Saturday, August 13, 2022

Kian Cantik karena Krisan Gompi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Hiasan kepala dan buket dari materi utama krisan gompi menyempurnakan penampilan.

Pemilihan krisan gompi dalam rangkaian bunga menciptakan penampilan yang memesona.

Trubus — Memadukan seni merangkai bunga dan busana menjadi pilihan Varick Simenone untuk menampilkan keindahan seruni. Varick menghasilkan hiasan rambut sederhana dan berkesan mewah hanya dengan mengumpulkan bunga krisan. Varick memasang hiasan rambut itu pada kepala seorang model. Hiasan rambut berwarna pastel terlihat menyatu apik dengan tubuh sang model yang berbalut gaun warna hijau. Buket sederhana dengan warna senada menyempurnakan penampilannya.

Hiasan rambut itu terbuat dari rangka kawat yang dibentuk mirip bando dengan krisan gompi sebagai materi utama. Pada rangka itu Varick menempelkan satu per satu bunga. Ia menjatuhkan pilihan krisan berwarna putih, pink, dan ungu untuk mempercantik penampilan sang model. Ia juga memilih babys breath dan aster dengan warna kelopak gradasi putih ungu sebagai bunga pengisi.

Gompi andalan

Penampilan sang model jadi kian sempurna dengan buket sederhana berpadu warna serupa. Anggota Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Perangkai Bunga (DPC IPBI) Surabaya itu juga mengandalkan krisan gompi untuk membuat rangkaian pemanis ruangan. Ia memanfaatkan wadah akrilik berisi floral foam sebagai rangka dasar. Pada wadah itu, Varick menancapkan tusuk satai secara berjajar.

Rangkaian pemanis ruangan karya Varick Simenon.

Lalu ia mengikat bunga krisan gompi, matthiola, dan babys breath pada tusuk satai itu. Setiap tangkai bunga dimasukkan dalam tabung berisi air untuk menjaga kesegaran. “Cara itu juga merupakan trik agar bunga terkesan melayang,” kata Varick. Perangkai bunga di Malang, Jawa Timur, Dela Meirna Teriyana, juga memanfaatkan krisan untuk membuat rangkaian impiannya.

Dela membuat hiasan kepala dari kumpulan gompi menggunakan teknik tempel. Ia memadukan bunga anggota keluarga Asteraceae itu dengan bunga alstomeria, sulur ivi, dan ranting berwarna perak. Pemilik toko bunga Lavia Florist itu menyempurnakan penampilan dengan kipas yang terbuat dari susunan daun aspidistra dengan berhias krisan gompi.

Anggota DPC IPBI Malang itu juga membuat rangkaian penghias meja yang atraktif. Ia menggunakan wadah berbahan rotan untuk menempatkan flora.

Dela menuturkan, merangkai bunga dengan krisan gompi cukup simpel. Di wadah itu Dela melengkungkan batang anggur. Selanjutnya, ia menancapkan bebungaan seperti krisan, alstomeria, snapdragon, dan anyelir. Adapula dedaunan seperti aspidistra yang sudah dilipat dan daun ivy. Dela menyematkan lipatan daun aspidistra itu pada bagian depan rangkaian.

Menurut Ketua DPC IPBI Surabaya, Eka Soelistiawati, krisan bunga dasar yang banyak dipakai oleh para perangkai bunga. Di dunia merangkai bunga ada begitu banyak jenis krisan yang kerap digunakan dalam rangkaian bunga. Jenis yang sedang populer adalah krisan gompi. Eka menuturkan, bentuk krisan gompi unik, tahan lama, dan kaya warna. Bahkan, ada krisan gompi yang berpenampilan lebih indah dibandingkan dengan gompi lainnya dengan teknik pewarnaan khusus sehingga masuk dalam kelas premium.

Penghias meja

Rangkaian penghias meja dengan unsur warna komplementer karya Lindywati Limbono AIFD, CFD.

Keindahan krisan gompi juga menarik hati Lindyawati Limbono, AIFD, CFD. Perangkai bunga di Surabaya, Jawa Timur, itu membuat rangkaian penghias meja dengan mengusung warna komplementer. Lindyawati memilih paduan warna kontras kuning dan ungu untuk menciptakan kesan segar. Ia menyandingkan krisan dengan beragam flora seperti batang talas-talasan, daun sirih gading, rerumputan, batang bambu, krisan, matthiola, alstomeria, anyelir, lagurus, dan kaspea.

Cara membuatnya cukup mudah. Lindyawati menyelimuti floral foam dengan batang talas-talasan dan daun sirih gading. Kemudian, ia menancapkan batang bambu, krisan gompi kuning, aster kuning, dan matthiola ungu. Pemilik toko bunga Deflor Florist itu lantas menyematkan rerumputan, kaspea, dan lagurus kering. Lindyawati menuturkan rangkaian karyanya itu cocok dijadikan penghias meja perkantoran maupun hotel.

Anggota DPC IPBI Surabaya itu juga menciptakan buket indah dengan memadukan gompi merah muda kebiruan dan gompi ungu dengan mawar, matthiola, dan lisianthus. Ada pula daun eukaliptus, asparagus, dan silver dollar. Lindywati lantas mempercantik buket itu dengan aksesori berupa kerta yang sudah dilipat dan dicat pink dan biru. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img