Thursday, July 25, 2024

Kini Buket Kian Besar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus — Tren buket berukuran besar. Kolaborasi warna dan flora yang menawan.

Sejumlah foto buket bunga berukuran jumbo meramaikan jagad media sosial. Sejumlah figur publik jatuh hati pada keindahan buket bongsor itu. Menurut perangkai bunga di Jakarta Selatan, Dellaocta, belakangan masyarakat menggemari buket tangan berukuran besar.

Buket bunga berukuran jumbo karya Dellaocta yang mengusung warna pastel.

Lazimnya buket dirangkai menyesuaikan kenyamanan saat dipegang. Namun, kini buket tangan berukuran besar justru sedang populer. Della, sapaannya, menuturkan tren itu dipengaruhi oleh tren anak muda di Korea Selatan yang memberikan hadiah berupa buket besar. Della memprediksi buket tangan jumbo makin mendapat tempat di hati masyarakat beberapa tahun ke depan.

Pastel

Menurut Della teknik merangkai buket jumbo serupa dengan buket tangan biasa. Namun, pemilihan bunga dan kertas harus diperhatikan. “Gunakan bunga bertangkai panjang dan kertas berukuran lebar agar mampu menyelimuti flora yang telah dirangkai,” kata Della. Sementara dari segi warna, perangkai muda itu menyebutkan bahwa warna-warna pastel akan tetap berjaya di hati masyarakat.

Perangkai bunga di Jakarta Pusat, Amanda Iskandar mengatakan, warna pastel dengan sedikit imbuhan warna koral dan peach pun akan tren pada masa depan. Begitu pula dengan tren pemanfaatan bunga-bunga kering. Amanda dan Dellaocta mempersembahkan buket bunga yang diprediksi bakal populer di kalangan masyarakat pada 2021 kepada Majalah Trubus.

Dellaocta membuat buket tangan berukuran 60 cm x 70 cm, sedangkan Amanda merangkai standing bouquet. Mereka memilih bunga berwarna lembut untuk mempercantik buketnya. Della memanfaatkan gerbera merah jambu pucat, hortensia ungu, dan snapdragon pink. Bunga jahe-jahean, eukaliptus kering, lagurus kuning, dan ranting warna-warni mewarnai buket itu.

Buket bernuansa etnik karya Andy Djati Utomo dengan materi flora lokal.

Sementara itu Amanda memilih anggrek bulan bermotif peach, agapanthus, dan hortensia ungu, krisan dan mawar putih, serta snapdragon putih. Kedua buket itu berbalut kertas berwarna manis seperti biru, krem, ungu, dan pink pucat. Penampilan buket milik Amanda maupun Dellaocta sama-sama cantik dan natural.

Perangkai bunga di Jakarta Selatan, Andy Djati Utomo, S.Sn., AIFD, CFD, menuturkan, di tanah air secara umum tren rangkaian bunga pada 2021 mengerucut pada 4 tipe yakni rangkaian bergaya rustik atau natural, dominasi daun, mengandung warna emas, dan flora kering. Andy menuturkan untuk membuat rangkaian bunga yang modis seperti karya Dellaocta dan Amanda cukup mengandalkan flora lokal.

Sri Utami Ningsih menonjolkan keindahan flora tropis dalam bentuk anyaman pada rangkaian bunga hiasan kepala miliknya.

“Perangkai bisa memakai materi lokal lalu didesain sedemikian rupa menyesuaikan tren,” ujarnya. Lihat saja buket bunga bikinan Andy. Ia cukup memadukan flora lokal seperti anggrek bulan putih, agapanthus, amaranthus, mawar, dan daun kering berwarna emas. Buket Andy terlihat unik, alih-alih menggunakan kertas untuk membalut bunga, ia justru memanfaatkan kipas yang memberikan kesan etnik.

Amanda Iskandar memilih bunga-bunga bernuansa lembut untuk mempermanis standing bouquet miliknya.

Tropis

Tren 2021 juga bisa dibuat dengan nuansa alam tropis. Perangkai bunga di Jakarta Barat, Grace Yanuar, membuat rangkaian bunga sederhana dari flora lokal sebagai penghias meja yang sarat nuansa tropis. Grace memanfaatkan anggrek bulan putih, mawar jingga, krisan putih, dan daun ivi.

Adapun perangkai bunga di Jakarta Timur, Sri Utami Ningsih, mengusung daun palem kuning untuk membuat hiasan kepala sebagai fokus rangkaian. Tami, sapaannya, membuat anyaman daun palem kuning. Pemilik toko bunga Sun Flowers & Crafts itu lantas memadukannya dengan aneka flora seperti lisianthus, skabiosa, anyelir, dan stifa. Lewat rangkaiannya itu Tami ingin menunjukkan bahwa daun khas iklim tropis pun bisa tampil trendi. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img