Tuesday, April 16, 2024

Kisah Ketupat Simbol Permohonan Maaf, Salah Satu Menu Di Hari Idul Fitri

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Tradisi makan ketupat identik dengan hari raya Idul Fitri.  Puncaknya dimulai H-5 sebelum Lebaran, sampai H+7 yang disebut Lebaran Ketupat. Mengapa? Sunan Bonang di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, bilang ketupat adalah singkatan dari ngaku lepat – mengaku bersalah. Artinya, memberi dan meminta maaf dengan bersama-sama makan ketupat.

Sunan Muria di Kudus, Jawa Tengah, memberlakukan parade gunungan ketupat sebagai puncak perayaan. Sembilan orang wali (wali songo) memang dikenal banyak berperan mempromosikan ketupat. Pantaslah, banyak falsafah yang membuat ketupat menjadi lebih indah dan kaya makna.

Termasuk tradisi qunutan – membuat ketupat pada bulan purnama menjelang Lebaran itu. Ajaran kupat santen – ngaku lepat nyuwun pangapunten: mengaku salah dan minta maaf, populer sampai sekarang. Mungkin karena itu, kita jarang melihat ketupat seharihari. Syukur kalau dijadikan festival besar-besaran.

Tentu ketupat–yang dalam bahasa Bali disebut tipat juga dirayakan dalam agama Hindu. Pemakaian janur– daun kelapa muda sangat marak pada hari raya Galungan dan Kuningan. Penjor atau umbul-umbul adalah bentuk besarnya, selain banten atau sesajen yang juga dari daun kelapa. Keduanya dipasang di luar rumah.

Untuk di dalam rumah, adalah aneka makanan dikemas dalam daun kelapa juga, termasuk tipat sebagai menu utama. Dari manakah asalnya ketupat? Ada yang meyakini dari Tiongkok dan India.

Yang terang, dengan ketupat manusia menjadi punya bekal untuk jalan jauh dan berlayar. Kalau bentuknya tepat, bahannya tepat, memasaknya bagus, dan kebersihannya terjaga memang tahan lama.

Kenyatannya juga, ketupat bisa ditemui di Asia Selatan, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Meskipun begitu, bahasa Inggrisnya sama: ketupat. Semua nama yang bersifat endemik dan orisinal, memang diakui secara internasional.

Bukan hanya buah-buahan seperti durian dan rambutan, tapi juga makanan termasuk rendang, nasi goreng, dan ketupat. Tantangannya adalah bagaimana membawa kehormatan ketupat menjadi santapan sehari-hari. (Eka Budianta)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelembutan dan Kekuatan Kartini Masa Kini Dalam Rangkaian Bunga

Trubus.id— Spirit Kartini menjelma dalam rangkaian bunga sarat budaya karya Anastasia Ferwidyasari. Perangkai bunga di Jakarta Selatan itu menuturkan,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img