Friday, August 19, 2022

Kiat Panen Pepaya Prima

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pepaya calina premium berasal dari hasil budidaya intensif.

TRUBUS — Budidaya intensif kunci sukses menghasilkan pepaya calina berkualitas premium.

Buah bertekstur padat, juicy, sedikit renyah, dan supermanis itu merupakan kriteria pepaya terbaik dari kebun Imam Ma’arif. Tidak heran mayoritas hasil panen pepaya milik Imam beredar di toko buah di Jakarta. Ia mengembangkan pepaya calina. “Kunci sukses menghasilkan pepaya premium tergantung dari lahan, benih, dan teknik budidaya,” kata pekebun pepaya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu.

Ia mengelola lahan dari dataran rendah berketinggian tempat 0 meter di atas permukaan laut (m dpl) hingga lebih dari 700 m dpl. Lokasi terbaik yaitu dataran rendah atau kebun berelevasi kurang dari 400 m dpl. Menurut Imam pepaya yang dibudidayakan di dataran tinggi memang lebih besar, tetapi kalah kualitas terutama rasa. Pepaya dataran tinggi terlalu berair dan tingkat kemanisan mentok di 130 briks dengan rata-rata 110 briks.

Benih berkualitas

Tingkat kemanisan pepaya panenan di kebun dataran rendah mencapai 16º briks. Oleh sebab itulah, Imam dan tim memprioritaskan budidaya pepaya di dataran rendah seperti Tuban, Jawa Timur, Blora (Jawa Tengah), dan sekitarnya. Menurut ahli buah dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Sobir M.Si., lazimnya dataran rendah lebih panas sehingga laju fotosintesis per satuan waktu lebih tinggi.

Dampaknya akumulasi gula dalam buah juga lebih tinggi. “Dengan umur panen yang lebih pendek, maka ukuran buah relatif lebih kecil. Akibatnya kandungan gula per satuan bobot lebih tinggi,” kata Sobir. Kunci sukses lain menghasilkan pepaya bermutu prima yaitu benih. Ia menggunakan benih pepaya calina dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB. “Benih harus jelas asal-usulnya. Kami tidak main-main dengan benih,” kata pekebun pepaya sejak Desember 2012 itu.

Mula-mula ia merendam benih berkualitas itu di dalam air hangat bersuhu 41oC saat sore. Selang 36 jam, Imam meniriskan benih lalu membungkusnya dengan koran bekas dua lapis. Kemudian ia memasukkan bungkusan benih itu ke dalam kantong plastik. Imam membasahi bungkusan koran berisi benih itu setiap hari. Lima hari kemudian benih berkecambah 90%.

Lantas Imam memasukkan benih ke polibag dengan media tanam campuran 40% tanah, 30% sekam, 10% sekam bakar, 10% pupuk organik, dan 10% dolomit. Pertumbuhan bibit Imam memang agak lambat. Sebelum pindah ke lahan, pembudidaya mempersiapkan lubang tanam berukuran 40 x 40 cm.

Tingkat kemanisan pepaya hasil penanaman di dataran rendah mencapai 16ºbriks.

Setelah dibiarkan selama dua pekan, Imam membenamkan 10 kg pupuk kandang kambing per lubang tanam dan menanam bibit saat sore. Tambahkan 250 g pupuk SP36 dan 500 g dolomit jika penanaman di sawah. Saat fase menjelang berbunga atau sebelum berumur 2,5 bulan, Imam menyemprotkan pestisida racikan sendiri. Pestisida itu ampuh mengatasi beragam hama seperti thrips, spidermite, dan kutu putih.

Menguntungkan

“Kami berhasil memformulasikan pestisida sendiri yang aman untuk pepaya. Karena pepaya ini kulit buahnya sensitif sehingga butuh dosis yang tepat,” kata pendiri CV Negeri Hijau Indonesia itu. Imam memngombinasikan beragam senyawa seperti imidakloprid. Harga pestisida itu Rp17.000 sekali semprot untuk kebutuhan 300 tanaman sehingga lebih ekonomis Penyemprotan dua pekan sekali ketika tanaman berumur 2,5—3 bulan dan sepekan sekali saat pergantian musim.

Pemupukan berikutnya 30—40 hari setelah tanam (hst). Imam memberikan 50 g pupuk majemuk NPK per tanaman per dua pekan sekali. Tanaman mendapatkan 100 g pupuk NPK ketika memasuki fase pembesaran buah atau berumur 4,5 bulan. Frekuensi pemberian per dua pekan sekali. Aplikasi kedua pupuk itu bergantian. Jika pekan ini pupuk majemuk NPK, pekan berikutnya pupuk NPK.

Tanaman juga mendapatkan 10 kg pupuk kandang kambing setiap 4 bulan. Imam memanen papaya berumur 6,5—7 bulan setelah tanam. Ciri buah siap panen muncul tiga garis jingga dengan tingkat kematangan lebih dari 80% dan mustahil tidak manis. “Kami menuai 1—2 buah per tanaman dengan bobot sekitar 1,4 kg per buah setiap lima hari sekali,” kata Imam.

Ia membagi hasil panen ke dalam tiga kelompok (grade). Kelompok 1 pepaya berbobot 1,3—1,7 kg per buah, kelompok 2 (berbobot 0,9—1,3 kg dan lebih dari 1,7 kg), dan sisanya termasuk afkir. Menurut Imam dari total panen itu 40—50% termasuk kelompok 1, kelompok 2 (50—55%), dan sisanya apkir. Produktivitas itu stabil pada tiga bulan pertama sejak panen perdana. Produktivitas menurun 30—40%pada bulan ke-4 hingga ke-6.

“Bulan ke-7 naik lagi menjadi 70—80% dari produktivitas pada tiga bulan pertama. Itu bertahan hingga bulan ke-21,” kata pria yang juga berbisnis tanaman hias sejak 2017 itu. Usia produktif pepaya 2 tahun pascatanam. Setelah itu hasil panen tidak maksimal dan kualitas tidak terkontrol. Imam membudidayakan 1.520 tanaman dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m di kebun 1 hektare. Ia menghitung budidaya pepaya menguntungkan. Harga pokok produksi per 400 pohon sekitar Rp880 per kg. Biaya itu belum termasuk air karena di tiap tempat berbeda.

Jika harga pepaya kelompok satu Rp2.500 per kg dan Rp2.000—Rp2.200 untuk grade 2, petani untung Rp. 1.000—Rp1.500 per kg. Jika sekali budidaya petani memanen sekitar 165 kg per tanaman, maka keuntungan petani Rp75 jutan per musim tanam. (Bondan Setyawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img