Sunday, August 14, 2022

Khasiat Kuat Kolang-kaling

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Aren memiliki banyak faedah. Sayang, aren masih tumbuh liar dan belum dibudidayakan secara komersialBekal Sapto Kuntoro bila keluar kota adalah pakaian ganti, komputer jinjing, dokumen pekerjaan, dan yang tak pernah ketinggalan, kolang-kaling rebus.

Saat bertugas ke Jakarta pada 14-18 Juni 2012, misalnya, Sapto Kuntoro yang menetap di Bandung, Jawa Barat, itu juga membawa total 10 kantong masing-masing berisi 100 g kolang-kaling. Karyawan sebuah perusahan konsultan itu mengonsumsi 100 g dengan frekuensi 2 kali sehari. Pria 59 tahun itu mengonsumsi kolang-kaling sebelum makan. Penganan itu ia simpan di kulkas.

Kebiasaan Sapto mengonsumsi biji aren itu bermula pada Maret 2012. Empat bulan sebelumnya dokter mendiagnosis Sapto menderita osteoartritis. Akibat radang sendi, Sapto merasa nyeri lutut meski baru berjalan kaki 15 menit. Menurut dokter spesialis ortopedi di Rumahsakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Dr dr Lukman Shebubakar SpOT, osteoartritis memang sering dialami manusia lanjut usia.

Kondisi membaik

Gejala osteoartritis rasa sakit pada sendi terutama saat berjalan atau ditekan. Sendi juga terasa kaku sehingga menimbulkan bunyi bila digerakkan. “Bila sudah begitu harus segera diperiksa. Apalagi jika pasien sudah lanjut usia,” tutur Lukman. Untuk mengatasi gangguan itu Sapto bergantung pada obat pereda sakit. Namun, ia menghentikan konsumsi obat pada Januari 2012 lantaran khawatir merusak ginjal.

Seorang rekan menyarankan Sapto mengonsumsi kolang-kaling untuk meredakan nyeri sendi. Sapto manut dan mencoba saran rekannya itu karena berharap sembuh. Nah, sejak Maret 2012 itu daging biji buah menjadi camilan wajib. Sapto mengonsumsi kolang-kaling tanpa tambahan gula atau pewarna. Setiap 5 hari ia merebus 1 kg kolang-kaling selama 20-30 menit. “Kalau seluruh kolang-kaling tenggelam, matikan api, lalu tiriskan,” ujarnya menjelaskan cara mengolah biji tanaman anggota famili Arecaceae itu.

Setelah dingin, ia lalu memasukkan kolang-kaling ke dalam kantong plastik masing-masing berisi 100 g. “Tujuannya agar praktis kalau di bawa kemana-mana untuk bekal,” kata Sapto. Selain mengonsumsi kolang-kaling, ia juga mengonsumsi sup kaki ayam. “Tapi tidak rutin. Saya membuatnya kalau kebetulan ada di rumah,” tuturnya.

dr Ekky M Rahardja SpGK, bila minum susu sebagai sumber kalsium, dikhawatirkan berefek bertambahnya bobot tubuh karena susu mengandung kalori tinggiKolang-kaling sumber kalisum untuk kesehatan tulang karena mengandung 91 mg kalsiumSetelah tiga bulan mengonsumsi kedua makanan itu, rasa sakit di lutut mulai berkurang. “Sekarang berjalan 45 menit saja belum merasa pegal atau sakit,” ujar pria kelahiran 1953 itu. Namun, ia belum memeriksakan ke dokter karena merasa kondisinya membaik. “Setelah 6 bulan mengonsumsi (pada Juli 2012, red) saya akan periksa ke dokter,” tuturnya.

Peran galaktomannan

Bukan hanya Sapto yang merasakan khasiat komoditas yang acap menjadi bahan kolak ketika Ramadan. Agustin Maria Surjanti di Kelapagading, Jakarta Utara, juga merasakan manfaat serupa. Perempuan 54 tahun itu kerap merasa sakit bila menaiki anak tangga ke lantai dua rumahnya. Sejak 2011, ia rutin mengonsumsi 100-150 g manisan kolang-kaling dua kali sehari. Maria Surjanti membuat sendiri manisan biji buah kerabat kelapa itu. Sekali mengolah mencapai 6-7 kg.

Ia merebus air dan gula batu secukupnya hingga air terasa manis sesuai selera, menambahkan daun pandan agar beraroma, dan memasukkan kolang-kaling bersih. Manisan kaong-sebutan kolang-kaling di Filipina-menjadi  camilan wajib yang mesti tersedia setiap hari. Sebanyak 6-7 kg manisan kolang-kaling biasanya habis dalam dua pekan. Setelah rutin mengonsumsi kolang-kaling, rasa sakit di lutut Maria Surjanti ketika menaiki anak tangga tak lagi terasa.

“Awalnya saya mengonsumsi kolang-kaling sekadar suka. Eh, ternyata berkhasiat juga,” ujarnya. Yustinus Maria Pinoto setali tiga uang. “Padahal, saya tidak rutin mengonsumsi,” kata Yustinus. Sejak itu Yustinus kerap bercerita ke kerabat dan koleganya tentang khasiat kolang-kaling. Kini adik-adik Yustinus menerapkan kebiasaan mengonsumsi kolang-kaling. “Mereka menambahkan jahe saat membuat manisan,” ujar Maria Surjanti.

Secara empiris, kolang-kaling terbukti ampuh mengatasi radang sendi. Namun, duduk perkara membaiknya para pasien radang sendi setekah konsumsi kolang-koling masih misteri. Hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang mendukung bukti empiris itu. Menurut Andy Candra, dalam tesisnya untuk meraih gelar master bidang Ilmu Kimia di Universitas Sumatera Utara, kolang-kaling kering mengandung 5,2% protein, 0,4% lemak, 2,5% abu, 39% serat kasar, dan 52,9% karbohidrat.

Karbohidrat dalam daging biji buah aren pada umumnya adalah galaktomannan. Galaktomannan adalah polisakarida yang terdiri atas rantai mannose dan galaktosa. Industri makanan menggunakan senyawa itu sebagai penggumpal. Pada industri es krim, galaktomannan membuat es tidak cepat mencair. Selain itu, industri pembuatan keju, buah kalengan, dan bumbu salad juga menggunakan galaktomannan.

Kolang-kaling dapat diolah menjadi polimer alami untuk kemasan ikan segar. Polimer alami aman dari zat beracun dan bersifat antibakteri sehingga ikan segar lebih awetMultifaedah

Dalam dunia farmasi galaktomannan menjadi bahan obat untuk beberapa jenis penyakit seperti radang sendi. Hasil penelitian periet di Departemen Fisiologi dan Farmakologi, Universitas Federal, Fortaleza, Brasil, Rondinelle Ribeiro Castro, menunjukkan galaktomannan memang manjur mengatasi radang sendi. Dalam riset ilmiah itu Castro memberikan larutan yang mengandung 100 mikrogram galaktomannan pada tikus wistar yang menderita oestoartritis.

Hasilnya rasa sakit akibat penyakit itu berkurang. Jadi galaktomannan berefek analgesik alias pereda sakit. Itu setara Hylan G-F20, obat sintetis kimia pereda sakit yang beredar di pasaran. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, hingga kini sedikit yang tahu bila kolang-kaling berfaedah bagi kesehatan. Masyarakat lebih mengenal daging biji buah tanaman anggota famili Arecaceae itu sebagai bahan penganan untuk berbuka puasa saat Ramadhan.

Oleh karena itu kolang-kaling hanya melimpah saat bulan puasa. Di luar bulan itu, hanya beberapa pedagang yang menjual. Padahal, bila kita rutin mengonsumsi kolang-kaling banyak faedah bagi kesehatan. “Kolang-kaling dapat menyimpan energi lebih lama sehingga baik untuk menekan nafsu makan para penderita obesitas. Bila dikonsumsi saat sahur, bisa tahan lapar lebih lama,” ujar Lina.

Menurut ahli gizi masyarakat di Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, kolang-kaling mengandung serat cukup tinggi sehingga baik untuk melancarkan pencernaan. Andi Candra menyebutkan, kadar serat pada kolang-kaling kering mencapai 39%. Lina juga meresepkan kolang-kaling untuk menguatkan tulang balita, membersihkan usus, mag, dan membantu pertumbuhan tulang janin.

Itulah sebabnya penderita osteoporosis sebaiknya konsumsi kalsium dari selain susu seperti saran ahli gizi klinis di Rumahsakit Royal Taruma, Jakarta Barat, dr Ekky M Rahardja SpGK. “Kalau hanya mengonsumsi susu dikhawatikan bobot tubuh pasien malah bertambah karena susu berkalori tinggi. Bila kegemukkan sendi malah tambah sakit karena tulang tidak kuat menyangga tubuh,” ujarnya. Guru besar bidang Ilmu Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Prof  Dr drh Clara Meliyanti Kusharto MSc, menuturkan salah satu kandungan kolang-kaling adalah kalsium yang berfaedah untuk perbaikan tulang.

Menurut konsultan gizi dan kuliner di Jakarta, Budi Sutomo, setiap 100 g kolang-kaling mengandung 91 mg kalsium. Jumlah itu tergolong tinggi. Bandingkan dengan 100 g susu sapi murni  yang mengandung 125 mg kalsium. Oleh karena itu kolang-kaling menjadi sumber kalsium alternatif selain susu dan baik untuk mencegah osteoporosis. Ingin tulang lebih kuat, konsumsi kolang-kaling. (Imam Wiguna/Peliput: Andari Titisari)

 

 

Pengawet Ikan

Kolang-kaling ternyata bukan hanya dapat dikonsumsi untuk kesehatan. Andy Candra, master Ilmu Kimia di Universitas Sumatera Utara, mengolah daging biji buah aren Arenga pinnata itu sebagai bahan polimer alami untuk mengemas filet ikan salmon. Selama ini beberapa pasar swalayan menjual filet ikan segar dalam kemasan plastik. “Beberapa bahan plastik mengandung zat-zat beracun yang dapat memicu kanker. Kemasan dari polimer alami lebih aman,” ujar Andy.

Andy mengeringkan biji aren dalam oven vakum bersuhu 35oC dengan tekanan 50 cmHg. Setelah kering tumbuk hingga menjadi serbuk halus. Andy lalu mencampurkan larutan tepung biji aren dengan konsentrasi 2%, larutan kitosan 1%, asam asetat 1%, dan gliserol 0,64%..Campuran itu lalu divakum untuk menghilangkan air. Setelah air hilang, cetak pada plat kaca sehingga menjadi berbentuk lapisan tipis. Keringkan dalam oven pada suhu 25oC selama 48 jam. Lapisan itulah yang digunakan untuk mengemas ikan salmon.

Pengemasan ikan salmon menggunakan polimer berbahan kolang-kaling itu dapat memperpanjang masa simpan 5 hari lebih lama ketimbang yang tanpa pengemasan. Andy menuturkan masa simpan ikan lebih lama karena polimer dari kolang-kaling dan kitosan itu juga bersifat antibakteri. Akibatnya, patogen yang kerap mencemari makanan seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, dan Pseudomonas aeruginosa enggan berkembang biak. (Imam Wiguna)

 

Keterangan Foto :

  1. Aren memiliki banyak faedah. Sayang, aren masih tumbuh liar dan belum dibudidayakan secara komersial
  2. dr Ekky M Rahardja SpGK, bila minum susu sebagai sumber kalsium, dikhawatirkan berefek bertambahnya bobot tubuh karena susu mengandung kalori tinggi
  3. Kolang-kaling sumber kalisum untuk kesehatan tulang karena mengandung 91 mg kalsium
  4. Kolang-kaling dapat diolah menjadi polimer alami untuk kemasan ikan segar. Polimer alami aman dari zat beracun dan bersifat antibakteri sehingga ikan segar lebih awet

 

Previous articleSi Pipih Buat Pompa
Next articleJawara Adu Molek
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img