Tuesday, February 27, 2024

Khasiat Besar Cincau Hijau

Rekomendasi
- Advertisement -

Cincau hijau andal membunuh bakteri penyebab demam tifoid, radang otak, salmonellosis, radang paru-paru, dan tifus.

Daun cincau hijau terbukti mampu menghambat perkembangan bakteri patogen.
Daun cincau hijau terbukti mampu menghambat perkembangan bakteri patogen.

Sudah lezat berkhasiat pula. Itulah cincau hijau Cyclea barbata yang manjur mengatasi bakteri pemicu beragam penyakit sebagaimana riset Arifan Asmardi dan rekan. Para periset dari Jurusan Biologi Universitas Riau, itu membuktikan ekstrak daun cincau hijau mampu menghambat perkembangan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Arifan lantas mengamati dan mengukur zona hambat yang terbentuk.

Hasilnya ekstrak cincau dengan metode maserasi berkonsentrasi 100% paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri. Pengukuran zona hambat ekstrak daun cincau hijau terhadap aktivitas E. coli mencapai 17,23 mm. Adapun zona hambat terhadap S. typhi yakni 15,26 mm. Menurut Arifan maserasi mencegah kerusakan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak daun cincau hijau.

Penyebab kematian
Bakteri S. typhi pemicu beragam penyakit seperti demam tifoid, radang otak, salmonellosis, dan pneumonia alias radang paru-paru. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, setiap tahun demam tifoid menyerang rata-rata 17-juta jiwa di seluruh dunia dan 600.000 orang di antaranya meninggal dunia. Menurut Departemen Kesehatan Umum Kalifonia, Amerika Serikat, S. typhi merupakan bakteri patogen yang kurang populer.

Hidangan cincau hijau selain nikmat juga sehat.
Hidangan cincau hijau selain nikmat juga sehat.

Di negara itu hanya ditemukan 400 kasus serangan per tahun. Namun, di negara-negara berkembang demam tifoid merupakan penyakit endemis. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit dr Sutomo, Surabaya, Jawa Timur, dr Arijanto Jonosewojo SpPD, bakteri S. typhi dapat menular melalui mulut. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan peradangan pada usus halus.

Pasien yang terjangkit akan mengalami demam hingga 38°C. Pengobatan intensif dan asupan makanan yang selektif sangat dibutuhkan pasien. Pasien dianjurkan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan tidak pedas. Adapun E. coli bakteri yang ditemukan di usus besar manusia. Sejatinya bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich itu tidak berbahaya.

Namun, beberapa strain tertentu dapat mengakibatkan diare berdarah. Diare merupakan penyakit endemis di tanahair yang bisa menyebabkan kematian. Hasil riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat 214 orang per 1.000 penduduk terserang diare pada 2014. Ironisnya kejadian luar biasa ditemukan di 5 provinsi dengan jumlah penderita 2.549 orang.

Penderita tifoid dianjurkan mengonsumsi menu makanan mudah dicerna.
Penderita tifoid dianjurkan mengonsumsi menu makanan mudah dicerna.

Dari jumlah itu, 29 pasien dinyatakan meninggal dunia. Penemuan itu meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Pada 2013 kejadian luar biasa akibat diare ditemukan di 6 provinsi. Namun, jumlah penduduk yang terjangkit hanya 646 orang. Dari jumlah itu, 7 orang pasien gagal bertahan hidup. Selain manjur mengatasi beragam bakteri penyebab penyakit maut, cincau juga kaya antioksidan.

Kaya antioksidan
Yunahara Farida dan Ivo Vanoria dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta, membuktikan daun cincau hijau mengandung senyawa antioksidan, yaitu flavonid, saponin, alkaloid, tanin, dan steroid. Yunahara dan rekan lantas menguji kemampuan antioksidan esktrak tanaman anggota keluarga Menispermaceae itu dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH).

Hasil uji pada ekstrak etil asetat menunjukkan, kemampuan antioksidan cincau hiijau bernilai IC50 sebesar 92,85 ppm. Adapun hasil uji terhadap ekstrak metanol menunjukkan nilai IC50 sebesar 79,23 ppm. Jika nilai IC50 (Inhibition Consentration) berada pada kisaran 50—100 artinya kemampuan menghalau radikal bebas cukup kuat. Suatu senyawa disebut memiliki antioksidan tinggi jika nilai IC50 kurang dari 50.

Full.pdfCincau hijau Cyclea barbata merupakan kudapan nikmat yang populer di tanahair. Panganan bertekstur mirip jeli itu kerap digunakan untuk membuat beragam menu makanan maupun minuman. Dengan mengonsumsi cincau hijau bukan hanya nikmat, tetapi juga menyehatkan. Menurut dokter sekaligus herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, dr Prapti Utami, cincau hijau berperan menjaga pencernaan, terutama bagi penderita masalah lambung.

Adapaun herbalis di Kotamadya Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto menuturkan daun tanaman rambat itu juga bermanfaat meluruhkan tumpukan lemak dalam darah. Itu sebabnya, cincau hijau cocok dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Tanaman anggota famili sirawan-sirawanan itu bukan hanya lezat. Cincau terbukti berkhasiat besar menjaga kekebalan tubuh. (Andari Titisari/Peliput: Bondan Setyawan)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img