Sunday, August 14, 2022

Kiat Panen Sarang Melonjak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
(Dok. Trubus)

Mengatur suhu dan kelembapan gedung menjadi kunci sukses budidaya walet.

Trubus — Budidaya walet di Indonesia berkembang pesat. Indikatornya makin banyak sentra walet dan gedung walet baru yang bermunculan. Banyaknya gedung walet menyebabkan persaingan antargedung makin ketat. Pemilik gedung harus meningkatkan dan mempertahankan populasi burung walet.

Ragam alat pengukur suhu dan kelembapan agar produksi sarang walet melonjak. (Dok. L. Eddyson)

Kuncinya membuat kondisi ruangan yang ideal agar burung walet merasa nyaman dan betah. Oleh karena itu, gedung walet harus memperhatikan syarat–syarat yang diperlukan pada habitat mikro burung wallet. Salah satu faktor penting keberhasilan budidaya walet adalah menjaga suhu dan kelembapan ideal di dalam gedung. Jika kondisi udara dalam gedung terasa panas, burung walet tidak nyaman dan sulit mengeluarkan air liur atau saliva.

Tampungan air

Peralihan habitat burung walet dari gua alam ke gedung walet setidaknya harus memenuhi persyaratan suhu dan kelembapan seperti di habitat aslinya. Upaya menjaga suhu dan kelembapan yang ideal dengan kolam air atau baskom air, mesin kabut, atau humidifier, membuat ventilasi, membuat atap bangunan serta mengatur ukuran lubang masuk burung walet. Tujuannya untuk mendapatkan suhu dan kelembapan yang ideal.

Suhu dan kelembapan yang ideal antara 26°—29°C dan kelembapan 85—95%. Beragam cara itu tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Para peternak banyak menggunakan kolam air atau baskom air untuk menjaga suhu dan kelembapan. Kolam air terbuat dari kayu berlapis terpal atau dari beton dengan ketinggian air 20–30 cm.

Kolam air bisa mendinginkan suhu dan mengatur
kembapan di dalam gedung walet. (Dok. L. Eddyson)

Kekurangan kolam air membutuhkan tempat luas. Peternak juga sulit menggeser atau memindahkan kolam air yang besar. Kolam air sering menampung kotoran burung walet sehingga peternak harus sering membersihkannya. Kekurangan lainnya, air tergenang menjadi tempat sarang nyamuk, Kolam air juga bisa membuat burung walet yang baru belajar terbang akan susah terbang kembali apabila jatuh ke dalam air.

Menggunakan baskom yang terbuat dari plastik juga mempunyai kekurangan yang sama dengan kolam air. Namun, kelebihannya tidak membutuhkan ruang luas dan lebih fleksibel. Peternak bisa menggeser atau memindahkan dan lebih mudah untuk membersihkannya. Cara lain penggunaan mesin kabut jenis TL 5500. Peternak juga bisa memindahkan dari posisinya dan mempunyai 2 jenis pilihan corong di atasnya.

Mesin kabut cukup efektif menjaga suhu dan kelembapan dalam gedung walet dibandingkan dengan penggunaan kolam air atau baskom air. Mesin kabut bisa menciptakan uap air di udara yang bisa membasahkan lantai dan dinding bangunan. Dampaknya ruangan dalam gedung akan terasa lebih sejuk. Mesin kabut bisa diseting otomatis dengan menggunakan timer agar hasil optimal.

Atap

Ventilasi di atap bisa mengatur sirkulasi udara dan sinar matahari, sehingga mengoptimalkan suhu dan kelembapan ideal. (Dok. L. Eddyson)

Musim sangat memengaruhi suhu dan kelembapan dalam gedung walet. Pada musim kemarau, sinar matahari lebih panas daripada biasanya, terutama pada pukul 11.00–16.00. Oleh karena itu, peternak perlu menghidupkan mesin kabut lebih lama. Pada saat musim hujan, peternak menyesuaikan atau mengurangi durasi mesin kabut agar kelembapan di dalam ruangan tidak terlalu tinggi.

Cara lain menjaga suhu dan kelembapan dengan membuat ventilasi. Ventilasi pada gedung walet menggunakan pipa polivinil klorida (PVC) 4 inci. Pipa berguna sebagai sirkulasi udara, menjaga suhu ruangan, dan sekaligus membantu mempercepat pengeringan liur walet. Peternak juga memperhatikan pencahayaan di luar gedung. Sinar matahari memengaruhi suhu dan kelembapan di dalam gedung terutama bagian atas bangunan.

Cara menekan panas matahari dengan pemasangan atap agar tidak langsung menerpa lantai bagian atas gedung, karena berdekatan dengan papan sirip yang terbuat dari kayu papan atau beton. Selain menggunakan atap, pemilik gedung menggunakan kolam air di atas gedung bangunan. Cara itu bisa juga mendinginkan ruangan tetapi risikonya bila ada rembesan air maka akan menyebabkan sirip menjadi basah.

Atap bangunan bisa menggunakan genteng tanah liat atau seng. Ventilasi udara pada atap juga berfungsi mengelurakan hawa panas dari dalam gedung. Ukuran lubang masuk burung pun perlu deperhatikan. Bila lubang masuk burung terlalu besar, intensitas sinar matahari akan banyak menyinari ruangan dalam gedung sehingga suhu dalam ruangan meningkat. Ukuran lubang masuk harus pas agar memudahkan walet masuk.

Empat cara

Menggunakan mesin kabut cara lain mengatur suhu dan kelembapan ruangan. (Dok. L. Eddyson)

Ada 4 cara dalam melihat atau merasakan suhu dan kelembapan dalam gedung wallet. Pertama, menggunakan alat termohigrometer, baik digital dan manual. Termohigrometer memberikan data suhu dan kelembapan. Kedua, menggunakan ponsel pintar. Caranya cukup praktis hanya dengan mengunduh aplikasi thermometer-Hygrometer, sehingga kita bisa melihat datanya dengan mudah.

Ketiga, menggunakan media suhu badan manusia. Bila kita masuk ke gedung walet terasa sejuk dan tidak mudah berkeringat, bisa di katakan suhu dan kelembapannya cukup baik. Cara keempat, menggunakan indikator sarang walet. Bila saat sarang walet yang dipanen terasa keras dan mudah pecah atau harus menggunakan sprayer air, bisa dikatakan suhu dan kelembapannya masih belum ideal.

Sebaliknya bila sarang walet saat panen tidak terlalu keras, dan jika ditekuk antara dua sisinya terasa agak lentur, maka bisa dikatakan suhu dan kelembapan gedung cukup baik. Suhu dan kelembapan dalam ruangan sangat penting. Suhu yang terlalu tinggi menyebabkan kelembapan rendah. Sebaliknya bila kelembapan tinggi suhu akan rendah. Oleh karena itu, peternak harus mampu menstabilkan suhu dan kelembapan. (L. Eddyson, peternak burung walet di Provinsi Jambi)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img