Saturday, April 11, 2026

Kiat Tepat Menjaga Mutu Wortel

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Kian banyak pasar swalayan yang menjajakan wortel berkualitas bagus—ukuran besar hingga 30 cm, warna jingga terang, dan penampilan mulus. Beberapa orang menganggap wortel itu impor. Padahal, umbi wortel (Daucus carota) itu produk dalam negeri.

Menurut pemilik Gundaling Farm, Wibawa Sembiring Pandia, dari 17 kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, ada 7 kecamatan seperti Simpangempat, Merdeka, Kabanjahe, dan Berastagi sebagai sentra wortel.

Total jenderal pasokan wortel dari Kabupaten Karo mencapai 300 ton per hari. Para petani di area berketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut itu membudidayakan wortel sepanjang tahun. Panen raya pada Mei dan Juni. Wibawa mengelola 6 hektare (ha) lahan untuk budidaya wortel.

Pengusaha wortel di Kabupaten Karo, Sedar Peranginangin, mengatakan bahwa salah satu kunci menghasilkan wortel bermutu tinggi adalah panen tepat waktu. Sedar dan Wibawa memanen wortel berastagi pada umur 100 hari setelah tanam.

Cirinya daun menguning dan lebar umbi 2 cm. Waktu terbaik untuk panen pada pukul 07.00— 10.00 atau 15.30—17.00 ketika intensitas sinar matahari tidak berlebihan. Hasil panen mencapai 20—25 ton per ha. Tenaga kerja mencabut umbi di lahan.

Setelah semua umbi terpisah dari daun, mereka memasukkan wortel ke dalam karung goni. Selanjutnya mereka mengirim umbi tanaman anggota famili Apiaceae itu ke gudang pemrosesan. Pekerja gudang lalu memasukkan wortel itu ke mesin pencuci.

Pencucian dua kali agar wortel benar-benar bersih dari tanah. Para pekerja lantas mengeringanginkan wortel selama 10—15 menit. Tahap selanjutnya yakni penyortiran dan pengkelasan (grading).

Wibawa juga membagi wortel menjadi 3 kategori. Kategori mutu 1 untuk wortel dengan kondisi mulus tanpa cacat. Mutu 2 jika kondisi wortel kurang mulus di bagian kulit luar. Kedua kategori itu layak dijual ke luar Sumatra.

Sementara kategori nomor 3 merupakan wortel yang tidak layak (afkir) untuk dijual ke luar pulau. Beberapa cirinya yakni bentuk wortel bengkok dan ada cabang halus pada daging umbi. Setelah grading pekerja mengemas dan memasukkan wortel dalam ruang pendingin bersuhu 0°C dan berkapasitas 100 ton.

Semua proses pascapanen di gudang menggunakan seperangkat alat khusus sehingga memudahkan pekerja dan menjamin kualitas wortel.


Artikel Terbaru

IPB University dan UM Kuningan Jajaki Pengembangan Obat Herbal di Gunung Ciremai

IPB University menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan untuk menggali potensi obat herbal di kawasan Taman Nasional...

More Articles Like This