Tuesday, August 9, 2022

Kisah Duet Abadi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Biji berada dalam polong ukurannya kecil seperti kerikil, berwarna merah bata dan hitamSelama ratusan tahun, masyarakat Baduy Dalam memadukan padi dan hiris. Banyak alasan yang membuktikan bahwa itu paduan yang tepat.

Matahari belum meninggi saat pasangan Sarpah dan Inah keluar rumah. Bersama 1224 warga Kampung Baduy Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mereka berjalan menuju huma. Sepuluh menit berjalan kaki dari rumah panggung, mereka tiba di huma untuk ngaseuk alias menanam. Hari itu musim tanam tiba dan mereka serentak menebar benih.

Wilayah Kanekes alias Baduy di Pegunungan Kendeng berketinggian 300-600 meter di atas permukaan laut. Curah hujan di Kanekes 4.000 mm per tahun itu tergolong tinggi. Bandingkan dengan wilayah Gunug Kidul, Yogyakarta, yang bercurah hujan 1720,86 mm per tahun. Namun, masyarakat Baduy menolak sistem sawah yang mensyaratkan pembalikan tanah sebelum menanam padi. Bagi  mereka, pembalikan tanah-dengan cangkul, bajak, atau traktor-merusak alam. “Orang Kanekes pantang merusak alam,” kata Kepala Desa Kanekes, Dainah.

Konsekuensinya, mereka hanya bisa menanam  padi setahun sekali. Jika terjadi gangguan akibat perubahan cuaca, serangan hama dan penyakit, orang Baduy mesti menunggu tahun berikutnya untuk menanam padi. Mereka menggunakan benih hasil penanaman sebelumnya. Adat melarang keras penggunaan benih padi dari luar. “Mereka menganggap segala hal dari luar tanah mereka adalah kotor,” kata guru besar Antropologi dan Sosiologi Universitas Padjadjaran, Prof H Yudistira Kartiwan Garna PhD.

Mereka menyeleksi benih berdasarkan bentuk fisik, memilih benih bernas dan besar serta membuang benih kisut. Tiga varietas padi yang lazim mereka tanam adalah pare bodas alias padi putih, pare beureum (padi merah), dan pare hideung (padi hitam). “Pemilihan jenis padi tertentu berdasarkan cuaca dan kondisi lahan seperti topografi, kesuburan, atau jenis tanah,” kata Yudistira.

Pertimbangan lain, jumlah simpanan padi di dalam leuit alias lumbung. Jenis padi yang dianggap minim menjadi prioritas pada periode tanam berikutnya. Simpanan padi dalam leuit menjadi pilihan terakhir untuk konsumsi. Saat penanaman, mereka mencampurkan 50 kg benih padi dengan sekilo hiris alias kacang gude Cajanus cajan. Saat suami menugal tanah, sang istri berjalan di belakangnya, memasukkan benih, lalu menutup kembali lubang tanam.

Tak ada aturan jelas soal jarak tanam. “Bahkan bisa jadi keduanya tumbuh di lubang yang sama,” kata H Sarpin, sekretaris Desa Kanekes. Sebab, mereka mencampur benih secara acak. Menurut periset di Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, Sulawesi Selatan, Syahrir Masud, hiris lebih tahan kekeringan dan tahan rebah. Polongnya tidak mudah pecah dibandingkan kacang-kacangan lain.

Kenikmatan dalam semangkuk sayur hirisBerfotosintesis pada jalur C3 dengan fotorespirasi rendahGuru besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Dr Ir Hj Yuyun Yuwariah AS MS, mengatakan bahwa  tumpangsari padi dengan hiris adalah pilihan tepat. “Morfologi dan fisiologi keduanya jauh berbeda sehingga mengoptimalkan penyerapan hara dari tanah,” kata Yuyun. Secara morfologis, padi berakar dangkal, sedangkan akar hiris dalam sehingga mencegah kompetisi hara. Sebab akar keduanya berada di lapisan tanah yang berbeda.

Secara fisiologis, hiris tergolong kacang-kacangan alias legum yang berfotosintesis pada jalur C3 dengan fotorespirasi rendah. Adapun padi termasuk serealia dan berfotosintesis pada jalur C4 dengan fotorespirasi tinggi.“Tumpangsari tanaman C3 dan C4 memaksimalkan penyerapan karbondioksida dari udara,” kata Yuyun. Keuntungan lain, bakteri Rhizobium sp di akar hiris membantu pengikatan nitrogen dari udara. Itu berarti, secara tidak langsung padi menyerap nitrogen yang disuplai hiris.

4.	Dainah, Jaro Desa Kanekes,“Urang kanekes pantang merusak alam”5.	H. Sarpin, Sekertaris Desa Kanekes, “Masyarakat Baduy belum merasakan nikmatnya makan  bila tanpa sayur hiris”Fotosintesis tanaman terbagi dalam 3 jenis, yakni C3, C4, dan CAM (Crassulacean Acid Metabolism). Jenis C3 dan C4 berbeda dalam cara mengikat karbondioksida  dari udara dan hasil dari produk awal proses asimilasi. Adapun CAM mengambil karbondioksida saat malam dan menggunakannya untuk fotosintesis pada siang hari. Pada tanaman C3, karbondioksida dan oksigen terikat bersamaan saat fotorespirasi lantaran aktivitas enzim ribulosa -1-5 bisfosfat. Adapun pada tanaman C4, karbondioksida terikat oleh senyawa fosfoenol piruvat yang tidak dapat mengikat oksigen. Efeknya, tidak ada kompetisi antara karbondioksida dan oksigen dalam proses respirasi tanaman C4.

Menurut Dainah, petani panen mencapai 700 liter (630 kg) hiris dan 1.000 liter (600 kg) gabah per hektar. Dalam setahun, orang Baduy hanya sekali menanam padi dan hiris dengan umur panen masing-masing 6 bulan dan 7 bulan. Mereka menanam pada bulan Kapitu pekan kedua (akhir Desember-awal Februari), sedangkan panen berlangsung pada bulan Kasa (akhir Juni-awal Agustus). Adapun panen hiris berlangsung sebulan kemudian, yaitu pada bulan Karo (awal-akhir Agustus).

Di ladang, hiris tumbuh di sisi padi. Bahkan, di ajang pun kedua komoditas itu kembali bersanding. “Masyarakat Baduy belum merasakan nikmatnya makan  bila tanpa sayur hiris,” kata Sarpin. Resep nasi pulen dan sayur hiris itu tetap lestari hingga milenium ketiga. (Muhamad Khais Prayoga)

 

Ngaseuk, suami menugal tanah dengan aseuk, sang istri berjalan di belakangnya, memasukkan benih, lalu menutup kembali lubang tanamKeterangan Foto :

  1. Biji berada dalam polong ukurannya kecil seperti kerikil, berwarna merah bata dan hitam
  2. Kenikmatan dalam semangkuk sayur hiris
  3. Berfotosintesis pada jalur C3 dengan fotorespirasi rendah
  4. Dainah, Jaro Desa Kanekes,“Urang kanekes pantang merusak alam”
  5. H. Sarpin, Sekertaris Desa Kanekes, “Masyarakat Baduy belum merasakan nikmatnya makan  bila tanpa sayur hiris”
  6. Ngaseuk, suami menugal tanah dengan aseuk, sang istri berjalan di belakangnya, memasukkan benih, lalu menutup kembali lubang tanam
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img