banyak kantong madu dalam kendil.

“Saya menggunakan alat vakum elektrik bikinan seorang rekan untuk memanen madu,” kata pria kelahiran Gunung Kidul itu.

Cara lainnya memeras sarang lebah berisi madu. Sugeng hanya memanen sekitar 50% sarang madu dalam kendil. Tidak semuanya dipanen. Ia menyadari betul lebah muda dalam kendil juga memerlukan madu sebagai cadangan makanan.

Dengan cara itu populasi lebah terjaga sehingga panen berkelanjutan. Ia meyakini budidaya lanceng memiliki prospek baik di masa mendatang.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kura-kura Hibrida Unik Bikin Harga Melejit

Trubus.id—Kura-kura hibrida redcata milik William Albert amat seronok, meski terlihat dari jauh. Warnanya yang terakota terang dan berpadu garis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img