Wednesday, August 17, 2022

Kisah sang Penguasa Padang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kumpulan kertas bersegel itu laksana kitab pusaka bagi ketua padang. Isinya data penting, seperti nama pemilik, jumlah kerbau, dan tanda di telinga kerbau. Jilidan buku tersebut warisan dari ketua lama. Saat ini, Fatahillah memegang jilid ke-7 yang telah diperbarui. Maklum kondisi jilidan kertas bersegel sebelumnya sudah lusuh dan robek sehingga tak bisa dipergunakan lagi.

Sebagai ketua padang, Fatahillah hafal betul jumlah Bubalus bubalis carabenesis dan ciri yang ada di telinga masing-masing kerbau. Keahlian itu ia pelajari sejak kecil. Maklum, posisi ketua padang warisan turun-temurun laksana takhta sebuah kerajaan. Tak ada pemilihan umum untuk mencapai posisi tersebut. Fatahillah generasi ke-7 yang menjabat sebagai ketua padang di lingkungan Kibang, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

Ketua padang-lah yang menentukan waktu kerbau dilepas ke rawa dan ditarik kembali ke kandang. Saat rawa pasang, ketinggian air 5 m, mereka dijemput dengan perahu. Tak perlu ada lecutan atau sodokan bambu untuk menggiring mereka. Jika air benar-benar akan pasang, naluri sang kerbau akan bekerja dan dengan sukarela mereka berenang di samping perahu, kembali ke darat. Sebaliknya kalau kerbau-kerbau itu yakin pasang masih lama, mereka bakal menolak pulang. Perahu penjemput pun kembali tanpa iring-iringan kerbau di kanan kiri dan belakang perahu.

Padang rawa di Tulangbawang itu mencapai lebih dari 100 km2, terbagi dalam 15 kelompok besar, biasa disebut padang. Ke-15 wilayah itu letaknya berjauhan dan tak terlihat sejauh mata memandang. Toh, kerapkali ditemukan kerbau yang tersesat masuk ke kelompok lain. Berkat tanda di telinga, sang ketua padang mengenali tamu asing itu dan mengembalikannya ke tempat asal. Konflik antarkelompok gara-gara kerbau nyasar pun bisa dicegah.

Supaya tanda di telinga itu benar-benar khas, maka penentuan tanda dilakukan oleh ketua padang plus ciri khusus sang pemilik. Jika sudah sepakat, maka saat kerbau berumur 6 bulan, tanda itu pun ditorehkan di kuping kerbau. Sebuah upacara kecil diselenggarakan untuk mendoakan keselamatan si kerbau.

Kerbau rawa yang bakal mati kekeringan kalau 3 jam tidak terkena air itu bisa juga dijual ke orang lain. Lagi-lagi ketua padang harus diberitahu. Peristiwa kelahiran anak kerbau pun harus dilaporkan ke ketua padang. Jadi, wajar jika Fatahillah tahu persis jumlah kerbau di wilayah kekuasaannya, padang rawa seluas lebih dari 10.000 ha, ‘Sekitar empat ribu lima ratus kerbau,’ ujarnya. (Rosy Nur Apriyanti)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img