Tuesday, August 9, 2022

Kilang Asiri Nusantara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Padang memang bukan sentra utama penanaman cengkih. Luas pertanamannya pada 2008 di seluruh Sumatera Barat hanya 7.147 ha dengan produksi 1.552 ton. Kalah jauh jika dibandingkan Jawa Barat yang mencapai 32.620 ha (4.695 ton). Bahkan dengan Provinsi Banten sekalipun yang luas penanamannya 20.354 ha (4.695 ton). Meski begitu dengan luasan itu cukup untuk menyediakan lapangan kerja bagi puluhan hingga ratusan keluarga. ‘Daun cengkih bisa diolah menjadi minyak asiri,’ katanya.

Alumnus Universitas Andalas, Padang itu mengilustrasikan para penyuling minyak daun cengkih di Jawa Tengah dan Yogyakarta bisa berpenghasilan lebih. Contohnya Sutrisno, penyuling di Karanganyar, Jawa Tengah. Setiap tahun ayah 2 anak itu minimal menyisihkan Rp20-juta sebagai tabungan. Setiap hari ia memproduksi 60 kg minyak cengkih dari 2,4 ton kg bahan baku. Buruh-buruh yang terlibat dalam penyulingan dan pemasok bahan baku juga mendapatkan pekerjaan tetap. Bayangkan kalau 439.249 ha pertanaman cengkih bisa dimanfaatkan, pasti lebih banyak lagi tenaga kerja yang terserap.

40 Komoditas

Menurut Artati minyak cengkih hanya salah satu dari 40 minyak asiri potensial di Indonesia. Komoditas-komoditas lainnya seperti pala, kenanga, nilam, akarwangi, serehwangi, melati, kayumanis, dan masoy sangat memungkinkan untuk digarap lebih serius. Pala, misalnya, luas pertanamannya pada 2008 mencapai 71.611 ha dengan produksi 9.378 ton. Minyak komoditas-komoditas itu punya nilai ekonomis tinggi, mulai dari kisaran ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah per kilogram.

Memang tidak dipungkiri beberapa penyulingan minyak asiri sudah mulai bermunculan di sentra-sentra. Di Nanggroe Aceh Darussalam-sentra penanaman terbesar nilam di tanahair setelah Sumatera Utara-para penyuling bisa ditemukan dengan mudah. Demikian di sentra pengembangan baru seperti Kuningan, Majalengka, dan Ciamis-semuanya di Jawa Barat-para pekebun tak kesulitan melempar hasil panennya ke penyuling.

Bahkan untuk komoditas akarwangi, justru penyuling yang kehabisan bahan baku. Sebut saja H Ede Kadarusman, penyuling akarwangi di Garut. Pada April-Juni, penyuling akarwangi terbesar itu tidak berproduksi karena tidak ada bahan baku. Luas penanaman akarwangi di Garut yang meliputi Kecamatan Pasirwangi, Bayongbong, Cilawu, dan Leles kini baru mencapai 2.400 ha. ‘Pertanaman akarwangi sangat terbatas. Di Indonesia hanya ada di Garut dan Wonosobo, Jawa Tengah,’ kata H Ede Kadarusman. Inilah Sentra penanaman beberapa bahan baku minyak asiri.

  • Cengkih Syzygium aromaticum Sentra: Nanggroe Aceh Darussalam (22.702 ha), Sumatera Utara (3.535 ha), Sumatera Barat (7.147 ha), Riau (25 ha), Kepulauan Riau (15.323), Jambi (328 ha), Sumatera Selatan (386 ha), Bangka Belitung (62 ha), Bengkulu (1.106 ha), Lampung (7.792 ha), Jawa Barat (32.620), Banten (16.375 ha), Jawa Tengah (39.355 ha), DI Yogyakarta (3.028 ha), Jawa Timur (34.631 ha), Bali (15.727 ha), Nusa Tenggara Barat (1.554 ha), Nusa Tenggara Timur (13.376 ha), Kalimantan Barat (1.622 ha), Kalimantan Tengah (132 ha), Kalimantan Selatan (1.843 ha), Kalimantan Timur (258 ha), Sulawesi Utara (69.991 ha), Gorontalo (3.133 ha), Sulawesi Tengah (44.526 ha), Sulawesi Selatan (42.204 ha), Sulawesi Barat (2.038 ha), Maluku (36.056), Maluku Utara (17,784 ha), Papua (2.116 ha), Papua Barat (791 ha)
  • Nilam Pogostemon cablin Sentra: Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat.
  • Akarwangi Andropogon zizanioides Sentra: Jawa Barat (2.400 ha), Jawa Tengah (2.000 ha)
  • Pala Myristica fragrans Sentra: Nanggroe Aceh Darussalam (16.748 ha), Sumatera Utara (221 ha), Sumatera Barat (3.060 ha), Lampung (129 ha), Jawa Barat (3.195 ha), Banten (20 ha), Jawa Tengah (450 ha), Jawa Timur (20 ha), Bali (1 ha), Nusa Tenggara Timur (831 ha), Kalimantan Timur (24 ha), Sulawesi Utara (12.033 ha), Gorontalo (53 ha), Sulawesi Tengah (646 ha), Sulawesi Selatan (1.557 ha), Sulawesi Tenggara (298 ha), Maluku (9.036), Maluku Utara (22.136 ha), Papua (37 ha).
  • Melati Jasminum sambac Sentra: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta
  • Ylang-ylang Canangium odoratum Sentra: Jawa Barat, Jawa Tengah
  • Serehwangi Cymbopogon nardus Sentra: Jawa Tengah
  • Kenanga Canangium odoratum Sentra: Jawa Tengah, Jawa Timur. (Karjono)
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img