Sunday, August 14, 2022

Khasiat di Balik Kelezatan Cokelat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Semula hanya b a t u k y a n g t a k kunjung sembuh disertai dada seperti tertekan pada Oktober 2003. Namun, lama-lama ia merasakan sekujur tubuh sakit. “Sakit saat bernafas,” ujar gadis kelahiran Subang itu. Bahkan bobot tubuhnya melorot tinggal 46 kg dari sebelumnya 49 kg. Karena penasaran, keluarga Puput memeriksakan ke dokter spesialis penyakit dalam.

Obat-obatan yang diberikan dokter tak bisa mengatasi penderitaan Puput. Justru sakitnya semakin menjadi-jadi. Kondisi itu mendorong bungsu dari 10 bersaudara itu segera merontgen thorak seperti saran dokter. Hasilnya, terdapat indikasi adanya fl ek pada paru-paru sebelah kiri. Diagnosis dokter: ia mengidap Bronchu pneumonia sehingga harus menjalani pengobatan secara intensif.

Sepotong cokelat

Sampai pada suatu hari, gadis berusia 24 tahun itu diperkenalkan dengan sepotong cokelat pemberian kakaknya. “Ini bagus untuk kesehatan,” ujar sang kakak. Siapa mau menolak, toh enak. Konsumsi sepotong cokelat tiap hari ia jalani, tidak pernah absen.

Anehnya, sebulan kemudian rasa sakit semakin berkurang. Bobot tubuh Puput naik 2 kg pada Desember 2003. Ketika general check up dokter pun heran dengan perubahan itu. Berdasarkan analisis dr Elisna Syahruddin MD. Ph.D, s e o r a n g pulmonologis RS Persahabatan, Jakarta, kesehatan Puput makin membaik.

Sejak itu Puput rajin mengkonsumsi cokelat. Berkahnya, ia tidak lagi check up yang biasa dilakukan setiap bulan. Bobot tubuh alumnus IPB itu terus meningkat, indikasi kesehatannya semakin baik. Kok bisa? Hasil penelitian ilmuwan Imperial College London yang dipublikasikan dalam journal FASEB menjawabnya.

Cokelat mengandung theobromine yang bisa menghentikan batuk. Prinsip kerjanya, theobromine menekan aktivitas saraf vagus penyebab batuk. “Theobromine terbukti lebih ampuh dibanding codeine, bahan aktif obat batuk,” ujar Prof Maria Belvisi, sang peneliti. Kelebihan lainnya cokelat, tidak memiliki efek samping baik pada kinerja jantung maupun sitem saraf pusat.

Multi manfaat

Menurut Prof Dr Ali Khomsan, dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB, makan cokelat tidak akan menimbulkan kecanduan. Namun, bagi sebagian orang rasa cokelat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya. Inilah yang disebut chocolate craving. Rindu cokelat bisa karena aromanya, teksturnya, atau manispahitnya.

Kerinduan makan cokelat juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamin. Ia adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak. Pada gilirannya ia akan menghasilkan dopamine, pemicu perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine pun dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta (hati berbunga). Konon Raja Montezuma selalu mabuk minuman cokelat sebelum menggilir selir-selir yang berbeda setiap malam.

Di luar semua itu cokelat kaya katekin, antioksidan kuat yang mencegah penuaan dini akibat polusi atau radiasi. Kadar katekin pada cokelat jauh lebih tinggi dibanding teh. Itu berarti cokelat bermanfaat untuk menunda penuaan.

Nihil kolesterol

Kadar lemak dan gula dalam cokelat memang tinggi. Namun, lemak cokelat adalah lemak nabati yang sama sekali tidak mengandung kolesterol. Konsumsi cokelat dalam jumlah wajar dinyatakan aman bagi kesehatan. Hasil penelitian Kris – Etherton dan Mustad (1994), konsumsi cokelat susu sampai 280 g/hari ternyata tidak meningkatkan konsentrasi kolesterol ‘jahat’ low density lipoprotein dan total kolesterol plasma. Bahkan, kadar fl avonoidnya yang tinggi dapat menjaga kesehatan jantung.

Di Amerika Serikat konsumsi cokelat hanya memberikan kontribusi 1% terhadap intake lemak total sebagaimana dinyatakan oleh National Food Consumption Survey (1987—1998). Jumlah ini relatif sedikit bila dibandingkan dengan kontribusi daging (30%), serealia (22%), dan susu (20%). Lemak pada cokelat, sering disebut cocoa butter, sebagian besar tersusun dari lemak netral (60%) khususnya stearat. Jadi, jangan risaukan kebiasaan membawa-bawa cokelat dalam kantong sebagai penganan. (Oki Sakti Pandana)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img