Monday, August 8, 2022

Kiat Daun Kian Kilap

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Anthurium jenmanii variegata tampil kinclong saat kontes. (Dok. Trubus)

Semir daun membuat aroid tampil optimal.

Trubus — Muhammad Eko Irianto mencari madu setiap kali hendak kontes. Bukan agar tubuhnya fit melainkan untuk mengelap daun Anthurium jenmanii variegata kesayangnnya. Pehobi anthurium di Kota Surakarta, Jawa Tengah, itu mencampurkan satu sendok teh madu dan 10 sendok makan air, mengaduk rata, dan menggunakannya untuk mengelap daun. Ia menyemir daun tanaman dengan kuas cat secara merata.

Menurut Eko hasil penyemiran daun tampak bersih, mengilap, dan aman. Pantas daun anthurium koleksi Eko tampil kinclong sehingga kerap meraih juara kontes. Namun, Eko menyarankan penggunaan semir bukan untuk perawatan sehari-hari. “Jika terkena matahari daunnya bisa terbakar,” kata Eko. Adapun saat kontes tanaman selalu di dalam ruangan. Itulah sebabnya selesai kontes Eko membersihkan semir madu dengan detergen pencuci piring.

Semir

Cara penggunaan semir
dengan menyemprotkan
pada daun dan
meratakan menggunakan
kapas.(Dok. Elis Nina)

Khusus perawatan sehari-hari Eko mengelap permukaan daun. Jika dibiarkan suhu air akan meningkat dan menyebabkan spot hitam pada tanaman. Semir daun lainnya yang bisa menjadi pilihan pehobi adalah racikan dosen di Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Elis Nina Herliyana, M.Si.

Menurut Elis semir daun kreasinya sudah ada sejak 2008. Saat itu Anthurium jenmanii tengah naik daun. Elis mengatakan, bahan dasar semir daun kreasinya berasal dari campuran hidrosol dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Artinya memiliki faedah untuk membersihkan dan menyehatkan tanaman dengan adanya ZPT.

Anthurium cobra setelah disemir pada bagian kanan. (Dok. Elis Nina)

Kelebihan lainnya mencegah serangan hama karena mengandung biopestisida. Pehobi tinggal menyemprotkan semir itu pada permukaan daun kemudian meratakan menyeluruh menggunakan kapas kecantikan. Frekuensi penyemprotan cukup dua pekan. Menjelang pameran atau kontes, pehobi dapat menyemprotkan ulang. Menurut Elis semir daun itu dapat digunakan untuk jenis tanaman dengan daun lebar seperti anthurium, aglaonema, philodendron, sansevieria, dan palem.

Dosen di Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Elis Nina Herliyana, M.Si. (Dok. Elis Nina)

“Tidak digunakan untuk tanaman talas Caladium sp. karena daunnya sudah dilapisi lilin,” kata doktor Ilmu Pengetahuan Kehutanan alumnus IPB itu. Pengusaha tanaman hias di Kecamtan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Nitasari Dwi Anggraeni, memanfaatkan semir daun kreasi Elis. Nita—panggilan akrab Nitasari Dwi Anggraeni—kerap menyemprotkan semir untuk merawat aneka tanaman dalam ruangan. “Tanaman terlihat cantik dan glowing atau bersinar setelah menggunakan semir daun,” kata Nita.

Menurut Nita jangan memberikan semir daun lansung pada tanaman berdebu. sebaiknya pehobi membersihkan dahulu debu pada daun menggunakan air. Setelah daun kering atau agak lembap barulah menyemprotkan semir daun agar hasil optimla. Pemilik toko planteria itu menggunakan semir daun sejak 2018. Daun tanaman lebih sehat sehingga menambah nilai estetis tanaman yang dipajang untuk dijual. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img