Tuesday, November 29, 2022

Kiat Pilih Suplemen

Rekomendasi

Sekarang SGOT dan SGPT sudah normal, kata ayah dua anak itu. Dua tahun karyawan PLN itu menenggak obat-obatan resep dokter tak jua berujung kesembuhan. Setelah 2 bulan hanya mengkonsumsi herbal, kondisinya membaik. Tak hanya mengejutkan dirinya, tetapi dokter dan juga teman dekat yang memberi herbal.

Memang, tak semua dokter memberi saran kepada pasien perihal suplemen herbal. Itu tak berarti konsumsi obat-obatan alami tidak baik dan harus dilarang. Penelitian ilmiah mendorong sebagian dokter dan pakar farmasi beralih menggunakan suplemen herbal untuk menunjang kesehatan, walau tak semua jenis herbal terbukti. Sayang, peredaran herbal yang kian marak kerap membingungkan konsumen untuk memilih. Takut akan dampak dan belum tentu memberikan perbaikan menjadi alasan utama.

Oleh karena itu, langkah awal mengkonsumsi suplemen herbal ialah mengenali dan mengetahui manfaat. Obat-obatan alami yang aman telah diteliti secara pra klinis terhadap hewan maupun klinis terhadap manusia.

Dalam uji coba klinis obat yang diberikan kepada penderita, hampir sama efeknya dengan obat resep dokter. Bedanya obat tradisional dikonsumsi berdasarkan pengalaman turun-temurun. Itu sebabnya efek samping serta khasiat pengobatan dan penggunaannya secara rasional sering tidak tercapai.

Etiket produk

Suplemen herbal aman dikonsumsi bila memiliki standarisasi produk: berupa sertifikasi internasional jika produk dipasarkan di luar negeri. Jika produk dalam negeri, memiliki sertifikasi nasional untuk diedarkan di pasaran lokal. Penunjang lain yang utama, sertifikat pengujian laboratorium yang menyatakan tidak mengandung zat berbahaya seperti logam berat dan pengawet yang dilarang dikonsumsi.

Banyak produk suplemen herbal dan makanan kesehatan yang dipasarkan baik di dalam maupun luar negeri gagal memperoleh sertifikasi, tetapi masih beredar. Di Amerika Serikat, Balai Makanan-Minuman dan Obat (FDA) serta pemerintah negara bagian federal mengawasi keamanan makanan dan minuman, tetapi tidak memiliki kekuasan izin edar. Hanya dengan mencantumkan khasiat, produk dapat dijual bebas.

Di Indonesia izin peredaran suplemen masih cukup ketat. Produsen wajib mendaftarkan ke Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan untuk bisa dijual ke masyarakat. Namun, tetap saja konsumen harus waspada.

Informasi paling mudah diperoleh pada etiket produk. Antara lain nama produk, jenis, dan jumlah dalam kemasan, seperti X 60 tablet. Khusus produk dari Amerika Serikat harus ada pernyataan this product is not intended to diagnose, treat, cure or prevent any disease artinya produk ini belum ada ketentuan apa pun secara hukum untuk pengobatan, penyembuhan, dan pencegahan penyakit.

Label juga harus berisi kandungan aktif, kandungan gizi, daftar tumbuhan herbal penyerta, jumlah kandungan, dan dosis yang dikonsumsi setiap hari. Yang paling penting produk mencantumkan nama dan alamat produsen yang jelas. Sebab, informasi dokter atau konsultan medis yang ditunjuk produsen mengenai sinergi bahan baku dan kondisi kesehatan pasien sangat diperlukan.

Konsultasi

Penggunaan suplemen herbal tergantung pada kecocokan bahan baku dengan kondisi kesehatan atau penyakit yang diderita pasien. Jangan coba-coba mengkonsumsi tanpa konsultasi dokter jika sedang mengkonsumsi obat obatan tertentu.

Beberapa tumbuhan seperti ginkgo biloba dan bawang putih tidak diperkenankan dikonsumsi penderita yang mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin, obat pengencer darah heparin, atau obat-obat penurun tekanan darah. Begitu juga pasien pra dan pascapembedahan. Konsumsi herbal dilarang lantaran menurunkan efektivitas pembiusan, menghalangi proses pembekuan darah, atau mempengaruhi tekanan darah.

Awalnya, ibu hamil dan menyusui juga dilarang mengkonsumsi obat-obatan tertentu dan suplemen herbal lantaran membahayakan janin dan dapat memberikan dampak negatif terhadap bayi yang disusui. Namun, larangan itu mulai pupus oleh majunya pengetahuan dan penelitian. Kini suplemen herbal diberikan kepada ibu hamil agar persalinan normal, bayi sehat, dan ibu tetap bugar pascapersalinan. Pemakaiannya juga harus didiskusikan dengan dokter.

Salah satu hal penting bagi yang rajin minum suplemen herbal adalah mengimbanginya dengan minum air putih. Rata-rata dua liter per hari. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan serangan ginjal dan lever konsumen.

Beda respon

Kisah sukses mengkonsumsi obat herbal jamak ditemui di tengah masyarakat. Namun, tidak semua konsumen memperoleh hasil begitu cepat. Respon satu ramuan herbal yang sama untuk dua orang dengan keluhan sama bisa berbeda. Bisa jadi juga harapan kesembuhan dengan cepat ternyata justru mendatangkan bahaya karena ketidaktahuan cara mengkonsumsi.

Konsumen perlu mengetahui dosis, cara penyimpanan, cara dan waktu minum, hingga cara menghangatkan ramuan yang telah masak. Konsumsi herbal sesuai dengan dosis yang tercantum. Banyak produsen membuat ramuan dari tumbuhan yang tidak jelas khasiatnya. Oleh sebab itu konsumen wajib waspada dan menanyakan ke konsultan medis tentang efek samping dan risiko jika mengkonsumsi dalam waktu panjang.

Tidak ada satu tumbuhan suplemen kesehatan yang terbaik di dunia, apalagi menjanjikan menyembuhkan semua penyakit aneh. Namun, para periset di dunia membuktikan, mengkonsumsi herbal sejak awal memiliki efek menangkal penyakit lebih baik daripada tidak mengkonsumsinya sama sekali. Sedangkan sebagai penyembuh, keampuhan suplemen herbal memang lebih lambat daripada obat kimia. Namun, risikonya lebih aman terhadap tubuh. (dr Zen Djaya, Konsultan medis dan dokter berpraktek di Malang, Jawa Timur).

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img